DigIndonews.comDigIndonews.com
  • Nasional
  • Daerah
  • Politik
  • Khazanah
  • Opini
  • Ekonomi
  • Opini
  • Uncategorized
  • Redaksi
Reading: SANG IMAM DAN SEORANG PEMALAS 
Share
Font ResizerAa
DigIndonews.comDigIndonews.com
Font ResizerAa
  • Nasional
  • Daerah
  • Politik
  • Khazanah
  • Opini
  • Ekonomi
  • Opini
  • Uncategorized
  • Redaksi
Search
  • Nasional
  • Daerah
  • Politik
  • Khazanah
  • Opini
  • Ekonomi
  • Opini
  • Uncategorized
  • Redaksi
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan
© Sayangi.com 2022 | All Rights Reserved
DigIndonews.com > Khazanah > SANG IMAM DAN SEORANG PEMALAS 
Khazanah

SANG IMAM DAN SEORANG PEMALAS 

Agus Salim Published Juli 15, 2023
Share
SHARE

khazanah

 

 

Oleh : Syaiful Anwar

Dosen FE Unand Kampus II Payakumbuh 

 

 

Suatu hari, ketika Imam Abu Hanifah sedang berjalan-jalan melewati sebuah rumah yang jendelanya masih terbuka, terdengar oleh beliau suara orang yang mengeluh dan menangis tersedu-sedu sambil berkata, “Aduhai, alangkah malangnya nasibku ini, agaknya tiada seorang pun yang lebih malang dari nasibku yang celaka ini. Sejak dari pagi belum lagi datang sesuap nasi atau makanan pun di kerongkonganku sehingga seluruh badanku menjadi lemah lunglai. Oh, manakah hati yang belas kasihan yang sudi memberi curahan air walau setetes. 

 

Mendengar keluhan itu, Abu Hanifah merasa kasihan, lalu beliau pun balik ke rumahnya dan mengambil bungkusan hendak diberikan kepada orang itu. Setelah sampai ke rumah orang itu, dia terus melemparkan bungkusan yang berisi uang kepada si malang tadi dan meneruskan perjalanannya. Sementara itu, si malang berasa terkejut setelah mendapati sebua bungkusan yang tidak diketahui dari mana datangnya. Lantas ia segera membukanya. Setelah dibuka, nyatalah bungkusan itu berisi uang dan secarik kertas yang bertuliskan, “Hai manusia, sungguh tidak wajar kamu mengeluh sedemikian itu, kamu tidak pernah atau perlu mengeluhkan peruntungan nasibmu. Ingatlah kepada kemurahan Allah dan cobalah berdoa kepada-Nya dengan bersungguhsungguh. Jangan mudah berputus asa, hai kawan, tetapi berusahalah terus sekuat tenagamu.” 

Baca Juga  KITA BUTUH AGAMA

 

Pada keesokan harinya, Abu Hanifah melewati rumah itu lagi dan suara keluhan itu kembali terdengar, “Ya Allah, Tuhan Yang Maha Belas Kasihan dan Pemurah, sudilah kiranya memberikan bungkusan lain seperti kemarin, sekedar untuk menyenangkan hidupku yang melarat ini. Sungguh jika Engkau tidak memberi, hidupku akan lebih sengsara lagi, duhai peruntungan nasibku.” 

 

Mendengar keluhan itu lagi, maka Abu Hanifah pun kembali melemparkan bungkusan berisi uang dan secarik kertas dari luar jendela itu, lalu dia pun meneruskan perjalanannya. Orang itu begitu riang setelah mendapat bungkusan itu. Lantas terus membukanya. 

 

Sama seperti yang dulu, di dalam bungkusan itu tetap ada secarik kertas, lalu dibacanya, “Hai kawan, bukan begitu caranya berdoa, bukan demikian caranya berikhtiar dan berusaha. Perbuatan demikian „malas‟ namanya. Putus asa kepada kebenaran dan kekuasaan Allah. Sungguh Tuhan tidak ridha melihat orang pemalas dan putus asa, yang enggan bekerja untuk keselamatan dirinya. Jangan….janganlah berbuat demikian. Kalau ingin hidup senang mesti giat bekerja dan berusaha, karena kesenangan itu tidak mungkin datang sendiri tanpa dicari dan diusahakan. Orang hidup tidak disuruh untuk duduk dan diam, tetapi harus bekerja dan berusaha. Allah tidak akan perkenankan permohonan orang yang malas bekerja. Allah tidak akan mengabulkan doa orang yang berputus asa. Sebab itu, carilah pekerjaan yang halal untuk kesenangan hidupmu. Berikhtiarlah sedapat mungkin dengan pertolongan Allah. Insya Allah, akan dapat juga pekerjaan itu selama kamu tidak berputus asa. Nah…carilah segera pekerjaan, saya doakan semoga sukses. 

Baca Juga  Dari Kepedulian Menjadi Hunian: Ansor, Banser, dan NU Hadirkan Harapan di Paninggahan

 

Setelah selesai membaca surat itu, dia termenung, dia insaf dan menyadari akan kemalasannya yang selama ini dia tidak giat berikhtiar dan berusaha. 

 

Pada keesokan harinya, dia pun keluar dari rumahnya untuk mencari pekerjaan. Sejak dari hari itu, sikapnya pun berubah mengikuti peraturan-peraturan hidup (sunnatullah) dan tidak melupakan nasihat orang yang memberikan nasihat itu. 

 

Dalam Islam tidak ada istilah pengangguran, istilah ini hanya digunakan oleh orang yang berpikiran sempit dan negatif. Islam mengajak kita optimis untuk maju meraih masa depan dan bukan mengajak kita duduk santai di tepi jalan. 

 

#Syaiful_Anwar

#Fakultas_Ekonomi

#Universitas_Andalas

#Kampus2_Payakumbuh

#Goresan_Hikmah

#Sang Imam_dan_Seorang_Pemalas

 

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link
What do you think?
Love0
Sad0
Happy0
Sleepy0
Angry0
Dead0
Wink0
Previous Article SETANGKAI MAWAR UNTUK IBU
Next Article KNGI Kunjungi Geopark Silokek Lakukan Penilaian Lapangan
Leave a comment

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kategori

  • Daerah1,035
    • Agam14
    • Bukit Tinggi14
    • Limapuluh Kota418
    • Padang34
    • Payakumbuh124
    • Solok73
  • Ekonomi1,350
  • Headline407
  • Internasional82
  • Khazanah214
  • Lifestyle112
  • Nasional955
  • Olahraga79
  • Opini180
  • Pariwara Lipsus31
  • Politik261
  • Uncategorized280
  • Video15

Berita Lainnya

Telkom AI Center Makassar dan GDGoC UNM Latih 20 Talenta Muda di Bidang Robotics dan IoT
Peringati Hari Kartini, Pekerja BRI Branch Office Veteran Kenakan Pakaian Nasional Saat Layani Nasabah
BRI Finance Optimalkan Potensi Pasar Daerah melalui Pameran Otomotif di Banyuwangi
Gen-Z Enggan Jadi Pemimpin? Ini Analisis Pakar Kepemimpinan Puguh Dwi Kuncoro tentang Fenomena ‘Conscious Unbossing’

Berita Terkait

Khazanah

Suara Akademik di Persimpangan: Diskusi Langkah Muda Soroti Kebebasan Berpendapat

April 26, 2026
Khazanah

Dilepas Waka Polres Sijunjung, Jamaah Thoriqoh Naqsabandiyah dan PCNU Sijunjung Tempuh Ziarah Wali Songo

Maret 31, 2026
Khazanah

Sosok Kapolres Sijunjung Jadi Sorotan, Dengan Hitungan Menit Langsung Tertibkan Jalinsum Saat Idul Fitri di Kupitan 

Maret 21, 2026
Khazanah

Sejarah Kali Pertama Kehadiran Kapolres Sijunjung Warnai Buka Bersama KNPI, Tegaskan Dukungan untuk Pemuda

Maret 19, 2026
Show More
DigIndonews.comDigIndonews.com
Follow US
© DigIndonews.com 2024 | All Rights Reserved
  • Redaksi
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan
Sign in to your account

Lost your password?