Digindonews.com-Dalam Forum Diskusi Publik bertema “UMKM Digital Perkuat Ekonomi Nasional” pada Rabu, 05 November 2025, praktisi komunikasi Drs. Gun Gun Siswadi, M.Si. serta pegiat literasi digital Didi, S.E., Ak., M.Ak. menekankan urgensi digitalisasi UMKM sebagai motor penggerak ekonomi rakyat.
Gun Gun menyampaikan bahwa perubahan perilaku konsumen yang kini lebih banyak berbelanja melalui ponsel membuka peluang besar bagi UMKM. Data APJII 2025 mencatat jumlah pengguna internet mencapai 229,4 juta jiwa, mayoritas berusia produktif.
“Digitalisasi memberikan banyak keuntungan, mulai dari efisiensi produksi, akses pasar lebih luas, hingga kemudahan transaksi dengan QRIS dan dompet digital,” ungkap Gun Gun. Namun, ia menilai ketimpangan literasi digital dan akses internet masih menjadi hambatan besar.
Ia juga menyoroti pentingnya strategi komunikasi digital, terutama konsistensi branding dan narasi produk. “Kekuatan UMKM di era digital adalah cerita. Produk lokal bisa mendunia ketika memiliki narasi yang kuat,” tuturnya.
Sementara itu, Didi menekankan bahwa digitalisasi sudah menjadi keharusan agar UMKM mampu bertahan dan bersaing secara global. Ia menyebut data Kementerian Koperasi dan UKM 2024 yang menunjukkan UMKM berkontribusi 61% terhadap PDB dan menyerap 97% tenaga kerja nasional.
Didi menilai bahwa UMKM masih menghadapi tantangan besar dalam adopsi teknologi, mulai dari keterampilan digital yang terbatas hingga kekhawatiran terhadap keamanan data. Ia mengingatkan bahwa penipuan digital meningkat 32% pada 2023 dan banyak menyasar pelaku UMKM.
Untuk menjawab tantangan tersebut, ia menyoroti pentingnya program seperti UMKM Level Up dan strategi 3GO dari Komdigi: Go Modern, Go Digital, dan Go Online. Ketiganya dinilai mampu membantu UMKM naik kelas melalui pelatihan, pendampingan, dan digitalisasi proses bisnis.
Didi juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor, termasuk koperasi digital yang bisa memfasilitasi logistik dan promosi bersama. “Digitalisasi harus menjadi alat pemerataan ekonomi, bukan hanya menguntungkan UMKM di kota besar,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa teknologi seperti Big Data, AI, dan IoT akan memainkan peran besar dalam meningkatkan daya saing UMKM ke depannya. Namun, keberhasilan transformasi digital tetap bergantung pada semangat belajar dan adaptasi pelaku usaha.
“Digitalisasi bukan hanya tentang teknologi, tetapi tentang manusia. Dengan gotong royong dan inovasi, UMKM digital akan menjadi pilar utama ekonomi nasional,” tegasnya.***


