Limapuluh Kota, Digindonews.com – Tokoh masyarakat sekaligus mantan birokrat yang telah berpengalaman luas di Kabupaten Limapuluh Kota, Desri Imam Mudo, S.Pd., MM., menyampaikan kritik yang membangun sekaligus pesan mendalam bagi para pemimpin daerah yang kini tengah berlaga di panggung politik. Dalam narasi bertajuk “Keberanian dan Sistem”, ia menekankan bahwa suara lantang dan janji-janji menggebu tidak akan berarti apa-apa jika bertentangan dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Desri menyoroti fenomena di mana sejumlah pihak menjanjikan program-program instan kepada masyarakat, tanpa mempertimbangkan aturan hukum maupun kondisi keuangan daerah yang saat ini sedang sulit.
Menurut Desri, kemampuan memimpin sebuah daerah tidak ditentukan oleh usia, kondisi fisik, atau sekadar keberanian semata.
“Masalah utama saat ini bukanlah soal rambut putih atau hitam, tua atau muda, dan bukan pula sekadar berani atau tidak. Yang terpenting adalah siapa yang mampu memahami dan menjalankan aturan sesuai ketentuan yang baku,” tegas Desri, Sabtu, (9/5/26).
Ia menambahkan, keberanian tanpa landasan hukum yang kuat justru akan menjadi bumerang bagi pemimpin itu sendiri. “Jangan sampai keberanian itu hanya berupa ‘asal berani’. Jika menyimpang dari Undang-Undang, siapapun pemimpinnya pasti akan terjerat hukum,” tambahnya.
Desri juga memberikan masukan terkait kondisi keuangan daerah saat ini. Adanya pemangkasan alokasi dana dari pemerintah pusat membuat ruang gerak anggaran menjadi sangat terbatas. Ia menilai, pihak yang berteriak lantang sanggup melakukan perubahan besar dalam waktu singkat tanpa didasari kemampuan anggaran yang jelas, sejatinya sedang melakukan kebohongan publik.
“Pemerintahan tidak bisa dijalankan seperti sulap ‘Sim Salabim’. Uang daerah sangat terbatas akibat pemangkasan dana pusat. Jika tidak pandai mengelola, daerah justru bisa mengalami kebangkrutan. Jadi, jika ada yang menjanjikan program di luar kemampuan regulasi dan anggaran, itu hanyalah janji manis yang berbahaya,” ujarnya.
Meski kritis, Desri tetap memberikan apresiasi terhadap semangat anak muda yang ingin terjun ke dunia kepemimpinan. Namun, ia berpesan agar para pemuda tersebut tetap membumi dan berpegang teguh pada sistem serta aturan yang berlaku.
“Wahai anak muda yang penuh semangat, berteriaklah sekuat tenaga dan majulah dengan jiwa kesatria. Namun ingatlah, Undang-Undang pemerintahan harus menjadi landasan utama. Selamat bekerja, doa kami menyertai kesuksesanmu,” tutupnya.
Pernyataan Desri Imam Mudo ini menjadi pengingat penting bagi masyarakat agar lebih jeli dalam memilih pemimpin. Jangan hanya tergiur suara lantang atau latar belakang pendidikan bergengsi, melainkan pilihlah mereka yang benar-benar paham cara bekerja dan berinovasi tetap dalam koridor aturan yang berlaku.
(Agus Suprianto)


