DigIndonews.comDigIndonews.com
  • Nasional
  • Daerah
  • Politik
  • Khazanah
  • Opini
  • Ekonomi
  • Opini
  • Uncategorized
  • Redaksi
Reading: Program Koperasi Desa Merah Putih Ditargetkan Bentuk 80 Ribu Koperasi hingga 2026
Share
Font ResizerAa
DigIndonews.comDigIndonews.com
Font ResizerAa
  • Nasional
  • Daerah
  • Politik
  • Khazanah
  • Opini
  • Ekonomi
  • Opini
  • Uncategorized
  • Redaksi
Search
  • Nasional
  • Daerah
  • Politik
  • Khazanah
  • Opini
  • Ekonomi
  • Opini
  • Uncategorized
  • Redaksi
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan
© Sayangi.com 2022 | All Rights Reserved
DigIndonews.com > Uncategorized > Program Koperasi Desa Merah Putih Ditargetkan Bentuk 80 Ribu Koperasi hingga 2026
Uncategorized

Program Koperasi Desa Merah Putih Ditargetkan Bentuk 80 Ribu Koperasi hingga 2026

Astriani Published Maret 12, 2026
Share
SHARE

Digindonews.com — Penguatan koperasi desa menjadi salah satu strategi penting dalam mendorong pemerataan ekonomi nasional. Hal tersebut disampaikan oleh Dr. Supriyanto, M.Pd, akademisi, dalam webinar bertema “Pembangunan Desa, Koperasi dan UMKM” yang digelar di Intel Studio Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Selasa (10/3/2026).

Dalam pemaparannya, Supriyanto menegaskan bahwa desa merupakan pilar utama dalam menciptakan ekonomi nasional yang inklusif. Menurutnya, pembangunan desa saat ini berfokus pada penguatan koperasi dan UMKM sebagai motor penggerak produktivitas masyarakat. Ia menjelaskan bahwa transformasi pembangunan desa tidak hanya bertujuan meningkatkan pertumbuhan ekonomi, tetapi juga menciptakan lapangan kerja di tingkat akar rumput serta mendorong kemandirian ekonomi masyarakat desa.

Baca Juga  Tokoh Masyarakat: Akselerasi Investasi Global Dapat Perkuat Ekonomi Nasional

Meski demikian, ia mengakui masih terdapat sejumlah tantangan dalam pembangunan desa. Berdasarkan data yang disampaikan, sekitar 43 persen desa di Indonesia masih tergolong tertinggal, sementara 38 persen wilayah desa belum memiliki koneksi internet yang stabil. Selain itu, rendahnya literasi finansial juga menjadi kendala besar bagi pelaku usaha desa. Sekitar 55 persen pelaku UMKM desa belum mampu mengakses layanan perbankan secara optimal, sehingga menghambat pengembangan usaha mereka.

Sebagai solusi, Supriyanto memperkenalkan Program Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) yang ditargetkan selesai pada tahun 2026. Program ini bertujuan membentuk 80.000 koperasi di seluruh Indonesia, yang terdiri dari 75.000 koperasi desa dan 5.000 koperasi kelurahan. Untuk mendukung program tersebut, pemerintah mengalokasikan dana sebesar Rp34,57 triliun, atau sekitar 58,03 persen dari total Dana Desa. Dana tersebut akan digunakan untuk pembangunan berbagai fasilitas pendukung koperasi, seperti gudang, gerai koperasi, serta infrastruktur ekonomi desa lainnya.

Baca Juga  Kominfo RI Gelar Seminar Merajut Nusantara Dengan tema Memproteksi Perangkat Digital

Selain itu, program ini juga menyediakan skema pembiayaan bagi koperasi dengan plafon pinjaman hingga Rp3 miliar, suku bunga rendah sebesar 6 persen, serta tenor pinjaman yang lebih panjang guna memberikan ruang bagi koperasi untuk berkembang. Supriyanto juga menekankan pentingnya digitalisasi dalam mendukung pertumbuhan UMKM desa yang saat ini mengalami peningkatan sekitar 12 persen setiap tahun.

Ia berharap kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, lembaga keuangan, dan masyarakat dapat menciptakan ekosistem ekonomi desa yang kuat dan berkelanjutan.
Menurutnya, keberhasilan program ini akan menjadi tonggak penting dalam pembangunan nasional, di mana desa tidak lagi hanya menjadi objek pembangunan, tetapi menjadi subjek yang mampu bersaing dalam ekonomi global.***

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link
What do you think?
Love0
Sad0
Happy0
Sleepy0
Angry0
Dead0
Wink0
Previous Article Dukung Mobilitas di Kampung Halaman, Pengiriman Sepeda Motor Meningkat Jelang Mudik
Next Article Akselerasi Investasi dan Perdagangan Global, Syamsu Rizal: Adaptasi Jadi Kunci Hadapi Disrupsi Ekonomi
Leave a comment

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kategori

  • Daerah1,247
    • Agam14
    • Bukit Tinggi14
    • Limapuluh Kota431
    • Padang37
    • Payakumbuh291
    • Solok73
  • Ekonomi2,473
  • Headline409
  • Internasional82
  • Khazanah227
  • Lifestyle113
  • Nasional1,054
  • Olahraga81
  • Opini192
  • Pariwara Lipsus33
  • Politik270
  • Uncategorized298
  • Video15

Berita Lainnya

PTPN I (Persero), Subholding PTPN III (Persero) Terus Perkuat Branding Produk Hilir
Hari Pelanggan Nasional, BRI BO Gunung Sahari Hadirkan Pelayanan Hangat dan Berkesan
B&B Hadirkan Personal Care Anak Aktif dengan Wangi Seharian
Semarak Hari Pelanggan Nasional, BRI BO Tanjung Priok Sambut Nasabah Hangat Berwastra

Berita Terkait

Uncategorized

Kabut Asap Semakin Memburuk, Polres 50 Kota Imbau Warga Pakai Masker dan Batasi Aktivitas Luar Rumah

September 7, 2026
Uncategorized

Sehari Usai Penertiban, Tebing Kapalo Lubuak Jambu Longsor

Agustus 24, 2026
PayakumbuhUncategorized

Payakumbuh Tuan Rumah Indonesia’s Horse Racing Merdeka Cup (IHR Merdeka Cup) 2026

Agustus 24, 2026
Uncategorized

Rp10,27 Triliun Diselamatkan, Pemuda Nusantara Sumut Minta Aktor Tambang Ilegal Dibongkar

Agustus 12, 2026
Show More
DigIndonews.comDigIndonews.com
Follow US
© DigIndonews.com 2024 | All Rights Reserved
  • Redaksi
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan
Sign in to your account

Lost your password?