DigIndonews.comDigIndonews.com
  • Nasional
  • Daerah
  • Politik
  • Khazanah
  • Opini
  • Ekonomi
  • Opini
  • Uncategorized
  • Redaksi
Reading: Masyarakat Welesi, Papua Tuntut Tim Pembangunan Wilayah Welesi
Share
Font ResizerAa
DigIndonews.comDigIndonews.com
Font ResizerAa
  • Nasional
  • Daerah
  • Politik
  • Khazanah
  • Opini
  • Ekonomi
  • Opini
  • Uncategorized
  • Redaksi
Search
  • Nasional
  • Daerah
  • Politik
  • Khazanah
  • Opini
  • Ekonomi
  • Opini
  • Uncategorized
  • Redaksi
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan
© Sayangi.com 2022 | All Rights Reserved
DigIndonews.com > Daerah > Limapuluh Kota > Masyarakat Welesi, Papua Tuntut Tim Pembangunan Wilayah Welesi
DaerahHeadlineLimapuluh KotaNasionalOpini

Masyarakat Welesi, Papua Tuntut Tim Pembangunan Wilayah Welesi

asribel Published Februari 8, 2023
Share
SHARE

DigIndonews.com,Papua – Wilayah Welesi merupakan salah satu wilayah adat yang terbentuk sejak kehidupan nenek moyang hingga generasi kegenerasi yang dibawa komando oleh kepala wilayah dan masing-masing kepala suku, klen memimpin masyarakatnya.

Secara administrasi pemerintahan terbagi menjadi 4 distrik yaitu: Welesi, Walaik, Napua dan Pelebaga disingkat menjadi Wewanap, walaupun adanya pemekaran dalam satu wilayah terbagi tetapi keutuhan secara wilayah adat satu kesatuan dibawah komando oleh kepala wilayah.

Batas wilayah adat welesi ini dari kali tuli sampai dengan kali elagaima yang tergabung kurang lebih sekitar 9 (Sembilan) suku yang mendiami sejak nenek moyang hingga generasi kegenerasi. Keputusan batas wilayah adat ini ditentukan oleh leluhur semenjak perang suku di kala itu, dan keutuhan dalam wilayah adat ini telah berlangsung dan berlaku hingga saat ini meskipun dalam pembagian wilayah pemerintahan terbagi dalam beberapa bagian yakni wilaya Desa, Distrik dan Kabupaten. tetapi secara skala kumulatif garis katulistiwa yang suda ditetapkan oleh leluhur pada waktu itu masi berlaku dengan saat ini.

Baca Juga  Kementerian Kominfo RI Angkat Tema Webinar Tentang "Urgensi Perlindungan Data Pribadi di Era Digital"

Setelah adanya perkembangan pemekaran provinsi daerah otonomi baru yang dilakukan adalah salah satunya provisi papua pegunungan yang telah disahkan pada pertenggahan tahun 2022. Setelah terjadi pengesahan dan menjadi problem penempatan pembangunan kantor gubernur provinsi papua pegunungan ditempatkan wilayah welesi tepatnya tanah sengketa antara distrik Welesi dengan Distrik Wouma (Iluagec).

Hal ini terjadi pro dan kontra antara masyarakat wilayah welesi yang dilakukan menghibahkan kepada pemerintah tanpa persetujuan semua unsur baik tokoh agama, tokoh adat, tokoh pemudah, tokoh perempuan dan pelajar mahasiswa sebagai generasi penerus yang akan memegang tongkat estafet pemerintah dan wilayah adat tersebut.

Awal pendekatan tim pembangunan wilayah adat welesi kepada masyarakat untuk dapat meyakinkan bahwa Penghibahan lokasi untuk dibangun kantor gubernur, setelah berjalan waktu dilakukan pengukuran batas dibukit saitun hingga perbatasan wilayah wouma welesi, kemudian berubah lagi penyerahan seluas tanah mejadi 72 hektar, kemudian terus terjadi perubahan pada hari senin 6 februari 2023, wakil mentri dalam negeri Bapak Wempi Wetipo mengunjungi lokasi penempatan pembangunan kantor gubernur diminta 1.10 hektar, dari perbatasan wouma welesi hingga gereja pantekosta bukit saitun welesi, serta rumah warga yang menempati kurang lebih ratusan rumah dipingir kali (wandi-wenda) bahkan penduduk asli wilayah welesi yang menempati sekitaranya dipindahkan.

Baca Juga  Jazilul Fawaid Waketum Partai PKB Meyakini Wacana Koalisi Besar di Pilpres 2024 Mustahil Terwujud

Dengan demikian kami masyarakat wilayah adat welesi dan Wandi-Wenda yang menempati disekiar iluagec yang berasal dari distrik welesi kampung welesi, distrik walaik kampung elarek, walaik, yang menempati semenjak mudah hingga tua, beserta pemuda dan mahasiswa bahkan masyarakat adat wilayah adat welesi dari tuli sampai elagec menuntut kepada:

1. Tim peduli pembangunan wilayah adat welesi Bertangung jawab kepada masyarakat adat wilayah welesi atas penipuan penghibaan tanah disampaikan pembangunan too kantor Gubernur, berubah 72 hektar kemudian berubah lagi setelah pertemuan dengan wamen menjadi 1.10 hektar

2. Kami menuntut kepada 5 suku yang berasal dari distrik welesi segera mencabut penanda tanganan berita acara pertemuan yang dilakukan pada tanggal 05 februari 2023, bersama wakil mentri dalam negeri (Bpk. Wempi Wetipo) di Welesi.

Baca Juga  Pancasila dan Hak Konstitusional Rakyat dalam Penyelenggaraan Pendidikan dan Penegakan Hukum Berbasis Kedaulatan Rakyat, Kemanusiaan, Kebudayaan, dan Peradaban

3. Kami menuntut kepada 5 suku distrik welesi bersama tim peduli pembangunan wilayah welesi menempatkan tempat keramat kami sebagai sumber kekuatan hidup sebagai orang berbudaya

4. Kami menolak keras pembangunan dalam bentuk apapun di wilayah kami mengingat anak cucu dan tempat mencari makan sebagai masyarakat bertani

5. Kami meminta kepada wakil mentiri sebagai anak kami dilemba baliem dipertimbangkan hibahkan tanah yang dilakukan oleh sepihak.

6. Kami masyarakat distrik welesi dan walaik yang berasal dari suku Wandi – Wenda, yelipele-elopere, asso-yaleget yang menempati tempat ini, pembangunan kantor gubernur secara paksa maka, kami akan kejar dan melakukan perang dengan tim pembangunan wilayah welesi, dan 5 (lima) suku distrik welesi yang telah menghibahkan tanah atau lokasi.

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link
What do you think?
Love1
Sad0
Happy0
Sleepy1
Angry0
Dead0
Wink0
Previous Article Desy Ratnasari Adakan Webinar Ngobrol Bareng Legislator “Perkembangan Seni Budaya dengan Media Digital dan Sosial Media
Next Article Desy Ratnasari Berharap Masyarakat Untuk Terus Berkembang
Leave a comment

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kategori

  • Daerah1,043
    • Agam14
    • Bukit Tinggi14
    • Limapuluh Kota419
    • Padang34
    • Payakumbuh131
    • Solok73
  • Ekonomi1,390
  • Headline407
  • Internasional82
  • Khazanah217
  • Lifestyle112
  • Nasional958
  • Olahraga79
  • Opini180
  • Pariwara Lipsus31
  • Politik261
  • Uncategorized282
  • Video15

Berita Lainnya

Dari Pinggiran ke Panggung Tertinggi: Govvinda Yuli Effendi Jadi Harapan Baru Kalpataru 2026
Wakil Wali Kota Elzadaswarman Jadi Irup Hardiknas
Bin Zayed International Jajaki Investasi Air Bersih Jakarta, PAM JAYA Tegaskan Kolaborasi untuk Percepatan Layanan 100 Persen
Masih Maraknya Pinjol Ilegal, Adapundi Berikan Literasi dan Inklusi Keuangan pada Mahasiswa dan UMKM di Bali

Berita Terkait

Limapuluh Kota

Infrastruktur Terbengkalai, Kinerja Birokrasi Daerah Dipertanyakan

April 30, 2026
Nasional

Strategi Arahkan Anak Melek Digital Jadi Fokus Bersama, Bukan Sekadar Akses Teknologi

April 28, 2026
Nasional

MBG Jadi Fondasi Strategis Bangun Generasi Unggul Indonesia

April 28, 2026
Nasional

Swasembada Air Dimulai dari Rumah, DPR RI Dorong Perubahan Pola Konsumsi Air Masyarakat

April 28, 2026
Show More
DigIndonews.comDigIndonews.com
Follow US
© DigIndonews.com 2024 | All Rights Reserved
  • Redaksi
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan
Sign in to your account

Lost your password?