DigIndonews.comDigIndonews.com
  • Nasional
  • Daerah
  • Politik
  • Khazanah
  • Opini
  • Ekonomi
  • Opini
  • Uncategorized
  • Redaksi
Reading: 12 Juta Warga Tercatat Bertransaksi Judi Online, Akademisi: Ini Bukan Sekadar Permainan
Share
Font ResizerAa
DigIndonews.comDigIndonews.com
Font ResizerAa
  • Nasional
  • Daerah
  • Politik
  • Khazanah
  • Opini
  • Ekonomi
  • Opini
  • Uncategorized
  • Redaksi
Search
  • Nasional
  • Daerah
  • Politik
  • Khazanah
  • Opini
  • Ekonomi
  • Opini
  • Uncategorized
  • Redaksi
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan
© Sayangi.com 2022 | All Rights Reserved
DigIndonews.com > Nasional > 12 Juta Warga Tercatat Bertransaksi Judi Online, Akademisi: Ini Bukan Sekadar Permainan
Nasional

12 Juta Warga Tercatat Bertransaksi Judi Online, Akademisi: Ini Bukan Sekadar Permainan

Astriani Published Agustus 14, 2026
Share
SHARE

Digindonews.com – Sebanyak 12 juta warga Indonesia tercatat melakukan deposit judi online melalui 422,1 juta transaksi sepanjang 2025. Data tersebut dipaparkan Akademisi Universitas Al-Azhar Indonesia Wildan Hakim, S.Sos., M.Si., dalam webinar “Waspada Judi Online”, Kamis, 13 Agustus 2026.

Wildan mengatakan angka tersebut menunjukkan judi online telah berkembang menjadi persoalan serius yang tidak lagi dapat dipandang sebagai sekadar aktivitas permainan. Fenomena tersebut telah menimbulkan dampak ekonomi, sosial hingga psikologis bagi masyarakat.

Ia juga memaparkan data mikro Kabupaten Bandung yang diolah PPATK. Dalam data tersebut terdapat sekitar 182.450 orang yang terindikasi sebagai pemain judi online dengan nilai deposit mencapai Rp382,7 miliar.

Menurut Wildan, terdapat sejumlah faktor yang membuat judi online semakin berkembang. Pertama, akses internet yang semakin mudah dan murah. Kedua, kemunculan aplikasi dan situs baru yang berlangsung sangat cepat. Ketiga, tekanan ekonomi yang membuat sebagian masyarakat tergoda mencari penghasilan secara instan.

Baca Juga  Setelah Sekian Lama, Akhirnya Partai Demokrat Umumkan Dukungan Kepada Anies Baswedan

“Judi online menawarkan harapan mendapatkan uang dengan cepat, padahal pada akhirnya pemain justru berpotensi mengalami kerugian yang lebih besar,” jelasnya.

Wildan menyebut kelompok usia produktif menjadi salah satu kelompok yang rentan terhadap judi online. Mereka memiliki akses terhadap uang dan perangkat digital sehingga lebih mudah terdorong untuk mencoba dan mengulangi aktivitas perjudian.

Ia menjelaskan kemenangan awal yang diperoleh pemain dapat menjadi pemancing agar seseorang terus bermain. Ketika kalah, pemain kemudian terdorong menambah taruhan dengan harapan dapat mengembalikan uang yang telah hilang.

Dalam kondisi kecanduan, seseorang dapat mengabaikan tanggung jawab keluarga dan pekerjaan. Tekanan kebutuhan untuk terus berjudi juga dapat mendorong seseorang mencari pinjaman, menjual aset hingga melakukan tindakan kriminal.

Baca Juga  Menjadi Narasumber Pada Diskusi Anti Golput , Asribel : Jangan Sampai Hak Pilih Tidak Digunakan

Dampak judi online juga menyentuh kesehatan mental. Kekalahan berulang dan tekanan utang dapat memicu stres, kecemasan dan depresi.

Karena itu, Wildan meminta keluarga lebih peka terhadap perubahan perilaku anggota keluarga yang mulai menunjukkan tanda-tanda kecanduan.

Ia menyarankan orang tua melakukan pengawasan terhadap penggunaan telepon seluler anggota keluarga serta membangun komunikasi terbuka mengenai risiko judi online.

Secara teknis, masyarakat juga dapat menggunakan filter konten dan memblokir nomor yang menawarkan judi online. Bagi kelompok yang belum matang secara finansial, ia menyarankan agar tidak menyimpan uang dalam jumlah besar pada dompet digital atau rekening yang mudah digunakan untuk melakukan deposit.

Wildan menekankan pemberantasan judi online merupakan tanggung jawab bersama. Pemerintah dan aparat penegak hukum memiliki peran dalam penindakan, sementara keluarga, sekolah dan masyarakat memiliki posisi penting dalam pencegahan.

Baca Juga  Program MBG Dinilai Efektif Jadi Dapur Darurat Saat Bencana di Sumatra

Ia mengajak masyarakat memahami bahwa perjudian bukanlah jalan untuk memperbaiki kondisi ekonomi.

“Probabilitas menang tidak boleh dijadikan alasan untuk terus bermain. Pada akhirnya, sistem perjudian dirancang agar keuntungan terbesar berada di pihak penyelenggara,” pungkasnya.***

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link
What do you think?
Love0
Sad0
Happy0
Sleepy0
Angry0
Dead0
Wink0
Previous Article Sekjen MUI Dukung “WHO 2026”, Konsumen Aman dan Produktif
Next Article Judi Online Bikin Utang Menumpuk dan Rumah Tangga Retak, Didi: Masa Depan Tidak Dibangun dengan Taruhan
Leave a comment

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kategori

  • Daerah1,213
    • Agam14
    • Bukit Tinggi14
    • Limapuluh Kota428
    • Padang37
    • Payakumbuh267
    • Solok73
  • Ekonomi2,263
  • Headline408
  • Internasional82
  • Khazanah227
  • Lifestyle113
  • Nasional1,041
  • Olahraga80
  • Opini192
  • Pariwara Lipsus31
  • Politik270
  • Uncategorized295
  • Video15

Berita Lainnya

BAKTI Dorong Pemerataan Konektivitas Digital untuk Perkuat UMKM di Wilayah 3T
Penanganan Judi Online Tak Cukup dengan Pemblokiran, Perlu Penegakan Hukum dan Kesadaran Masyarakat
Masyarakat Diminta Cek Legalitas Pinjol dan Lindungi Data Pribadi
Literasi Digital Dinilai Penting untuk Mempermudah Akses Perlindungan Sosial

Berita Terkait

Nasional

Judi Online Bikin Utang Menumpuk dan Rumah Tangga Retak, Didi: Masa Depan Tidak Dibangun dengan Taruhan

Agustus 14, 2026
Nasional

Sekjen MUI Dukung “WHO 2026”, Konsumen Aman dan Produktif

Agustus 14, 2026
Nasional

Komisi I DPR RI Dorong Verifikasi Usia Diperketat, Lindungi Anak dari Ancaman Ruang Digital

Agustus 13, 2026
Nasional

Penguatan Keamanan Kawasan Industri untuk Ketahanan Ekonomi: Sespimmen Polri Poklat XXI Gelar Kajian Strategis di Tangerang

Agustus 13, 2026
Show More
DigIndonews.comDigIndonews.com
Follow US
© DigIndonews.com 2024 | All Rights Reserved
  • Redaksi
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan
Sign in to your account

Lost your password?