DigIndonews.comDigIndonews.com
  • Nasional
  • Daerah
  • Politik
  • Khazanah
  • Opini
  • Ekonomi
  • Opini
  • Uncategorized
  • Redaksi
Reading: Sekum PP ISNU Wardi Taufik: Tayangan Trans7 Telah Lukai Marwah Pesantren
Share
Font ResizerAa
DigIndonews.comDigIndonews.com
Font ResizerAa
  • Nasional
  • Daerah
  • Politik
  • Khazanah
  • Opini
  • Ekonomi
  • Opini
  • Uncategorized
  • Redaksi
Search
  • Nasional
  • Daerah
  • Politik
  • Khazanah
  • Opini
  • Ekonomi
  • Opini
  • Uncategorized
  • Redaksi
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan
© Sayangi.com 2022 | All Rights Reserved
DigIndonews.com > Nasional > Sekum PP ISNU Wardi Taufik: Tayangan Trans7 Telah Lukai Marwah Pesantren
Nasional

Sekum PP ISNU Wardi Taufik: Tayangan Trans7 Telah Lukai Marwah Pesantren

Putra Published Oktober 15, 2025
Share
SHARE

Jakarta – Sekretaris Umum Pimpinan Pusat Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (PP ISNU), Wardi Taufik, mengecam keras tayangan program “Xpose Uncensored” Trans7 yang dianggap menciptakan persepsi menyesatkan tentang pesantren. Ia menilai, penggambaran visual seperti santri “ngesot” dan narasi simbolik tentang “amplop” mencoreng martabat pesantren sebagai pusat pendidikan dan peradaban. “Cara mereka menyajikan relasi kiai dan santri tidak hanya tidak proporsional, tetapi juga melukai nilai adab dan khidmah yang sudah ratusan tahun dijaga,” tegas Wardi.

Menurutnya, pesantren bukan sekadar institusi keagamaan, melainkan benteng moral bangsa. “Pesantren itu tempat lahirnya karakter dan martabat. Ketika media menggambarkannya dengan cara yang dangkal, mereka sama saja merusak kepercayaan publik terhadap warisan peradaban,” ujar Wardi.
Ia menekankan bahwa hubungan kiai dan santri tidak pernah bisa dipahami secara kasat mata. “Itu bukan relasi ritual atau akademik biasa, itu hubungan ruhani, hubungan pembentukan jiwa,” tambahnya.

Baca Juga  Hati - Hati Dengan Pinjaman Online Illegal

Wardi menilai tayangan tersebut tidak hanya gagal memahami kultur pesantren, tetapi juga berbahaya secara sosial.
“Narasi semacam ini bisa memicu stigma. Nanti masyarakat awam mengira pesantren penuh praktik aneh dan tidak rasional. Padahal, pesantren adalah pusat ilmu dan kebangsaan,” ucapnya. Ia menyebut bahwa media seharusnya membangun pemahaman, bukan menebar sensasi.

Atas peristiwa ini, PP ISNU mendesak Trans7 segera menarik episode tersebut dari seluruh platform digital.
“Tayangan itu harus ditarik, tidak cukup hanya diam. Harus ada klarifikasi etik dan permintaan maaf,” kata Wardi. Menurutnya, koreksi publik merupakan bagian dari tanggung jawab media terhadap harmoni sosial dan keberagaman. “Kebebasan berekspresi tidak berarti bebas melukai,” ujarnya menegaskan.

Baca Juga  Nia Ramadhani Luncurkan Novel "Cerita Ade" di Lokasi Rehabilitasi

Selain itu, Wardi juga mendorong Trans7 untuk memperbaiki kesalahan tersebut dengan langkah konstruktif.
“Kalau memang ingin mengulas pesantren, buatlah dokumenter yang benar. Tunjukkan bagaimana pesantren membangun SDM, mendidik generasi, bahkan masuk dalam arus digitalisasi pendidikan Islam,” katanya. Ia menegaskan bahwa pesantren kini bukan lembaga tertutup, melainkan aktor penting dalam pembangunan bangsa.
ISNU pun meminta campur tangan regulator media. “KPI dan Dewan Pers harus turun. Ini bukan sekadar soal tayangan kontroversial, ini soal pelanggaran etik jurnalistik, yakni tidak akurat juga tidak berimbang,” tegas Wardi.

Ia mengingatkan bahwa tema keagamaan dan kebudayaan memerlukan kepekaan tinggi.
Di akhir pernyataannya, Wardi menyerukan agar kasus ini menjadi pelajaran bagi dunia penyiaran. “Kami tidak anti kritik. Tapi narasi yang melukai itu berbeda dengan kritik. Jangan jadikan pesantren komoditas sensasi,” tuturnya. Ia mengajak semua pihak untuk menjaga marwah pesantren sebagai warisan peradaban bangsa. “Kalau marwah pesantren rusak, yang terguncang bukan hanya umat, tetapi fondasi moral bangsa,” tutupnya.

TAGGED:ppisnuwarditaufik
Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link
What do you think?
Love0
Sad0
Happy0
Sleepy0
Angry0
Dead0
Wink0
Previous Article Aktivis Pemuda Nasional Apresiasi Langkah Tegas Polda Sumbar Berantas Narkoba
Next Article Aktivis HMI Dukung Langkah BNN: Rehabilitasi Adalah Jalan Pemulihan, Bukan Hukuman
Leave a comment

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kategori

  • Daerah1,168
    • Agam14
    • Bukit Tinggi14
    • Limapuluh Kota427
    • Padang36
    • Payakumbuh230
    • Solok73
  • Ekonomi1,947
  • Headline408
  • Internasional82
  • Khazanah224
  • Lifestyle112
  • Nasional1,000
  • Olahraga79
  • Opini186
  • Pariwara Lipsus31
  • Politik262
  • Uncategorized293
  • Video15

Berita Lainnya

Perlindungan Data Pribadi Jadi Kunci Keamanan Masyarakat di Era Digital
Gizi, Keamanan Pangan, dan Literasi Digital Jadi Kunci Tumbuh Kembang Anak Indonesia
BP BUMN Tinjau Operasional Pelindo Gresik, Perkuat Layanan Logistik Nasional
P3SRS Belmont Residence Tower Everest Paparkan Rekam Jejak Opini Audit, Posisi Kas, dan Tetapkan Keputusan Strategis pada RUTA 2026

Berita Terkait

Nasional

Pemilu Inklusif Wujudkan Kedaulatan Rakyat Tanpa Diskriminasi

Juli 13, 2026
Nasional

Aktivis Perempuan Soroti Pentingnya Partisipasi Politik yang Bermakna

Juli 13, 2026
Nasional

RDP RUU Daerah Kepulauan: Desak ‘Lex Specialis’ demi 28,5 Juta Warga, Senator Boy Latuconsina meminta Negara Hadir

Juli 9, 2026
Nasional

Aktivis Pemuda Nasional Nilai Kritik terhadap Komjen Pol. Gatot Tri Suryanta Harus Berimbang dan Berbasis Fakta

Juli 6, 2026
Show More
DigIndonews.comDigIndonews.com
Follow US
© DigIndonews.com 2024 | All Rights Reserved
  • Redaksi
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan
Sign in to your account

Lost your password?