DigIndonews.comDigIndonews.com
  • Nasional
  • Daerah
  • Politik
  • Khazanah
  • Opini
  • Ekonomi
  • Opini
  • Uncategorized
  • Redaksi
Reading: Viral Arogansi Kadis Pertanian Limapuluh Kota: “Seakan Bupati, Wabup, Sekda Tak Punya Mata Dan Telinga”
Share
Font ResizerAa
DigIndonews.comDigIndonews.com
Font ResizerAa
  • Nasional
  • Daerah
  • Politik
  • Khazanah
  • Opini
  • Ekonomi
  • Opini
  • Uncategorized
  • Redaksi
Search
  • Nasional
  • Daerah
  • Politik
  • Khazanah
  • Opini
  • Ekonomi
  • Opini
  • Uncategorized
  • Redaksi
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan
© Sayangi.com 2022 | All Rights Reserved
DigIndonews.com > Daerah > Limapuluh Kota > Viral Arogansi Kadis Pertanian Limapuluh Kota: “Seakan Bupati, Wabup, Sekda Tak Punya Mata Dan Telinga”
Limapuluh Kota

Viral Arogansi Kadis Pertanian Limapuluh Kota: “Seakan Bupati, Wabup, Sekda Tak Punya Mata Dan Telinga”

Agus Suprianto Published Desember 28, 2025
Share
SHARE

Limapuluh Kota, Digindonews.com- Sikap arogansi Kepala Dinas (Kadis) Pertanian Kabupaten Limapuluh Kota, Witra, semakin meluas dan viral di media online, bahkan sampai meresahkan perantau asal Gonjong Limo yang mengaku “prihatin” setelah membaca pemberitaan. Kritikan memuncak karena pejabat tersebut dinilai kurang peka menanggapi isu yang beredar, malah terlihat senang duduk dan tertawa bersama sesama eselon 2.

Sikap arogansi ini mulai beredar sejak beberapa hari lalu, setelah ia dianggap tidak responsif terhadap pertanyaan wartawan mengenai output kunjungan kerja bersama Bupati Limapuluh Kota ke India beberapa bulan yang lalu. Keadaan semakin memanas ketika wartawan mencoba mengkonfirmasi langsung, alih-alih berkomunikasi, pejabat tersebut malah mengajak duel. Nomor WhatsApp Kadis dan Kabid yang diberikan Wakil Bupati (Wabup) juga tidak mendapatkan tanggapan, bahkan dinyatakan terblokir.

Baca Juga  HUT Lansia ke-28, Bupati Safaruddin: Usia Bukan Tanda Untuk Berhenti Bersemangat dan Berinovasi

Seorang tokoh masyarakat dan mantan anggota DPRD Limapuluh Kota, Khairul Apit, mengungkapkan keheranan karena pejabat tersebut tidak bisa menjelaskan hasil kunjungan yang ditanti-tanti petani gambir.

“Masak seorang kadis pertanian tidak bisa menjawab apa hasil kunjungan ke India? Menjelaskan ini kok susah sekali, ada apa sebenarnya dengan dinas pertanian?” tanyanya. Minggu, (28/12/25)

Khairul Apit juga menyarankan agar kunjungan itu tidak jadi “bola liar” atau “tunggangan kelompok tertentu” yang mengatasnamakan petani gambir.

“Harusnya ada konferensi pers. Kalau tidak, ajukan hak jawab atau hak koreksi di redaksi media agar persoalannya jelas,” ujarnya Khairul Apit

Selain itu, Khairul Apit menyentil terkait kelangkaan pupuk yang membuat petani merasa tercekik.

Baca Juga  Pemilu 2024 Selesai, KPU Apresiasi Dukungan Penuh Pemkab Limapuluh Kota

“Peran dinas pertanian tidak terasa, atau adakah indikasi Kadis ikut bermain dalam permainan pupuk ini??” tanyanya.

Kelangkaan pupuk di tengah kebutuhan tinggi, terutama bagi petani pesawah, menjadi masalah serius karena banyak yang mengalami kesulitan akibat kurangnya stok dan harga yang bervariatif.

Khairul Apit mengaku telah menyampaikan permasalahan ini langsung ke Bupati H. Safni, namun upaya itu hanya di dengar tanpa ada reaksi dari dinas terkait.

“Jangan katakan hanya wartawan saja, nomor saya pun juga diblokir oleh Kadis Pertanian. Oleh karena itu, persoalan ini sudah saya sampaikan ke Bupati H. Safni. Semoga kelangkaan pupuk dan arogansi yang ditunjukkan Kadis Pertanian ini bisa segera ditangani dan ditegur oleh Bupati Safni,” tambahnya

Baca Juga  Dari Vokal Jadi Diam: Sosok Mantan Wartawan di DPRD Ini Enggan Berkomentar soal Pembelian Mobil Camry Ketua DPRD 

Perlu dicatat, Limapuluh Kota adalah salah satu penghasil gambir terbesar di Sumatera Barat dan dunia, dengan sebagian besar produk diekspor ke India. Kunjungan pemerintah daerah ke negara tersebut sempat diharapkan petani gambir sebagai langkah untuk meningkatkan akses pasar dan harga jual komoditas mereka.

Masyarakat Limapuluh Kota dan perantau terus menantikan penjelasan terbuka dari Kadis Pertanian, agar isu yang semakin memanas ini tidak merusak kepercayaan terhadap pemerintah daerah Kabupaten Limapuluh Kota.

 

(Tim)

 

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link
What do you think?
Love0
Sad0
Happy0
Sleepy0
Angry0
Dead0
Wink0
Previous Article Bagaimana Menentukan Budget yang Realistis untuk Mobil Baru?
Next Article Pengiriman Hewan Peliharaan KAI Logistik Tumbuh, Jadi Solusi Mudik dan Libur Nataru Bersama Hewan Kesayangan
Leave a comment

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kategori

  • Daerah1,073
    • Agam14
    • Bukit Tinggi14
    • Limapuluh Kota423
    • Padang34
    • Payakumbuh156
    • Solok73
  • Ekonomi1,463
  • Headline408
  • Internasional82
  • Khazanah219
  • Lifestyle112
  • Nasional966
  • Olahraga79
  • Opini180
  • Pariwara Lipsus31
  • Politik261
  • Uncategorized283
  • Video15

Berita Lainnya

Presiden Puji Kinerja Polri, Analis: Kapolri Sungguh-Sungguh Bekerja untuk Rakyat
Perbandingan S1 International dan Branch Campus: Keunggulan Program S1 International di Indonesia
Kenapa Cavalier King Charles Spaniel Jadi Salah Satu Doggy Favorit Pecinta Hewan
Pelindo Parepare Siagakan Layanan Pelabuhan Jelang Iduladha 2026

Berita Terkait

Limapuluh Kota

Bupati ‘Tertipu’ Administrasi? Sekda Kini Jadi Sorotan Publik!

Mei 11, 2026
Limapuluh Kota

Jangan Jualan “Sim Salabim” di Tengah Krisis, Berani Saja Tak Cukup!

Mei 9, 2026
Limapuluh Kota

Pertaruhan Jabatan di Bukik Limau: Wabup Tandatangani Tuntutan Mahasiswa

Mei 9, 2026
Limapuluh Kota

Bongkar ‘Jebakan Batman’ di Limapuluh Kota: Manipulasi Anggaran dan Skandal Mobil Dinas Ketua Dewan!

Mei 3, 2026
Show More
DigIndonews.comDigIndonews.com
Follow US
© DigIndonews.com 2024 | All Rights Reserved
  • Redaksi
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan
Sign in to your account

Lost your password?