Digindonews.com, Jakarta – Penanganan stunting dan peningkatan kualitas gizi masyarakat dinilai menjadi langkah krusial dalam menyiapkan generasi unggul menuju Indonesia Emas 2045. Isu tersebut menjadi salah satu pembahasan utama dalam webinar “Makanan Bergizi Gratis: Membangun Fondasi Pertahanan Negara Melalui Sumber Daya Manusia Unggul” yang digelar pada 18 Juni 2026.
Wakil II Dekan Fakultas Teknik Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya, Ir. Yanto, Ph.D., IPU., ASEAN Eng., mengatakan bahwa stunting masih menjadi tantangan serius karena berdampak langsung terhadap kualitas sumber daya manusia.
Menurutnya, stunting tidak hanya memengaruhi pertumbuhan fisik anak, tetapi juga perkembangan otak, kemampuan belajar, produktivitas, hingga daya saing bangsa dalam jangka panjang.
“Stunting merupakan ancaman nyata bagi upaya menciptakan generasi emas dan sumber daya manusia unggul,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa risiko stunting umumnya terjadi pada periode 1.000 hari pertama kehidupan, mulai dari masa kehamilan hingga anak berusia dua tahun.
Beberapa faktor yang memengaruhi antara lain kurangnya asupan gizi selama kehamilan, rendahnya pemberian ASI eksklusif, serta pola makan yang belum memenuhi kebutuhan nutrisi anak.
Yanto menegaskan bahwa upaya penanganan masalah gizi memerlukan kolaborasi berbagai pihak, mulai dari keluarga, pemerintah, institusi pendidikan, hingga organisasi nasional dan internasional.
Menurutnya, Program Makan Bergizi Gratis menjadi salah satu langkah strategis yang dapat mendukung peningkatan kualitas gizi sekaligus memperkuat fondasi pembangunan manusia Indonesia.
Hal senada disampaikan Deputi Bidang Promosi dan Kerja Sama Badan Gizi Nasional, Dr. Gunalan A.P., M.Si, yang menilai bahwa pemenuhan gizi merupakan investasi jangka panjang dalam pembangunan bangsa.
Ia menjelaskan bahwa anak-anak yang memperoleh asupan gizi yang baik cenderung memiliki tingkat kesehatan lebih baik, kemampuan belajar yang meningkat, serta produktivitas yang lebih tinggi saat memasuki usia kerja.
Sementara itu, Anggota Komisi I DPR RI, G. Budisatrio Djiwandono, menekankan bahwa pembangunan sumber daya manusia harus menjadi prioritas nasional di tengah perkembangan teknologi dan persaingan global yang semakin ketat.
Menurutnya, Indonesia memerlukan generasi yang sehat, cerdas, dan adaptif agar mampu bersaing serta menjaga kedaulatan bangsa di masa depan.
Melalui Program Makan Bergizi Gratis, pemerintah berharap dapat mempercepat penurunan masalah gizi dan stunting sekaligus membangun fondasi sumber daya manusia unggul yang menjadi modal utama menuju Indonesia Emas 2045.***


