DigIndonews.comDigIndonews.com
  • Nasional
  • Daerah
  • Politik
  • Khazanah
  • Opini
  • Ekonomi
  • Opini
  • Uncategorized
  • Redaksi
Reading: Tragedi Kemanusiaan di NTT: Ketika Negara Absen dari Kehidupan Anak
Share
Font ResizerAa
DigIndonews.comDigIndonews.com
Font ResizerAa
  • Nasional
  • Daerah
  • Politik
  • Khazanah
  • Opini
  • Ekonomi
  • Opini
  • Uncategorized
  • Redaksi
Search
  • Nasional
  • Daerah
  • Politik
  • Khazanah
  • Opini
  • Ekonomi
  • Opini
  • Uncategorized
  • Redaksi
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan
© Sayangi.com 2022 | All Rights Reserved
DigIndonews.com > Daerah > Tragedi Kemanusiaan di NTT: Ketika Negara Absen dari Kehidupan Anak
DaerahUncategorized

Tragedi Kemanusiaan di NTT: Ketika Negara Absen dari Kehidupan Anak

Julandar Published Februari 5, 2026
Share
SHARE

DIGINDONEWS — Kasus bunuh diri seorang anak berusia 10 tahun di Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT), bukan sekadar kisah tragis tentang ketidakmampuan orang tua memenuhi permintaan buku dan alat tulis. Peristiwa ini adalah potret telanjang dari matinya kemanusiaan dan gagalnya sistem negara yang seharusnya hadir untuk melindungi rakyat paling rentan.

Sebagai seorang pemuda NTT, saya menulis opini ini dengan hati yang sangat terluka. Luka ini bukan hanya karena duka atas kepergian seorang anak, tetapi karena rasa malu dan marah melihat bagaimana tanah yang saya cintai kembali menjadi saksi bisu kegagalan negara melindungi generasi mudanya.

Tragedi ini seolah menegaskan bahwa jeritan anak-anak di daerah pinggiran masih terlalu sering diabaikan.
Anak itu tidak meminta gawai, tidak meminta kemewahan. Ia hanya meminta buku dan alat tulis—hak paling dasar dalam sistem pendidikan yang katanya “wajib belajar”. Namun bahkan hak paling elementer itu pun tak mampu dijamin oleh negara.

Baca Juga  Rakyat Memilih, Rakyat Menentukan: Melampaui Demokrasi Formal dalam Perspektif Membangun Kekuatan Politik Rakyat

Di titik inilah tragedi ini berubah dari persoalan keluarga menjadi persoalan struktural dan kegagalan kebijakan publik.
Pertanyaan mendesak yang harus diajukan adalah: ke mana anggaran Program Indonesia Pintar (PIP)? Ke mana alokasi bantuan sosial dari Dana Desa? Mengapa sebuah keluarga yang secara nyata masuk dalam kategori miskin ekstrem bisa luput dari mata negara—luput dari pendataan, pengawasan, dan intervensi? Apakah sistem kita yang rusak, atau para pengambil kebijakan yang telah kehilangan kepekaan dan nurani?

Kasus ini adalah tamparan keras bagi semua pemangku kepentingan, dari pemerintah pusat hingga pemerintah desa. Negara tidak boleh bersembunyi di balik laporan administratif yang tampak rapi, sementara di lapangan anak-anak menanggung beban kemiskinan hingga kehilangan harapan hidup. Kemiskinan ekstrem bukan sekadar angka statistik dalam presentasi kementerian; ia adalah luka nyata yang bisa merenggut nyawa, bahkan nyawa seorang anak.

Baca Juga  Terkesan Dukung Koruptor, Amien Rais Menjadi Sorotan Masyarakat

Lebih menyedihkan lagi, tragedi ini memperlihatkan bahwa pendidikan di wilayah tertinggal masih kerap diperlakukan sebagai slogan politik, bukan tanggung jawab konstitusional. Ketika akses pendidikan masih bergantung sepenuhnya pada kemampuan ekonomi orang tua, maka negara sesungguhnya telah gagal menjalankan mandat untuk mencerdaskan kehidupan bangsa.

Sebagai pemuda NTT, saya menolak untuk diam. Tragedi ini tidak boleh diselesaikan dengan belasungkawa dan janji kosong. Yang dibutuhkan adalah evaluasi menyeluruh dan tindakan nyata: pembenahan sistem pendataan warga miskin ekstrem, transparansi dan pengawasan ketat penyaluran PIP dan Dana Desa, serta keterlibatan aktif pemerintah, sekolah, dan masyarakat dalam mendeteksi kondisi sosial dan psikologis anak-anak rentan.

Jika seorang anak berusia 10 tahun bisa sampai pada keputusan paling ekstrem karena merasa tidak memiliki jalan keluar, maka sesungguhnya yang runtuh bukan hanya hidup seorang anak—tetapi juga nurani kolektif kita sebagai bangsa.

Baca Juga  Kawasan Pasar Raya Terbakar, Ditaksir Kerugian Mencapai 1,2 M

Tragedi Ngada harus menjadi titik balik. Pembangunan tidak boleh hanya diukur dari angka pertumbuhan dan proyek infrastruktur, melainkan dari seberapa serius negara hadir melindungi anak-anaknya, terutama mereka yang hidup di wilayah paling terpinggirkan. Jika tidak, maka tragedi ini akan terus berulang, dan kita semua—tanpa kecuali—ikut bertanggung jawab.

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link
What do you think?
Love0
Sad1
Happy0
Sleepy0
Angry0
Dead0
Wink0
Previous Article Dukung Gerakan Satu Juta Pohon, KAI Logistik Konsisten Tegaskan Komitmen Lingkungan
Next Article Penguatan Program Kebun Dasa Wisma di Nagari Durian Kapeh Darussalam Bersama Mahasiswa KKN UNP dalam Mendukung Ketahanan Pangan Penguatan Program Kebun Dasa Wisma di Nagari Durian Kapeh Darussalam Bersama Mahasiswa KKN UNP dalam Mendukung Ketahanan Pangan
Leave a comment

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kategori

  • Daerah934
    • Agam14
    • Bukit Tinggi14
    • Limapuluh Kota409
    • Padang34
    • Payakumbuh45
    • Solok70
  • Ekonomi975
  • Headline404
  • Internasional81
  • Khazanah206
  • Lifestyle112
  • Nasional926
  • Olahraga79
  • Opini176
  • Pariwara Lipsus30
  • Politik257
  • Uncategorized267
  • Video15

Berita Lainnya

BRI Region 6/Jakarta 1 Gelar Workshop Customer Experience 2026, Perkuat Peran Frontliner dalam Meningkatkan Kepuasan Nasabah
Pasar Mobil Baru Awal Tahun Menguat, BRI Finance Hadirkan Solusi Pembiayaan Kompetitif
PTPN IV Palmco Apresiasi 32 Pemanen Terbaik Lewat Program Journey of Excellence
Dukung Kenyamanan Mobilitas, BRI Finance Tawarkan Fasilitas Dana yang Aman dan Fleksibel

Berita Terkait

Payakumbuh

Pemerintah Kota Payakumbuh Gelar Gotong Royong, Gerakan Nasional Indonesia Asri

Februari 14, 2026
Payakumbuh

Wakil Walikota Elzadaswarman Tinjau Pasar Pabukoan Kelurahan Tiakar

Februari 14, 2026
Payakumbuh

Pemko Payakumbuh Gelar Kegiatan Tarhib Ramadhan Dalam Rangka Menyambut Bulan Ramadhan 1447 Hijriah

Februari 14, 2026
PayakumbuhUncategorized

Walikota Payakumbuh Serahkan Bantuan Sosial Swadaya Masyarakat

Februari 14, 2026
Show More
DigIndonews.comDigIndonews.com
Follow US
© DigIndonews.com 2024 | All Rights Reserved
  • Redaksi
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan
Sign in to your account

Lost your password?