DigIndonews.comDigIndonews.com
  • Nasional
  • Daerah
  • Politik
  • Khazanah
  • Opini
  • Ekonomi
  • Opini
  • Uncategorized
  • Redaksi
Reading: Perempuan Didorong Jadi Penentu Arah Demokrasi Indonesia
Share
Font ResizerAa
DigIndonews.comDigIndonews.com
Font ResizerAa
  • Nasional
  • Daerah
  • Politik
  • Khazanah
  • Opini
  • Ekonomi
  • Opini
  • Uncategorized
  • Redaksi
Search
  • Nasional
  • Daerah
  • Politik
  • Khazanah
  • Opini
  • Ekonomi
  • Opini
  • Uncategorized
  • Redaksi
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan
© Sayangi.com 2022 | All Rights Reserved
DigIndonews.com > Opini > Perempuan Didorong Jadi Penentu Arah Demokrasi Indonesia
Opini

Perempuan Didorong Jadi Penentu Arah Demokrasi Indonesia

asribel Published September 15, 2026
Share
SHARE

DEPOK — Perempuan tidak boleh lagi hanya diposisikan sebagai objek dalam kontestasi politik atau sekadar menjadi lumbung suara saat pemilu. Perempuan harus didorong menjadi subjek strategis yang ikut menentukan kebijakan publik dan arah demokrasi Indonesia.

 

Hal itu mengemuka dalam kegiatan Sosialisasi dan Pendidikan Pemilih Berkelanjutan kepada Kelompok Pemilih Rentan, Marjinal, dan Pemula yang digelar pada Rabu, 9 September 2026, di Depok.

 

Wakil Sekretaris Umum Bidang Kajian dan Advokasi KOHATI PB HMI, Heni Ratnawati M.Pt., menegaskan bahwa keterlibatan perempuan dalam politik bukan semata persoalan memenuhi kuota keterwakilan. Menurut dia, partisipasi perempuan merupakan bagian dari upaya mewujudkan keadilan substantif dalam demokrasi.

 

“Perempuan harus hadir bukan hanya sebagai pemilih, tetapi juga sebagai pembuat keputusan dan penentu arah kebijakan publik,” menjadi salah satu penekanan dalam pemaparannya.

Baca Juga  Pemuda Muhammadiyah Sumatera Utara Apresiasi Pembentukan Koperasi Desa Merah Putih dan Dukungan Menteri Desa Yandri Susanto terhadap Perkembangan Ekonomi Desa

 

Heni menjelaskan, perempuan memiliki perspektif yang penting dalam proses pengambilan kebijakan, terutama terkait perlindungan kelompok rentan, anak, penyandang disabilitas, kesehatan, pendidikan, serta kesejahteraan sosial.

 

Namun, besarnya jumlah perempuan dalam daftar pemilih belum sepenuhnya berbanding lurus dengan keterwakilan mereka dalam lembaga politik. Ia menyebut keterwakilan perempuan di DPR RI periode 2024–2029 berada pada angka 21,9 persen atau 127 dari 580 kursi.

 

Angka tersebut memang menunjukkan peningkatan dibandingkan periode sebelumnya. Namun, capaian itu masih berada di bawah target afirmasi 30 persen.

 

Menurut Heni, perempuan masih menghadapi berbagai hambatan, mulai dari sistem rekrutmen politik yang belum sepenuhnya responsif gender, keterbatasan modal politik, budaya patriarki, hingga beban domestik.

Baca Juga  Gelar Webinar, M. Farhan Anggota DPR RI : YouTube Telah Menyumbangkan 7,5 T PDB Indonesia

 

Karena itu, pendidikan politik bagi perempuan dinilai menjadi bagian penting untuk membangun kepercayaan diri sekaligus meningkatkan kapasitas mereka dalam ruang publik.

 

Ia juga menilai organisasi perempuan di tingkat akar rumput memiliki posisi strategis. PKK, Posyandu, majelis taklim, koperasi, kelompok tani hingga kelompok nelayan, kata dia, dapat menjadi ruang edukasi politik sekaligus saluran komunikasi yang dekat dengan masyarakat.

 

“Kelompok-kelompok perempuan di akar rumput bukan sekadar tempat berkumpul, tetapi dapat menjadi infrastruktur ketahanan sosial dan agen pendidikan pemilih,” ujarnya dalam pemaparan.

 

Heni mendorong perempuan ikut mengawal sejumlah agenda publik, antara lain penanganan stunting, peningkatan jaminan kesehatan ibu dan anak, pemerataan pendidikan, pencegahan kekerasan berbasis gender, ketahanan pangan keluarga, serta pemberdayaan ekonomi melalui UMKM.

Baca Juga  Masyarakat Indonesia Harus Melek terhadap Dunia Digital Dalam Gempuran Serba Serbi Digital

 

Ia kemudian menawarkan empat langkah yang dapat dilakukan bersama, yakni memperkuat pendidikan politik bagi pemilih pemula, meningkatkan literasi digital dan kemampuan menangkal hoaks, mengawal kebijakan anggaran yang responsif gender, serta memperkuat sinergi lintas komunitas.

 

Menurut Heni, pemberdayaan perempuan pada akhirnya bukan hanya berdampak terhadap kelompok perempuan, tetapi juga menentukan kualitas demokrasi dan masa depan Indonesia.

 

“Ketika perempuan memimpin dengan empati dan kepedulian, demokrasi dapat menjadi lebih ramah, adil, dan berorientasi pada kesejahteraan masyarakat,” tegasnya.

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link
What do you think?
Love0
Sad0
Happy0
Sleepy0
Angry0
Dead0
Wink0
Previous Article 135 MILIAR ALOKASI DANA TKD DIREALISASIKAN UNTUK PEMULIHAN PASCA BENCANA DI LIMA PULUH KOTA
Next Article Bitcoin Hadapi Tekanan Baru, Mampukah Kembali ke US$80 Ribu?
Leave a comment

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kategori

  • Daerah1,293
    • Agam14
    • Bukit Tinggi14
    • Limapuluh Kota432
    • Padang37
    • Payakumbuh334
    • Solok74
  • Ekonomi2,711
  • Headline410
  • Internasional82
  • Khazanah227
  • Lifestyle113
  • Nasional1,075
  • Olahraga83
  • Opini195
  • Pariwara Lipsus34
  • Politik270
  • Uncategorized301
  • Video15

Berita Lainnya

FLOQ Hadir di TOKEN2049 Singapore 2026, Momentum Besar Industri Kripto Global
BRI BO Segitiga Senen Peringati Hari Kesaktian Pancasila
BRI BO Mangga Dua Peringati Hari Kesaktian Pancasila
Biaya Logistik Distributor: Hitung Ongkir Riil per Order di Odoo

Berita Terkait

Opini

Janji Bangun Kembali Rumah Singgah Bung Karno, Kini Jadi Restoran: Di Mana Penegakan UU Cagar Budaya?

Oktober 7, 2026
NasionalOpini

PeHR: Terima Kasih Jenderal Herimen, Tinggalkan Green Policing untuk Riau

Oktober 6, 2026
Opini

Penanganan Judi Online Tak Cukup dengan Pemblokiran, Perlu Penegakan Hukum dan Kesadaran Masyarakat

Agustus 18, 2026
Opini

Masyarakat Diminta Cek Legalitas Pinjol dan Lindungi Data Pribadi

Agustus 18, 2026
Show More
DigIndonews.comDigIndonews.com
Follow US
© DigIndonews.com 2024 | All Rights Reserved
  • Redaksi
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan
Sign in to your account

Lost your password?