Digindonews.com — Penguatan koperasi desa menjadi salah satu strategi penting dalam mendorong pemerataan ekonomi nasional. Hal tersebut disampaikan oleh Dr. Supriyanto, M.Pd, akademisi, dalam webinar bertema “Pembangunan Desa, Koperasi dan UMKM” yang digelar di Intel Studio Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Selasa (10/3/2026).
Dalam pemaparannya, Supriyanto menegaskan bahwa desa merupakan pilar utama dalam menciptakan ekonomi nasional yang inklusif. Menurutnya, pembangunan desa saat ini berfokus pada penguatan koperasi dan UMKM sebagai motor penggerak produktivitas masyarakat. Ia menjelaskan bahwa transformasi pembangunan desa tidak hanya bertujuan meningkatkan pertumbuhan ekonomi, tetapi juga menciptakan lapangan kerja di tingkat akar rumput serta mendorong kemandirian ekonomi masyarakat desa.
Meski demikian, ia mengakui masih terdapat sejumlah tantangan dalam pembangunan desa. Berdasarkan data yang disampaikan, sekitar 43 persen desa di Indonesia masih tergolong tertinggal, sementara 38 persen wilayah desa belum memiliki koneksi internet yang stabil. Selain itu, rendahnya literasi finansial juga menjadi kendala besar bagi pelaku usaha desa. Sekitar 55 persen pelaku UMKM desa belum mampu mengakses layanan perbankan secara optimal, sehingga menghambat pengembangan usaha mereka.
Sebagai solusi, Supriyanto memperkenalkan Program Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) yang ditargetkan selesai pada tahun 2026. Program ini bertujuan membentuk 80.000 koperasi di seluruh Indonesia, yang terdiri dari 75.000 koperasi desa dan 5.000 koperasi kelurahan. Untuk mendukung program tersebut, pemerintah mengalokasikan dana sebesar Rp34,57 triliun, atau sekitar 58,03 persen dari total Dana Desa. Dana tersebut akan digunakan untuk pembangunan berbagai fasilitas pendukung koperasi, seperti gudang, gerai koperasi, serta infrastruktur ekonomi desa lainnya.
Selain itu, program ini juga menyediakan skema pembiayaan bagi koperasi dengan plafon pinjaman hingga Rp3 miliar, suku bunga rendah sebesar 6 persen, serta tenor pinjaman yang lebih panjang guna memberikan ruang bagi koperasi untuk berkembang. Supriyanto juga menekankan pentingnya digitalisasi dalam mendukung pertumbuhan UMKM desa yang saat ini mengalami peningkatan sekitar 12 persen setiap tahun.
Ia berharap kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, lembaga keuangan, dan masyarakat dapat menciptakan ekosistem ekonomi desa yang kuat dan berkelanjutan.
Menurutnya, keberhasilan program ini akan menjadi tonggak penting dalam pembangunan nasional, di mana desa tidak lagi hanya menjadi objek pembangunan, tetapi menjadi subjek yang mampu bersaing dalam ekonomi global.***


