DigIndonews.comDigIndonews.com
  • Nasional
  • Daerah
  • Politik
  • Khazanah
  • Opini
  • Ekonomi
  • Opini
  • Uncategorized
  • Redaksi
Reading: Anggaran Rp2,8 Miliar Terbuang? Pukesmas Banja Loweh Macet Karena Kontraktor Bermasalah Dan Pengawasan yang Diragukan
Share
Font ResizerAa
DigIndonews.comDigIndonews.com
Font ResizerAa
  • Nasional
  • Daerah
  • Politik
  • Khazanah
  • Opini
  • Ekonomi
  • Opini
  • Uncategorized
  • Redaksi
Search
  • Nasional
  • Daerah
  • Politik
  • Khazanah
  • Opini
  • Ekonomi
  • Opini
  • Uncategorized
  • Redaksi
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan
© Sayangi.com 2022 | All Rights Reserved
DigIndonews.com > Daerah > Limapuluh Kota > Anggaran Rp2,8 Miliar Terbuang? Pukesmas Banja Loweh Macet Karena Kontraktor Bermasalah Dan Pengawasan yang Diragukan
Limapuluh Kota

Anggaran Rp2,8 Miliar Terbuang? Pukesmas Banja Loweh Macet Karena Kontraktor Bermasalah Dan Pengawasan yang Diragukan

Agus Suprianto Published Desember 14, 2025
Share
SHARE

Limapuluh Kota, Digindonews.com – Ptoyek mangkrak di Dinas Kesehatan Lima Puluh Kota sering kali di salahkan masalah dana. Namun, proyek dengan anggaran Rp2.795.870.450 yang dikerjakan oleh CV Pangeran Di Sukses sebagai pelaksana dan CV Harrisa Consultan sebagai konsultan pengawas justru terhenti, pemicu utama adalah drama internal dan manajemen yang buruk.

 

Menurut pekerja di Pukesmas Bonjoloweh, konflik internal kontraktor seringkali memicu kendala. “Beda visi antar manajemen, saling tuding soal keputusan teknis, hingga ego individu yang memaksakan metode kerja tanpa perhitungan risiko,”

 

Jika perbedaan ini tidak diselesaikan, dia tambah, “tidak tertutup kemungkinan pekerjaan selesai terburu-buru dengan hasil yang tidak bagus.” Ujarnya, Sabtu,(13/12/25).

Baca Juga  Kadiskes Limapuluh Kota Tidak Transparan, Pembelian Tanah Pembangunan RSUD Diduga Mark UP

 

Drama lain datang dari pergantian pekerja yang terus-menerus. Seorang pekerja yang tidak mau namanya disebutkan menjelaskan: “Pekerja baru biasanya datang dengan standar yang berbeda dari pendahulunya. Kita dipaksa mengulang pekerjaan yang udah selesai karena gaya kerja tidak cocok.” Hal ini membuat progres terhambat dan moral pekerja merosot.

 

Selain itu, kontraktor juga sering mengubah desain di tengah jalan. Padahal setiap perubahan kecil pada gambar kerja akan memengaruhi jadwal. “Perubahan ini bukan kebutuhan teknis, melainkan ketidakpastian keputusan di level Dinas Kesehatan Lima Puluh Kota,” kata sumber di lapangan. Ketika desain dibolak-balik, material juga terpaksa ditunda menunggu revisi baru.

 

Masalah manajemen stok material juga menjadi kendala. Konon khabarnya, pengiriman material sengaja ditunda karena masih mencari vendor yang akan dipakai. Selain itu, pelaksana juga dikabarkan memborong banyak proyek secara bersamaan, sehingga tenaga kerja dan peralatan tidak mencukupi. “Alat dipinjam silang dengan proyek yang sudah selesai, jadi pekerjaan jadi seret,” ungkap pekerja lapangan.

Baca Juga  APKASI KE- XVI RESMI DIBUKA PRESIDEN JOKOWI, BUPATI SAFARUDDIN PERKENALKAN LIMA PULUH KOTA

 

Publik kini bertanya: Apakah Dinas Kesehatan Lima Puluh Kota telah menerapkan prinsip kehati-hatian dalam pengawasan, ataukah ada faktor lain yang memungkinkan kontraktor bermasalah ini mendapatkan proyek? (D)

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link
What do you think?
Love0
Sad0
Happy0
Sleepy0
Angry0
Dead0
Wink0
Previous Article Mangkir Dua Kali, Kuasa Hukum Dorong Polisi Naikkan Status Kasus Dana Plasma
Next Article PKN Salurkan Bantuan ke Korban Banjir dan Longsor di Aceh
Leave a comment

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kategori

  • Daerah1,149
    • Agam14
    • Bukit Tinggi14
    • Limapuluh Kota426
    • Padang35
    • Payakumbuh216
    • Solok73
  • Ekonomi1,755
  • Headline408
  • Internasional82
  • Khazanah223
  • Lifestyle112
  • Nasional990
  • Olahraga79
  • Opini182
  • Pariwara Lipsus31
  • Politik262
  • Uncategorized288
  • Video15

Berita Lainnya

Dewan Etik Partai GOLKAR Jatuhkan Sanksi kepada Kader yang Memposting Persoalan Internal di Media Sosial
Audiensi Peneliti PB HMI-MPO dengan KBRI Singapura: Mendorong Perlindungan dan Upah Layak bagi Pekerja Migran Indonesia
BINUS ASO Gandeng Imajin, Mahasiswa Siap Jadi Innovator
Pameran Kerja Sama Sustainability (Green) dan Inovatif China-Indonesia 2026 Segera Hadir

Berita Terkait

Limapuluh Kota

Ingkar Janji, Anggaran Mobil Dinas Wabup Limapuluh Kota “Dititip” ke PUPR

Juni 13, 2026
Limapuluh Kota

“Modus Baru? Kantor PUPR 50 Kota Dicat Teman”

Mei 25, 2026
Limapuluh Kota

Ferizal Ridwan Minta Isu Mobil Dinas Ketua DPRD Tak Diperdebatkan Lagi

Mei 24, 2026
Limapuluh Kota

Bupati ‘Tertipu’ Administrasi? Sekda Kini Jadi Sorotan Publik!

Mei 11, 2026
Show More
DigIndonews.comDigIndonews.com
Follow US
© DigIndonews.com 2024 | All Rights Reserved
  • Redaksi
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan
Sign in to your account

Lost your password?