DigIndonews.comDigIndonews.com
  • Nasional
  • Daerah
  • Politik
  • Khazanah
  • Opini
  • Ekonomi
  • Opini
  • Uncategorized
  • Redaksi
Reading: KPU Dorong Pendidikan Pemilih Berkelanjutan, Perkuat Demokrasi Melalui Partisipasi Masyarakat
Share
Font ResizerAa
DigIndonews.comDigIndonews.com
Font ResizerAa
  • Nasional
  • Daerah
  • Politik
  • Khazanah
  • Opini
  • Ekonomi
  • Opini
  • Uncategorized
  • Redaksi
Search
  • Nasional
  • Daerah
  • Politik
  • Khazanah
  • Opini
  • Ekonomi
  • Opini
  • Uncategorized
  • Redaksi
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan
© Sayangi.com 2022 | All Rights Reserved
DigIndonews.com > Nasional > KPU Dorong Pendidikan Pemilih Berkelanjutan, Perkuat Demokrasi Melalui Partisipasi Masyarakat
Nasional

KPU Dorong Pendidikan Pemilih Berkelanjutan, Perkuat Demokrasi Melalui Partisipasi Masyarakat

Astriani Published Agustus 3, 2026
Share
SHARE

Digindonews.com – Komisi Pemilihan Umum (KPU) terus memperkuat komitmennya dalam membangun demokrasi yang berkualitas melalui penyelenggaraan Sosialisasi dan Pendidikan Pemilih Berkelanjutan kepada Kelompok Pemilih Rentan, Marjinal, dan Pemula, Sabtu (1/8/2026).

Dalam keynote speech, KPU menegaskan bahwa kualitas demokrasi tidak hanya diukur dari tingginya angka kehadiran pemilih di Tempat Pemungutan Suara (TPS), tetapi juga dari tingkat pemahaman masyarakat terhadap hak dan kewajibannya sebagai warga negara. Karena itu, pendidikan pemilih menjadi instrumen penting untuk membentuk masyarakat yang cerdas, kritis, mandiri, dan bertanggung jawab dalam menentukan pilihan politiknya.

KPU juga menekankan pentingnya menghadirkan pendidikan pemilih yang inklusif dan berkelanjutan, terutama bagi kelompok rentan, marjinal, dan pemilih pemula. Melalui program ini, masyarakat diharapkan memiliki kemampuan menghadapi tantangan demokrasi seperti hoaks, disinformasi, politik uang, ujaran kebencian, hingga sikap apatis terhadap proses politik.

Baca Juga  Kementerian Kominfo RI Gelar Webinar Ngobrol Bareng Legislator dengan Tema "Bijak Gunakan Internet, Waspada Praktik Judi Online"

Dalam sesi materi, Sekretaris Departemen Ilmu Politik Universitas Indonesia, Teuku Harza Mauludi, S.I.P., M.P.P., mengangkat tema mengenai pentingnya kepemimpinan perempuan dalam demokrasi. Ia menjelaskan bahwa hingga kini masih banyak masyarakat yang mengidentikkan sosok pemimpin politik dengan laki-laki akibat konstruksi sosial yang telah berkembang sejak lama.

Menurutnya, kemampuan memimpin tidak ditentukan oleh jenis kelamin, melainkan oleh kompetensi, pengalaman, dan kemauan untuk membawa perubahan. Kehadiran perempuan dalam ruang pengambilan keputusan dinilai mampu menghadirkan perspektif yang lebih beragam sehingga kebijakan publik menjadi lebih inklusif.

“Politik tidak hanya berbicara tentang pemilu atau jabatan, tetapi menyangkut seluruh kebijakan yang memengaruhi kehidupan masyarakat sehari-hari,” ujarnya.

Sementara itu, Kaprodi S1 Ilmu Politik Universitas Indonesia, Ikhsan Darmawan, Ph.D., menyoroti masih rendahnya keterwakilan perempuan di DPR RI yang baru mencapai sekitar 21,9 persen atau 127 kursi berdasarkan hasil Pemilu 2024. Meski menjadi capaian tertinggi sepanjang sejarah, angka tersebut masih berada di bawah target afirmasi sebesar 30 persen.

Baca Juga  DPR RI Himbau Masyarakat Hati Hati Dalam Memberikan Data di Dunia Digital

Ia juga menjelaskan pentingnya penguatan regulasi, termasuk implementasi Putusan Mahkamah Konstitusi yang mewajibkan partai politik memenuhi kuota 30 persen perempuan dalam pencalonan legislatif sebagai langkah memperkuat demokrasi yang lebih adil dan inklusif.

Di akhir kegiatan, para narasumber mengajak masyarakat, khususnya perempuan dan generasi muda, untuk tidak ragu mengambil peran dalam kehidupan politik, aktif membangun jejaring, serta berani menyampaikan aspirasi demi terwujudnya demokrasi Indonesia yang semakin berkualitas.

Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen KPU dalam membangun budaya demokrasi yang tidak berhenti pada momentum pemilu semata, tetapi terus tumbuh melalui pendidikan politik yang berkelanjutan.***

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link
What do you think?
Love0
Sad0
Happy0
Sleepy0
Angry0
Dead0
Wink0
Previous Article MetScan V1: Pemindai Metana Berbasis Drone dengan TDLAS untuk Industri Migas
Next Article Pemko Payakumbuh Perkuat Pelestarian Adat Dan Budaya Minangkabau
Leave a comment

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kategori

  • Daerah1,220
    • Agam14
    • Bukit Tinggi14
    • Limapuluh Kota428
    • Padang37
    • Payakumbuh274
    • Solok73
  • Ekonomi2,271
  • Headline408
  • Internasional82
  • Khazanah227
  • Lifestyle113
  • Nasional1,043
  • Olahraga80
  • Opini192
  • Pariwara Lipsus31
  • Politik270
  • Uncategorized295
  • Video15

Berita Lainnya

Rayakan Kemerdekaan di Menara Jakarta dengan Promo 17•8•45
Sebanyak 113 Kontingen Memeriahkan Pawai Alegoris, Drumband, dan Marching Band HUT RI Ke-81
Wali Kota Zulmaeta Sampaikan Nota Keuangan Rancangan Perubahan APBD 2026 dalam Rapat Paripurna DPRD Kota Payakumbuh
Pemko Payakumbuh Membawa Dua Penghargaan Kompetisi Inovasi Teknologi Tepat Guna Tingkat Provinsi Sumatera Barat

Berita Terkait

Nasional

Kuasa Hukum Akan Laporkan Direktur Munira World Aqzhandy Yusman ke Polisi

Agustus 19, 2026
Nasional

BAKTI Dorong Pemerataan Konektivitas Digital untuk Perkuat UMKM di Wilayah 3T

Agustus 18, 2026
Nasional

Literasi Digital Dinilai Penting untuk Mempermudah Akses Perlindungan Sosial

Agustus 18, 2026
Nasional

Pemilu Berintegritas dan Gerakan “Suara Tidak Bisa Dibeli” Jadi Sorotan Pendidikan Pemilih

Agustus 16, 2026
Show More
DigIndonews.comDigIndonews.com
Follow US
© DigIndonews.com 2024 | All Rights Reserved
  • Redaksi
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan
Sign in to your account

Lost your password?