DigIndonews.comDigIndonews.com
  • Nasional
  • Daerah
  • Politik
  • Khazanah
  • Opini
  • Ekonomi
  • Opini
  • Uncategorized
  • Redaksi
Reading: Ketika Aktor Intelektual Masih Bebas, Di Mana Rasa Aman Masyarakat?
Share
Font ResizerAa
DigIndonews.comDigIndonews.com
Font ResizerAa
  • Nasional
  • Daerah
  • Politik
  • Khazanah
  • Opini
  • Ekonomi
  • Opini
  • Uncategorized
  • Redaksi
Search
  • Nasional
  • Daerah
  • Politik
  • Khazanah
  • Opini
  • Ekonomi
  • Opini
  • Uncategorized
  • Redaksi
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan
© Sayangi.com 2022 | All Rights Reserved
DigIndonews.com > Nasional > Ketika Aktor Intelektual Masih Bebas, Di Mana Rasa Aman Masyarakat?
Nasional

Ketika Aktor Intelektual Masih Bebas, Di Mana Rasa Aman Masyarakat?

Astriani Published Mei 19, 2026
Share
SHARE

Padang Lawas, 19 Mei 2026 – Harapan masyarakat terhadap tegaknya hukum yang adil dan transparan kembali diuji. Di Kabupaten Padang Lawas, keresahan publik semakin meluas menyusul penanganan perkara pencurian toko grosir sembako HMN di Lingkungan III Pasar Sibuhuan yang hingga kini dinilai belum menyentuh pihak yang diduga sebagai aktor intelektual di balik tindak pidana tersebut.

 

Dalam perkara itu, aparat penegak hukum telah menetapkan pelaku lapangan sebagai tersangka. Namun, masyarakat mempertanyakan perkembangan penyidikan setelah muncul nama yang disebut dalam pengakuan pelaku memiliki dugaan keterlibatan penting dalam kasus tersebut.

 

Nama yang ramai diperbincangkan warga adalah Ali Martua Pulungan alias “Tua Dap Dap”, warga Lingkungan III Pasar Sibuhuan. Sosok tersebut disebut-sebut dalam pengakuan pelaku, namun hingga kini belum terlihat adanya langkah hukum yang jelas terhadap yang bersangkutan.

Baca Juga  Pimnas PKN Melalui Sekjen Sri Mulyono Tinjau Dampak Bencana di Batangtoru Bersama Pimda PKN Sumut dan Tapanuli Selatan

 

Kondisi ini memunculkan tanda tanya besar di tengah masyarakat. Warga menilai penegakan hukum seharusnya tidak berhenti hanya pada pelaku lapangan, tetapi juga mampu mengungkap pihak-pihak yang diduga berperan sebagai pengendali atau aktor utama di balik suatu tindak pidana.

 

“Kalau hanya pelaku kecil yang diproses, sementara yang diduga menyuruh atau mengatur masih bebas, tentu masyarakat bertanya-tanya. Di mana rasa keadilan itu?” ujar salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya.

 

Keresahan masyarakat bukan tanpa alasan. Warga khawatir praktik serupa akan terus berulang apabila aparat tidak mengusut perkara hingga ke akar-akarnya. Situasi ini dinilai perlahan mengikis rasa aman dan kepercayaan publik terhadap proses penegakan hukum.

Baca Juga  Gelar Rakor, Pj Sekda Kayong Utara Minta ASN untuk Menjaga Netralitas

 

Selain itu, masyarakat juga menyoroti minimnya transparansi terkait perkembangan penyidikan, khususnya dalam penyampaian SP2HP (Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyidikan). Sejumlah pihak menilai proses hukum berjalan lambat dan belum memberikan penjelasan yang terang mengenai langkah penyidik dalam mengembangkan kasus tersebut.

 

Padahal, kepercayaan masyarakat terhadap institusi penegak hukum lahir dari keberanian aparat untuk bertindak profesional, objektif, dan tanpa pandang bulu dalam mengusut setiap perkara.

 

Kasus ini dinilai bukan sekadar perkara pencurian biasa. Lebih dari itu, perkara ini menyangkut rasa keadilan masyarakat kecil serta harapan agar seluruh warga negara memiliki kedudukan yang sama di mata hukum.

 

Masyarakat Kabupaten Padang Lawas kini menunggu langkah tegas dari Polres Padang Lawas untuk membuka perkara tersebut secara transparan, mengembangkan penyidikan secara profesional, dan memberikan kepastian hukum terhadap seluruh pihak yang diduga terlibat.

Baca Juga  Direktur Buah dan Florikultura Dorong Swasembada Hortikultura Lewat Penanaman Bibit Anggur dan Vanili di Tangerang Selatan

 

Sebab selama pihak yang diduga sebagai aktor intelektual belum tersentuh proses hukum, keresahan masyarakat akan terus hidup di tengah kehidupan sosial.

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link
What do you think?
Love0
Sad0
Happy0
Sleepy0
Angry0
Dead0
Wink0
Previous Article Studium Generale BINUS University @Semarang Hadirkan Praktisi Industri VFX untuk Mahasiswa
Next Article Maksimalkan “Sandwich Days” Lebih Hemat Bersama Akulaku PayLater dan Agoda
Leave a comment

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kategori

  • Daerah1,279
    • Agam14
    • Bukit Tinggi14
    • Limapuluh Kota432
    • Padang37
    • Payakumbuh321
    • Solok73
  • Ekonomi2,660
  • Headline410
  • Internasional82
  • Khazanah227
  • Lifestyle113
  • Nasional1,072
  • Olahraga82
  • Opini193
  • Pariwara Lipsus34
  • Politik270
  • Uncategorized299
  • Video15

Berita Lainnya

Telkom AI Center Aceh Mengasah Kemampuan dan Skill Data untuk Persiapan Karir di bidang Artificial Intelligence
PT Etos Kreatif Indonesia dan Yayasan Rintisan Amal Bunda Turun Langsung ke NTT, Salurkan Makanan, Layanan Kesehatan hingga Dukungan Psikososial
Igloo dan DANA Luncurkan Perlindungan Hujan Parametrik All-in-One Pertama di Industri untuk Masyarakat Indonesia
LPPBI Apresiasi Tiga Bulan Irjen Djati di Sumbar: Pembenahan Internal dan Penegakan Hukum Jadi Catatan

Berita Terkait

Nasional

Komunikasi Satu Pintu Dinilai Penting Hadapi Krisis Informasi Saat Bencana

Oktober 2, 2026
Nasional

Teknologi Digital Jadi Kunci UMKM Naik Kelas dan Berkembang Berkelanjutan

September 29, 2026
Nasional

PP Tunas Jadi Langkah Perkuat Perlindungan Anak di Ruang Digital

September 29, 2026
Nasional

Masyarakat Madura Didorong Cakap Digital, Aman, Cerdas, Berbudaya dan Beretika

September 26, 2026
Show More
DigIndonews.comDigIndonews.com
Follow US
© DigIndonews.com 2024 | All Rights Reserved
  • Redaksi
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan
Sign in to your account

Lost your password?