DIGINDONEWS – Dewan Pengurus Pusat Komite Nasional Pemuda Indonesia (DPP KNPI) secara resmi meluncurkan Gerakan Nasional Kewirausahaan Pemuda sebagai komitmen untuk mencetak lebih banyak wirausaha muda yang tangguh, mandiri, dan berdaya saing. Gerakan ini diluncurkan dalam rangkaian Rapat Kerja Nasional (RAKERNAS) Pemuda/KNPI di Jakarta dan diresmikan langsung oleh Wakil Ketua Umum KADIN Indonesia sekaligus Senior DPP KNPI, Dr. Sarman Simanjorang, M.Si. Gerakan ini dihadirkan sebagai langkah nyata KNPI dalam memperkuat peran pemuda sebagai penggerak pertumbuhan ekonomi nasional melalui kewirausahaan.
Ketua Umum DPP KNPI, Saad Budiman Lubis, mengatakan bahwa Indonesia membutuhkan semakin banyak pemuda yang berani menjadi pencipta lapangan kerja, bukan hanya pencari kerja. Menurutnya, Gerakan Nasional Kewirausahaan Pemuda merupakan wadah kolaborasi untuk membangun kapasitas, memperkuat daya saing, dan membuka akses yang lebih luas bagi pemuda dalam mengembangkan usaha. “KNPI ingin menjadi rumah bagi lahirnya generasi wirausaha muda Indonesia. Kami ingin memastikan bahwa setiap pemuda yang memiliki kemauan berusaha mendapatkan akses terhadap pelatihan, pendampingan, jejaring, hingga peluang permodalan. Ketika pemuda mampu membangun usaha, maka mereka bukan hanya meningkatkan kesejahteraan dirinya, tetapi juga menciptakan lapangan kerja dan menggerakkan ekonomi daerah,” ujar Saad Budiman Lubis.
Gerakan Nasional Kewirausahaan Pemuda menghadirkan berbagai program yang dirancang untuk menjawab kebutuhan pelaku usaha muda, mulai dari pelatihan kewirausahaan, mentoring bisnis, pendampingan pengurusan legalitas usaha, pelatihan manajemen keuangan usaha, hingga membangun jaringan dan akses permodalan melalui kolaborasi dengan dunia usaha, lembaga keuangan, dan berbagai mitra strategis. Melalui pendekatan tersebut, DPP KNPI berharap dapat membangun ekosistem kewirausahaan yang berkelanjutan bagi generasi muda di seluruh Indonesia.
Wakil Ketua Umum KADIN Indonesia, Dr. Sarman Simanjorang, M.Si., mengapresiasi inisiatif DPP KNPI yang menggagas Gerakan Nasional Kewirausahaan Pemuda. Menurutnya, gerakan ini sangat relevan dengan arah pembangunan nasional yang menempatkan kewirausahaan sebagai salah satu pilar pertumbuhan ekonomi. Ia juga mengingatkan bahwa pemerintah telah menetapkan 10 Juni sebagai Hari Kewirausahaan Nasional, sehingga kehadiran gerakan yang digagas KNPI menjadi momentum penting untuk memperkuat budaya kewirausahaan di kalangan generasi muda. “Saya mengapresiasi langkah DPP KNPI yang tidak hanya berbicara tentang pentingnya kewirausahaan, tetapi menghadirkan program nyata yang menyentuh kebutuhan pemuda. Saya berharap Gerakan Nasional Kewirausahaan Pemuda mampu melahirkan lebih banyak wirausaha muda yang inovatif, berdaya saing, mampu menciptakan lapangan kerja, serta menjadi mitra strategis pemerintah dalam memperkuat perekonomian nasional,” ujar Dr. Sarman Simanjorang.
Ketua Majelis Pemuda Indonesia (MPI) DPP KNPI, Prof. Dr. Ilyas Indra, S.H., M.H., M.M., menegaskan bahwa pembangunan pemuda tidak hanya diukur dari kualitas sumber daya manusianya, tetapi juga dari tingkat kemandirian ekonominya. Menurutnya, kewirausahaan merupakan instrumen strategis untuk membangun karakter, kepemimpinan, dan daya juang generasi muda. “Pemuda harus diberikan ruang untuk bertumbuh, belajar, dan membangun usahanya dengan ekosistem yang mendukung. Melalui Gerakan Nasional Kewirausahaan Pemuda, KNPI ingin menghadirkan pendampingan yang berkelanjutan agar semakin banyak usaha milik anak muda yang berkembang, naik kelas, dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” ungkap Prof. Ilyas Indra.
Melalui Gerakan Nasional Kewirausahaan Pemuda, DPP KNPI mengajak pemerintah, KADIN Indonesia, dunia usaha, perguruan tinggi, lembaga keuangan, komunitas, dan seluruh pemangku kepentingan untuk membangun kolaborasi dalam menciptakan ekosistem kewirausahaan yang inklusif. DPP KNPI meyakini bahwa dengan memperkuat kapasitas dan akses bagi para pelaku usaha muda, Indonesia akan memiliki semakin banyak wirausaha yang mampu menjadi motor penggerak ekonomi nasional, memperluas lapangan kerja, serta mewujudkan visi Indonesia Emas 2045.


