Digindonews.com, Madura — Isu krisis air kini tidak lagi dipandang sebagai persoalan lokal semata, melainkan tantangan strategis yang membutuhkan pendekatan menyeluruh dari hulu hingga hilir. Hal ini mengemuka dalam webinar bertajuk “Swasembada Air Dimulai dari Rumah; Tips Menghemat Air Untuk Warga Madura” yang digelar pada Senin (27/4).
Anggota Komisi I DPR RI, R. H. Imron Amin, menegaskan bahwa swasembada air bukan hanya soal pembangunan infrastruktur besar seperti bendungan atau jaringan distribusi, tetapi juga tentang perubahan pola pikir masyarakat dalam menggunakan air secara bijak.
“Madura adalah contoh nyata ketimpangan distribusi air di Indonesia. Di satu sisi kita negara kaya air, tapi di sisi lain masyarakat masih harus berjuang untuk mendapatkan air bersih,” ujarnya.
Menurutnya, krisis air yang terjadi berulang setiap musim kemarau menunjukkan bahwa persoalan utama bukan semata ketersediaan, tetapi tata kelola dan perilaku konsumsi. Oleh karena itu, rumah tangga menjadi titik awal yang paling strategis dalam membangun ketahanan air nasional.
Upaya sederhana seperti menampung air hujan, mengurangi pemborosan saat mandi, serta menggunakan kembali air untuk kebutuhan non-konsumsi dinilai dapat memberikan dampak signifikan jika dilakukan secara kolektif.
“Kalau jutaan rumah tangga melakukan hal kecil secara konsisten, dampaknya akan terasa pada skala nasional,” tambahnya.
Pemerintah sendiri terus mendorong penguatan ketahanan air melalui kebijakan yang lebih adaptif dan berbasis kebutuhan lokal. Namun demikian, kolaborasi antara negara dan masyarakat menjadi kunci utama keberhasilan.
Webinar ini menegaskan bahwa swasembada air bukan hanya target pembangunan, tetapi gerakan bersama yang dimulai dari kesadaran individu di tingkat rumah tangga.***


