DigIndonews.comDigIndonews.com
  • Nasional
  • Daerah
  • Politik
  • Khazanah
  • Opini
  • Ekonomi
  • Opini
  • Uncategorized
  • Redaksi
Reading: Empat Dokter Internship Gugur, LKMI Desak Negara Evaluasi Total Sistem PIDI
Share
Font ResizerAa
DigIndonews.comDigIndonews.com
Font ResizerAa
  • Nasional
  • Daerah
  • Politik
  • Khazanah
  • Opini
  • Ekonomi
  • Opini
  • Uncategorized
  • Redaksi
Search
  • Nasional
  • Daerah
  • Politik
  • Khazanah
  • Opini
  • Ekonomi
  • Opini
  • Uncategorized
  • Redaksi
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan
© Sayangi.com 2022 | All Rights Reserved
DigIndonews.com > Nasional > Empat Dokter Internship Gugur, LKMI Desak Negara Evaluasi Total Sistem PIDI
Nasional

Empat Dokter Internship Gugur, LKMI Desak Negara Evaluasi Total Sistem PIDI

Astriani Published Mei 12, 2026
Share
SHARE

 

 

Jakarta, 11 Mei 2026 – Lembaga Kesehatan Mahasiswa Indonesia (LKMI) menyoroti serius wafatnya empat dokter peserta Program Internship Dokter Indonesia (PIDI) dalam kurun waktu kurang dari enam bulan. Direktur Eksekutif LKMI, Muhammad Fadel Yudawa, menilai peristiwa tersebut bukan lagi dapat dianggap sebagai kasus individual semata, melainkan sinyal adanya persoalan sistemik dalam tata kelola pendidikan dan pelayanan kesehatan nasional.

“Tragedi ini tidak boleh dipandang hanya sebagai persoalan ketahanan fisik atau mental pribadi. Negara harus melihat lebih jernih bahwa ada persoalan serius dalam pelaksanaan program internship dokter di Indonesia,” ujar Fadel dalam keterangannya, Senin (11/5/2026).

Menurutnya, program internship yang seharusnya menjadi fase pembinaan transisi dari dunia akademik menuju praktik profesional justru kerap berubah menjadi sarana penutup kekurangan tenaga kesehatan di berbagai daerah. Akibatnya, banyak dokter internship bekerja dalam tekanan tinggi dengan jam kerja panjang dan pengawasan yang dinilai belum optimal.

Baca Juga  AMP & KABAMSU Salurkan Bantuan ke Tolang Julu dan Garoga, Termasuk Pemulihan Sekolah

Fadel menegaskan bahwa kondisi tersebut menciptakan budaya kerja yang tidak sehat di lingkungan pelayanan kesehatan. Kelelahan dianggap hal biasa, tekanan dianggap bagian dari proses pendidikan, sementara keluhan peserta sering kali dipersepsikan sebagai bentuk kelemahan.

“Dunia kedokteran tidak boleh dibangun di atas normalisasi kelelahan. Dokter tetap manusia yang memiliki batas fisik dan psikologis,” tegasnya.

LKMI juga menyoroti wafatnya dr. Myta Aprilla Azmy yang dinilai menjadi momentum penting untuk membuka evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan PIDI. Menurut Fadel, evaluasi tidak boleh berhenti pada klarifikasi administratif ataupun narasi defensif yang menyederhanakan persoalan menjadi faktor personal semata.

Ia mendesak pemerintah melakukan audit menyeluruh terhadap pola kerja internship di lapangan, mulai dari jam kerja, sistem supervisi, kelayakan wahana, distribusi tugas, budaya kerja, hingga mekanisme pelaporan peserta.

Baca Juga  Kementerian Kebudayaan Dorong Digitalisasi Sejarah Banten: Antisipasi Hoaks dan Hilangnya Ingatan Kolektif

“Transparansi menjadi penting agar publik mengetahui bahwa keselamatan dokter muda benar-benar menjadi prioritas, bukan sekadar slogan,” katanya.

Selain itu, LKMI meminta pemerintah memperjelas status dokter internship yang selama ini dinilai berada di wilayah abu-abu. Di satu sisi mereka disebut peserta pendidikan, namun di sisi lain memikul tanggung jawab besar layaknya tenaga layanan definitif.

“Ketidakjelasan status ini berdampak pada lemahnya perlindungan hukum, kesejahteraan, dan hak kerja peserta internship,” lanjut Fadel.

LKMI menilai bangsa ini membutuhkan dokter muda yang sehat secara fisik, mental, dan profesional. Karena itu, tragedi yang terjadi saat ini harus menjadi momentum koreksi besar dalam sistem pendidikan dan pelayanan kesehatan nasional.

Baca Juga  Penipuan Berkedok Link Sedang Maraknya, Kresna Ajak Masyarakat Melek Digital

“Negara tidak boleh menunggu korban berikutnya untuk mulai bertindak serius memperbaiki sistem internship dokter di Indonesia,” tutupnya.

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link
What do you think?
Love0
Sad0
Happy0
Sleepy0
Angry0
Dead0
Wink0
Previous Article Wali Kota Zulmaeta Lakukan Pemeriksaan Kendaraan Dinas
Next Article Akun Tiba-Tiba Logout? Waspadai Modus Penipuan Ini yang Bisa Bikin Uangmu Terkuras
Leave a comment

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kategori

  • Daerah1,150
    • Agam14
    • Bukit Tinggi14
    • Limapuluh Kota427
    • Padang35
    • Payakumbuh216
    • Solok73
  • Ekonomi1,756
  • Headline408
  • Internasional82
  • Khazanah223
  • Lifestyle112
  • Nasional990
  • Olahraga79
  • Opini182
  • Pariwara Lipsus31
  • Politik262
  • Uncategorized288
  • Video15

Berita Lainnya

5 CRM Indonesia Terbaik Berdasarkan Ulasan Pengguna
Cermati LKPj 2025, Ferizal Ridwan Sarankan Dua Langkah Strategis Selamatkan Fiskal Daerah
Dewan Etik Partai GOLKAR Jatuhkan Sanksi kepada Kader yang Memposting Persoalan Internal di Media Sosial
Audiensi Peneliti PB HMI-MPO dengan KBRI Singapura: Mendorong Perlindungan dan Upah Layak bagi Pekerja Migran Indonesia

Berita Terkait

Nasional

Muktamar XIV KAMMI Tetapkan Amri Akbar sebagai Ketua Umum, Serukan KAMMI Menjadi Rumah Nyaman bagi Seluruh Kader

Juni 24, 2026
Nasional

Mahasiswa UBSI Tanamkan Cinta Tanah Air Melalui Edukasi Sejarah Lokal dan Kearifan Budaya di SD Wijaya Kusuma Jakarta

Juni 22, 2026
Nasional

Akademisi Soroti Pentingnya Penanganan Stunting untuk Wujudkan Generasi Emas 2045

Juni 22, 2026
Nasional

Pegiat Literasi Digital: MBG Jadi Kunci Memanfaatkan Bonus Demografi Indonesia

Juni 22, 2026
Show More
DigIndonews.comDigIndonews.com
Follow US
© DigIndonews.com 2024 | All Rights Reserved
  • Redaksi
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan
Sign in to your account

Lost your password?