Digindonews.com – Pemanfaatan teknologi digital dinilai menjadi salah satu kunci penting dalam memperkuat daya saing dan keberlanjutan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di tengah perubahan dunia usaha yang semakin cepat.
Hal tersebut disampaikan Anggota Komisi I DPR RI Dr. H. Jefry Romdonny, M.Si., M.M., dalam kegiatan Sosialisasi Merajut Nusantara bertema “Optimalisasi Teknologi Digital untuk Pengembangan UMKM Berkelanjutan”, Senin, 24 Agustus 2026.
Jefry mengatakan UMKM memiliki posisi strategis dalam kehidupan ekonomi masyarakat karena keberadaannya memberikan manfaat secara langsung hingga ke tingkat masyarakat paling bawah.
Menurutnya, semakin banyak unit usaha yang tumbuh dan berkembang, maka semakin besar pula pergerakan ekonomi yang tercipta. UMKM bukan hanya menjadi wadah kegiatan jual beli, tetapi juga membuka lapangan pekerjaan dan memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk memperoleh penghasilan.
“UMKM merupakan salah satu penopang perekonomian bangsa. Ketika usaha tumbuh, maka berbagai sektor pendukung seperti bahan baku, tenaga kerja, distribusi hingga pemasaran juga ikut bergerak,” jelasnya.
Ia menambahkan, perkembangan teknologi telah mengubah pola masyarakat dalam menjalankan usaha, terutama dalam kegiatan pemasaran. Jika sebelumnya pelaku usaha mengandalkan metode konvensional dengan jangkauan terbatas, kini platform digital memberikan peluang untuk memperkenalkan produk kepada konsumen tanpa dibatasi jarak dan waktu.
Menurut Jefry, teknologi digital tidak semestinya hanya dipandang sebagai alat komunikasi, tetapi juga sebagai sarana strategis untuk memperluas pasar, membangun hubungan dengan konsumen, serta meningkatkan keberlangsungan usaha.
Karena itu, pelaku UMKM dituntut untuk terus belajar dan beradaptasi dengan perkembangan teknologi. Kemampuan memanfaatkan teknologi secara tepat dinilai dapat membantu pelaku usaha bekerja lebih cepat, memperluas pemasaran, serta merespons perubahan kebutuhan konsumen.
“Teknologi harus dilihat sebagai peluang, bukan ancaman. Dengan memadukan kemampuan berwirausaha, strategi bisnis dan teknologi digital, UMKM dapat tumbuh lebih kuat dan berkelanjutan,” ujarnya.
Sementara itu, Dosen STKIP Melawi Ahmad Khoiri, M.Pd., menjelaskan bahwa digitalisasi dapat menjadi pintu masuk bagi UMKM untuk meningkatkan efisiensi, inovasi dan daya saing.
Ia memaparkan bahwa UMKM masih menghadapi sejumlah tantangan, antara lain rendahnya literasi digital, keterbatasan akses pembiayaan, kualitas dan kuantitas sumber daya manusia, persaingan produk global, serta masih rendahnya adopsi teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI).
Menurut Ahmad, konsep UMKM berkelanjutan harus memperhatikan tiga aspek utama, yakni profit, people, dan planet. Profit berkaitan dengan pertumbuhan ekonomi usaha, people menyangkut pemberdayaan dan kesejahteraan manusia, sedangkan planet berkaitan dengan kepedulian terhadap lingkungan.
Ia juga memperkenalkan sejumlah teknologi yang dapat dimanfaatkan UMKM, seperti e-commerce, QRIS, cloud, AI, big data, Customer Relationship Management (CRM), dan Internet of Things (IoT).
“Transformasi digital bukan sekadar menggunakan aplikasi. Ini merupakan perubahan cara kerja agar usaha menjadi lebih efektif, efisien, inovatif dan berbasis data,” ungkapnya.
Dengan pemanfaatan teknologi yang disesuaikan dengan kebutuhan dan kemampuan usaha, UMKM diharapkan mampu memperluas pasar, meningkatkan produktivitas dan bertahan menghadapi persaingan bisnis di masa depan.***


