DigIndonews.comDigIndonews.com
  • Nasional
  • Daerah
  • Politik
  • Khazanah
  • Opini
  • Ekonomi
  • Opini
  • Uncategorized
  • Redaksi
Reading: Audiensi Peneliti PB HMI-MPO dengan KBRI Singapura: Mendorong Perlindungan dan Upah Layak bagi Pekerja Migran Indonesia
Share
Font ResizerAa
DigIndonews.comDigIndonews.com
Font ResizerAa
  • Nasional
  • Daerah
  • Politik
  • Khazanah
  • Opini
  • Ekonomi
  • Opini
  • Uncategorized
  • Redaksi
Search
  • Nasional
  • Daerah
  • Politik
  • Khazanah
  • Opini
  • Ekonomi
  • Opini
  • Uncategorized
  • Redaksi
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan
© Sayangi.com 2022 | All Rights Reserved
DigIndonews.com > Nasional > Audiensi Peneliti PB HMI-MPO dengan KBRI Singapura: Mendorong Perlindungan dan Upah Layak bagi Pekerja Migran Indonesia
Nasional

Audiensi Peneliti PB HMI-MPO dengan KBRI Singapura: Mendorong Perlindungan dan Upah Layak bagi Pekerja Migran Indonesia

Astriani Published Juni 26, 2026
Share
Ket: Fungsionaris PB HMI-MPO
SHARE

 

Singapore, 26 Juni 2026 – Dalamm rangka memperkuat kajian mengenai kondisi sosial dan ketenagakerjaan pekerja migran Indonesia di Singapura, Peneliti dari PB HMI-MPO telah melakukan audiensi dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia di Singapura. Pertemuan tersebut bertujuan untuk memperoleh arahan, masukan, dan perspektif kelembagaan mengenai berbagai persoalan yang masih dihadapi oleh pekerja migran Indonesia di negara tersebut.

 

Dalam audiensi tersebut, peneliti menyampaikan bahwa penelitian yang sedang dilakukan berfokus pada aspek perlindungan ketenagakerjaan, kesejahteraan sosial, serta dinamika hubungan kerja yang dialami pekerja migran Indonesia. Salah satu perhatian utama penelitian adalah persoalan kepastian upah, perlindungan hak-hak pekerja, serta mekanisme penyelesaian sengketa ketenagakerjaan yang mungkin dihadapi oleh para pekerja migran.

Baca Juga  Harlah 90 GP Ansor Saksi Lahirnya Pernyataan Sikap Pemuda Melalui Pernyataan Sikap Gerakan Pemuda se-Sumatera Barat

 

Rizki Medisandi Harahap dan Adinda Aidiya Fitriannisa Peneliti utusan dari PB HMI-MPO juga meminta arahan mengenai wilayah-wilayah penelitian sosial yang relevan untuk dikaji secara mendalam, termasuk kondisi kerja, akses terhadap bantuan hukum, perlindungan sosial, kesehatan mental pekerja migran, serta hubungan antara pekerja dan pemberi kerja. Kajian tersebut diharapkan dapat menghasilkan rekomendasi kebijakan yang konstruktif bagi peningkatan perlindungan pekerja migran Indonesia di masa mendatang.

 

Dalam diskusi yang berlangsung Kombes (Pol) Rony Sidabutar mengatakan pentingnya pemahaman terhadap peraturan ketenagakerjaan yang berlaku di Singapura menjadi salah satu poin utama.

 

Penelitian ini juga menaruh perhatian pada berbagai tantangan yang berpotensi memengaruhi kesejahteraan pekerja, termasuk ketidakpastian pendapatan akibat pengurangan hari kerja, pemotongan upah yang tidak sesuai ketentuan, maupun ancaman kehilangan penghasilan yang dapat berdampak pada kondisi ekonomi pekerja dan keluarganya.

Baca Juga  Pemuda Peduli Indonesia Desak Kejagung Usut Dugaan Pungli di Padang Lawas, Libatkan Pemdes dan Ketua APDESI

 

Melalui penelitian ini, PB HMI-MPO berharap dapat memberikan kontribusi akademik dan rekomendasi kebijakan yang berbasis data lapangan. Hasil penelitian nantinya diharapkan mampu menjadi bahan pertimbangan bagi pemerintah Indonesia, perwakilan diplomatik, organisasi masyarakat sipil, serta para pemangku kepentingan lainnya dalam memperkuat perlindungan pekerja migran Indonesia.

 

Lebih jauh, penelitian ini bertujuan mendorong terwujudnya sistem ketenagakerjaan yang adil, transparan, dan menghormati martabat pekerja. Upah yang layak, kepastian pembayaran gaji sesuai kontrak kerja, serta perlindungan terhadap praktik-praktik yang merugikan pekerja merupakan bagian penting dari upaya mewujudkan kesejahteraan pekerja migran Indonesia di luar negeri.

 

Sebagai peneliti dari PB HMI-MPO, saya meyakini bahwa penelitian bukan hanya bertujuan menghasilkan karya ilmiah, tetapi juga menjadi sarana advokasi berbasis data untuk memperjuangkan hak-hak pekerja migran Indonesia. Melalui kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk KBRI Singapura, diharapkan lahir rekomendasi yang dapat memperkuat perlindungan, meningkatkan kesejahteraan, dan memastikan setiap pekerja migran Indonesia memperoleh perlakuan yang adil sesuai prinsip hak asasi manusia dan hukum yang berlaku.

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link
What do you think?
Love1
Sad0
Happy0
Sleepy0
Angry0
Dead0
Wink0
Previous Article BINUS ASO Gandeng Imajin, Mahasiswa Siap Jadi Innovator
Next Article Dewan Etik Partai GOLKAR Jatuhkan Sanksi kepada Kader yang Memposting Persoalan Internal di Media Sosial
Leave a comment

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kategori

  • Daerah1,166
    • Agam14
    • Bukit Tinggi14
    • Limapuluh Kota427
    • Padang35
    • Payakumbuh229
    • Solok73
  • Ekonomi1,919
  • Headline408
  • Internasional82
  • Khazanah224
  • Lifestyle112
  • Nasional997
  • Olahraga79
  • Opini183
  • Pariwara Lipsus31
  • Politik262
  • Uncategorized293
  • Video15

Berita Lainnya

PM India Narendra Modi Akhiri Kunjungan Kenegaraan ke Indonesia, Lanjutkan Lawatan ke Australia
Prabowo dan PM Modi Perkuat Kemitraan Indonesia-India, Sepakati 14 MoU dan Enam Inisiatif Strategis
BRI Insurance Serahkan Santunan Klaim Personal Accident Senilai Rp100 Juta kepada Ahli Waris Nasabah
Sudah siap belum? Tagihan RS tembus ratusan juta, kita bisa apa?

Berita Terkait

Nasional

RDP RUU Daerah Kepulauan: Desak ‘Lex Specialis’ demi 28,5 Juta Warga, Senator Boy Latuconsina meminta Negara Hadir

Juli 9, 2026
Nasional

Aktivis Pemuda Nasional Nilai Kritik terhadap Komjen Pol. Gatot Tri Suryanta Harus Berimbang dan Berbasis Fakta

Juli 6, 2026
Nasional

Tanzar Maharsi: Kepemimpinan Baru TP Sriwijaya Diharapkan Menjadi Energi Pemersatu dan Penggerak Pembangunan Daerah

Juni 28, 2026
Nasional

Pengangkatan Gelar Adat kepada Presiden ke-7 RI Joko Widodo Merupakan Wujud Penghormatan terhadap Nilai Budaya Nusantara

Juni 28, 2026
Show More
DigIndonews.comDigIndonews.com
Follow US
© DigIndonews.com 2024 | All Rights Reserved
  • Redaksi
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan
Sign in to your account

Lost your password?