Digindonews.com — Perempuan memiliki peran penting dalam menentukan arah pembangunan bangsa. Pesan tersebut menjadi salah satu pembahasan utama dalam kegiatan Sosialisasi dan Pendidikan Pemilih Berkelanjutan kepada Kelompok Pemilih Rentan, Marjinal, dan Pemula yang diselenggarakan KPU, Kamis (6/8/2026).
Akademisi Siti Zaenab Fitriani, S.E., M.H. menjelaskan bahwa keterlibatan perempuan dalam politik tidak boleh dipandang hanya sebagai pemenuhan kuota representasi. Lebih dari itu, perempuan harus menjadi bagian penting dalam proses pengambilan keputusan yang memengaruhi kehidupan masyarakat.
Menurutnya, konstitusi Indonesia telah menjamin kesetaraan hak politik bagi seluruh warga negara. Namun dalam praktiknya, perempuan masih menghadapi berbagai tantangan sosial dan budaya yang menghambat partisipasi politik secara optimal.
Ia juga menekankan bahwa perempuan memiliki pengaruh besar dalam membangun budaya demokrasi sejak lingkungan keluarga. Sebagai pendidik pertama bagi anak-anak, perempuan berperan menanamkan nilai kejujuran, toleransi, dan kepedulian terhadap kehidupan berbangsa.
Di era digital, perempuan juga dituntut memiliki kemampuan literasi media agar tidak mudah terpengaruh hoaks, disinformasi, maupun berbagai bentuk kekerasan berbasis gender di ruang digital.
Sementara itu, Aktivis Perempuan Sisiana Tuamaji, S.Ak. mengajak seluruh peserta menjadikan demokrasi sebagai bagian dari pengabdian sepanjang hayat. Menurutnya, warga negara yang baik tidak berhenti setelah memberikan suara di TPS, tetapi juga terus mengawal jalannya pemerintahan dan kebijakan publik.
Melalui pendidikan pemilih berkelanjutan ini, peserta diharapkan mampu menjadi agen perubahan di lingkungan masing-masing serta memperkuat demokrasi yang inklusif, berintegritas, dan berpihak kepada kepentingan masyarakat.***


