DigIndonews.comDigIndonews.com
  • Nasional
  • Daerah
  • Politik
  • Khazanah
  • Opini
  • Ekonomi
  • Opini
  • Uncategorized
  • Redaksi
Reading: Dinilai Oportunis, Klaim Tanah Ulayat Anton Permana Dkk Dipertanyakan Kredibilitasnya
Share
Font ResizerAa
DigIndonews.comDigIndonews.com
Font ResizerAa
  • Nasional
  • Daerah
  • Politik
  • Khazanah
  • Opini
  • Ekonomi
  • Opini
  • Uncategorized
  • Redaksi
Search
  • Nasional
  • Daerah
  • Politik
  • Khazanah
  • Opini
  • Ekonomi
  • Opini
  • Uncategorized
  • Redaksi
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan
© Sayangi.com 2022 | All Rights Reserved
DigIndonews.com > Daerah > Payakumbuh > Dinilai Oportunis, Klaim Tanah Ulayat Anton Permana Dkk Dipertanyakan Kredibilitasnya
Payakumbuh

Dinilai Oportunis, Klaim Tanah Ulayat Anton Permana Dkk Dipertanyakan Kredibilitasnya

Agus Suprianto Published Januari 12, 2026
Share
SHARE

Payakumbuh, Digindonews.com- Tensi panas menyelimuti pusat ekonomi Kota Payakumbuh. Klaim tanah ulayat Pasar Blok Barat Payakumbuh oleh kelompok yang dipimpin Anton Permana Dt. Hitam kini bukan lagi sekadar wacana di meja adat, melainkan telah menjelma menjadi polemik nasional yang mengancam urat nadi ekonomi rakyat yang sedang sekarat pasca kebakaran beberapa bulan yang lalu.

Anton Permana Dt. Hitam, sebagai Niniak Koto Nan IV, akan membawa sengketa ini langsung ke hadapan Presiden Republik Indonesia. Pasca-pleno Niniak Mamak pada 8 Desember 2025, kubu Anton Permana menegaskan akan segera melayangkan surat resmi kepada Presiden beserta jajaran kementerian terkait untuk menghentikan segala aktivitas yang dianggap melanggar hak ulayat mereka.

 “Kita tinggal mengawal hasil mufakat pleno. Kita juga akan menyurati Presiden langsung beserta jajaran kementerian dan institusi terkait di bawahnya,” ujar Anton Permana Dt. Hitam. Senin,(12/01/26).

Namun, saat di tanya mengenai langkah selanjutnya terkait klaim lahan pasar Payakumbuh Anton Permana justru tak memberi tanggapan

Baca Juga  Ketum PPI Menduga Pengelolaan Sisa Anggaran Efisiensi ke Danantara Tanpa Transparansi dan Kebal Hukum sebagai Gaya Korupsi Model Baru

“Bagaimana teknisnya, mohon maaf, tentu tak bisa kita sampaikan karena terkait strategi kita dan tim ke depan,” ujar Anton Permana

Namun, langkah “berani” ini justru memicu gelombang sinisme dan kecurigaan di tengah masyarakat. Publik mulai melontarkan pertanyaan pedas yang mengguncang kredibilitas gerakan tersebut, mengapa klaim ulayat ini baru “meledak” sekarang?

Selama puluhan tahun, Pasar Payakumbuh telah berdiri kokoh sebagai fasilitas umum dan pusat sosial-ekonomi tanpa gangguan. Publik mencium adanya aroma oportunis mengingat klaim ini muncul tepat saat pemerintah daerah tengah mengusulkan anggaran renovasi besar-besaran ke pemerintah pusat pasca-kebakaran hebat beberapa bulan lalu.

“Di mana keberadaan Anton Permana yang mengatasnamakan niniak mamak dan anak nagari Koto Nan 4, selama puluhan tahun pasar berfungsi sebagai tempat publik, fasiltasi umum? Mengapa baru muncul saat dana pembangunan pasar mulai di alokasikan?” ungkap pedagang pasar yang enggan di sebut kan namanya.

Gerakan ini dituding sebagai “penyanderaan” terhadap kemajuan kota demi ego kelompok tertentu yang baru muncul “kemarin sore.”

Baca Juga  Nyantuy Ala HmI Cabang Payakumbuh

Ketegangan semakin memuncak karena klaim tanah ulayat ini dinilai kontradiktif dengan kebutuhan mendesak para pedagang yang ingin pasar segera dibangun kembali. Publik menuntut bukti sah yang tak terbantahkan, bukan sekadar narasi tutur atau sejarah lisan yang sering kali di muat di media online. Di era transparansi hukum, klaim tanpa alas hak yang kuat dianggap tidak memiliki taji untuk menghentikan operasional fasilitas negara.

Kini, Pasar Blok Barat Kota Payakumbuh berada di persimpangan jalan. Di satu sisi, kubu Anton Permana bersikukuh pada hasil “mufakat pleno Niniak mamak” dan siap melakukan pengawalan sampai ke pusat. Di sisi lain, ribuan pedagang dan masyarakat luas menanti kepastian pembangunan pasar yang terhambat oleh sengketa ini.

Baca Juga  Diskusi Publik yang Digelar FSB Paliko Menarik Perhatian Audiance Soal Polemik Dugaan Ijazah Palsu 

Jika Anton Permana dan timnya gagal memberikan penjelasan yang logis secara hukum dan hanya mengandalkan “kerahasiaan strategi,” maka kredibilitas mereka di mata publik terancam luntur. Pasar Payakumbuh bukan sekadar tumpukan tanah ulayat, ia adalah nyawa bagi ribuan orang. Menghalangi pembangunannya dengan alasan yang mendadak muncul kini dianggap publik sebagai ironi terbesar di tengah semangat membangun daerah.

Kegaduhan di tingkat bawah terus meningkat, menanti jawaban pasti, kapan pembangunan pasar akan benar-benar dimulai?

(Agus Suprianto).

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link
What do you think?
Love0
Sad0
Happy0
Sleepy0
Angry0
Dead0
Wink0
Previous Article 7.600 Sepeda Motor Dikirimkan Selama Momen Natal dan Tahun baru 2025/2026
Next Article KAI Services Terapkan Platform E-Procurement untuk Pengadaan Lebih Terbuka
Leave a comment

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kategori

  • Daerah899
    • Agam14
    • Bukit Tinggi14
    • Limapuluh Kota405
    • Padang34
    • Payakumbuh27
    • Solok68
  • Ekonomi885
  • Headline403
  • Internasional81
  • Khazanah202
  • Lifestyle112
  • Nasional912
  • Olahraga78
  • Opini176
  • Pariwara Lipsus30
  • Politik255
  • Uncategorized261
  • Video15

Berita Lainnya

Ruas Batang–Semarang Dorong Pengembangan Kawasan Industri di Jawa Tengah
Mahasiswa Minta Tidak Mesampingkan Proses Pidana Dalam Kasus Pesta Rakyat di Garut
Kementerian PU Tambah 57 Titik Sumur Bor Pasokan Air Bersih Aceh
Usai Rilis Inflasi AS, Emas Diprediksi Masih Menguat

Berita Terkait

Payakumbuh

“RAPBD Kota Payakumbuh Tahun 2026 Disahkan, Walikota dan DPRD Tekankan Sinergi & Transparansi”

Desember 1, 2025

Presidium FKMN Desak KPK Usut Dugaan Suap: Dana Rp 4,8 Miliar Mengalir ke Rekening Pribadi Kadis Kominfo Sultra

Juli 5, 2025
Limapuluh KotaPayakumbuh

Ela_Furniture_Shop Diduga Tipu Customer dan Tidak Komitmen

Maret 31, 2025
Payakumbuh

KAHMI Gelar Buka Puasa Bersama , Bahas Efisiensi Zakat yang Tepat Sasaran

Maret 17, 2025
Show More
DigIndonews.comDigIndonews.com
Follow US
© DigIndonews.com 2024 | All Rights Reserved
  • Redaksi
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan
Sign in to your account

Lost your password?