DigIndonews.comDigIndonews.com
  • Nasional
  • Daerah
  • Politik
  • Khazanah
  • Opini
  • Ekonomi
  • Opini
  • Uncategorized
  • Redaksi
Reading: Pancasila dan Hak Konstitusional Rakyat dalam Penyelenggaraan Pendidikan dan Penegakan Hukum Berbasis Kedaulatan Rakyat, Kemanusiaan, Kebudayaan, dan Peradaban
Share
Font ResizerAa
DigIndonews.comDigIndonews.com
Font ResizerAa
  • Nasional
  • Daerah
  • Politik
  • Khazanah
  • Opini
  • Ekonomi
  • Opini
  • Uncategorized
  • Redaksi
Search
  • Nasional
  • Daerah
  • Politik
  • Khazanah
  • Opini
  • Ekonomi
  • Opini
  • Uncategorized
  • Redaksi
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan
© Sayangi.com 2022 | All Rights Reserved
DigIndonews.com > Nasional > Pancasila dan Hak Konstitusional Rakyat dalam Penyelenggaraan Pendidikan dan Penegakan Hukum Berbasis Kedaulatan Rakyat, Kemanusiaan, Kebudayaan, dan Peradaban
NasionalOpini

Pancasila dan Hak Konstitusional Rakyat dalam Penyelenggaraan Pendidikan dan Penegakan Hukum Berbasis Kedaulatan Rakyat, Kemanusiaan, Kebudayaan, dan Peradaban

And Published Maret 2, 2025
Share
SHARE

Digindonews.com – Makassar. Ketua Dewan Pembina Puspolkam Indonesia, Firman Jaya Daeli, yang juga mantan Anggota Komisi Politik dan Hukum DPR-RI serta Anggota MPR-RI, menyampaikan pemikiran strategis dalam Dialog Kebangsaan di Universitas Negeri Makassar (UNM), 24 Februari 2025. Dialog tersebut digelar di Makassar, Sulawesi Selatan, dan dihadiri oleh mahasiswa, aktivis, akademisi, serta berbagai elemen masyarakat sipil.(1/03/2025)

Dalam paparannya, Firman Jaya Daeli menguraikan secara mendalam tentang konstruksi, substansi, dan narasi pemikiran yang berkaitan dengan Pancasila dan Konstitusi Indonesia. Ia menekankan pentingnya hak-hak konstitusional rakyat dalam penyelenggaraan pendidikan berbasis kedaulatan rakyat, kemanusiaan, kebudayaan, dan peradaban.

Dialog Kebangsaan tersebut juga menjadi momentum bagi Firman Jaya Daeli untuk berdiskusi langsung dengan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM), Dewan Mahasiswa (DEMA), serta tamu undangan lainnya. Pemikiran yang disampaikan menyoroti relevansi Pancasila sebagai ideologi bangsa dalam menghadapi tantangan global saat ini.

Baca Juga  Banyak Daerah Minta Moratorium Pemekaran Dicabut, Apa Saja Syarat Administrasi Pembentukan Daerah?

Sebelum agenda di UNM, Firman Jaya Daeli juga diundang sebagai narasumber dalam forum MPL PGIW Se-Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, dan Sulawesi Barat (Sulselrabar) di Soroaku, Luwu Timur. Dalam forum tersebut, ia membahas tema sentral tentang Pancasila, Kebangsaan, Kemajemukan, serta penguatan kelembagaan dan kaderisasi kepemimpinan di Indonesia.

Selain itu, Firman Jaya Daeli turut mengadakan pertemuan dan dialog dengan mantan Wali Kota Makassar dua periode, M. Danny Pomanto. Pertemuan tersebut berlangsung di Makassar dan membahas berbagai isu strategis terkait pembangunan daerah, kebijakan publik, serta sinergi antara pemerintah daerah, perguruan tinggi, dan masyarakat sipil.

Agenda Firman Jaya Daeli di Makassar juga mencakup menjadi pembicara di Kampus STFT Indonesia Timur. Dalam kesempatan itu, ia membahas pentingnya penguatan ideologi bangsa dalam meningkatkan kualitas kelembagaan pendidikan tinggi, organisasi kemasyarakatan, dan civil society di Indonesia.

Baca Juga  Menjelang 2024, Farah Anggota DPR RI Ingatkan Masyarakat Waspada Demokrasi Digital

Firman Jaya Daeli juga menyempatkan diri berdialog santai dengan kelompok organisasi kemahasiswaan ekstra kampus seperti Kelompok Cipayung, Perhimpunan Mahasiswa Hukum Indonesia, serta aktivis BEM dan DEMA. Suasana dialog yang penuh keakraban itu membahas tentang peran mahasiswa dalam memperkuat negara hukum dan demokrasi konstitusional di Indonesia.

Dalam lawatannya di Makassar, Firman Jaya Daeli juga mengadakan pertemuan khusus dengan Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Sulawesi Selatan, Agus Salim. Diskusi tersebut menyoroti pentingnya penguatan kelembagaan Kejaksaan dalam memperkokoh penegakan hukum dan keadilan di Indonesia.

Sebagai mantan Tim Perumus UU Kejaksaan, Firman Jaya Daeli menegaskan bahwa Kejaksaan harus terus beradaptasi dengan dinamika hukum dan masyarakat. Hal itu hanya bisa terwujud melalui peningkatan kualitas sumber daya Adhyaksa yang profesional, berintegritas, dan menjunjung tinggi nilai-nilai Pancasila.

Baca Juga  Gelar Sosialisas Pendidikan Pemilih, Ruloff Fabian: KPU Lakukan Transfer Knowledge

Kajati Sulawesi Selatan Agus Salim sendiri merupakan pejabat senior Kejaksaan RI yang memiliki rekam jejak panjang di bidang penegakan hukum. Pernah bertugas di KPK, Kejaksaan Agung, hingga menduduki sejumlah posisi strategis di daerah, menjadikan Agus Salim sosok yang kaya pengalaman dalam mendukung visi penegakan hukum berbasis kedaulatan rakyat, kemanusiaan, kebudayaan, dan peradaban. ***

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link
What do you think?
Love0
Sad0
Happy0
Sleepy0
Angry0
Dead0
Wink0
Previous Article Polisi Ungkap Praktik Penggelonggongan Ayam di Pasar Kebayoran Lama
Next Article Selesai Retreat, Bupati Safni dan Wabup Rito: Teruskan Hal-Hal Positif, Kesalahan Kebijakan Akan Diperbaiki
Leave a comment

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kategori

  • Daerah959
    • Agam14
    • Bukit Tinggi14
    • Limapuluh Kota411
    • Padang34
    • Payakumbuh63
    • Solok73
  • Ekonomi1,077
  • Headline406
  • Internasional81
  • Khazanah209
  • Lifestyle112
  • Nasional939
  • Olahraga79
  • Opini177
  • Pariwara Lipsus30
  • Politik259
  • Uncategorized268
  • Video15

Berita Lainnya

Mudik Tanpa Cemas Soal Biaya, BRI Finance Siapkan Dana Tunai Aman
Lebih Dari 80 Karyawan GokoMart Kalimantan Hadiri GokoMart Town Hall 2026
Pentingnya Tracking dan Komunikasi dalam Jasa Pengiriman Barang dan Dokumen ke Luar Negeri
IYE Apresiasi Polres 50 Kota Raih Peringkat Tiga Anev Polda Sumbar

Berita Terkait

Nasional

Pelayanan Pertamina Menjelang Hari Raya dan Upaya Menjaga Ketahanan Stok di Tengah Isu Geopolitik di Iran

Maret 6, 2026
NasionalUncategorized

ABK INDONESIA DIDUGA DIEKSPLOITASI DI KAPAL KOREA, KNP2M DESAK INVESTIGASI TERHADAP PERUSAHAAN PEREKRUT DAN PERLINDUNGAN SERIUS BAGI PEKERJA MIGRAN

Maret 6, 2026
Nasional

Hadiri Dialog Publik Bedah KUHP Baru, KH Muhammad Nuh: Jangan-Jangan Masih “Kebelanda-belandaan”

Maret 6, 2026
Nasional

Generasi Muda Berperan Strategis dalam Memperkuat Literasi Ketahanan Negara

Maret 5, 2026
Show More
DigIndonews.comDigIndonews.com
Follow US
© DigIndonews.com 2024 | All Rights Reserved
  • Redaksi
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan
Sign in to your account

Lost your password?