DigIndonews.comDigIndonews.com
  • Nasional
  • Daerah
  • Politik
  • Khazanah
  • Opini
  • Ekonomi
  • Opini
  • Uncategorized
  • Redaksi
Reading: PP Tunas Jadi Langkah Perkuat Perlindungan Anak di Ruang Digital
Share
Font ResizerAa
DigIndonews.comDigIndonews.com
Font ResizerAa
  • Nasional
  • Daerah
  • Politik
  • Khazanah
  • Opini
  • Ekonomi
  • Opini
  • Uncategorized
  • Redaksi
Search
  • Nasional
  • Daerah
  • Politik
  • Khazanah
  • Opini
  • Ekonomi
  • Opini
  • Uncategorized
  • Redaksi
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan
© Sayangi.com 2022 | All Rights Reserved
DigIndonews.com > Nasional > PP Tunas Jadi Langkah Perkuat Perlindungan Anak di Ruang Digital
Nasional

PP Tunas Jadi Langkah Perkuat Perlindungan Anak di Ruang Digital

Astriani Published September 29, 2026
Share
SHARE

Digindonews.com — Perlindungan anak di ruang digital menjadi perhatian penting seiring semakin tingginya penggunaan internet oleh anak-anak. Hal tersebut mengemuka dalam webinar bertajuk “Ruang Digital Anak Aman dan Sehat” yang digelar Senin, 28 September 2026.

Anggota Komisi I DPR RI Sabam Rajagukguk mengatakan, ruang digital saat ini telah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari anak, mulai dari aktivitas belajar, berkomunikasi, bermain hingga berkreasi.

Namun, menurutnya, perkembangan tersebut juga menghadirkan berbagai risiko apabila anak tidak mendapatkan pendampingan dan pengawasan yang memadai.

“Ruang digital harus menjadi ruang yang aman dan sehat bagi anak-anak,” ujar Sabam dalam pemaparannya.

Ia menjelaskan, pemerintah telah melakukan berbagai langkah perlindungan melalui Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dan Perlindungan Anak di Ruang Digital atau PP Tunas.

Berdasarkan data yang dipaparkannya dari Kementerian Komunikasi dan Digital, dalam enam bulan pelaksanaan PP Tunas sekitar 28 juta anak di Indonesia telah mendapatkan perlindungan dari berbagai risiko di ruang digital. Hingga Juni 2026, sebanyak 4,7 juta akun anak juga telah dinonaktifkan oleh platform digital sebagai bagian dari upaya perlindungan anak.

Baca Juga  Sumatra dalam Pekat Musibah: Ketika Alam Murka dan Manusia Lupa Jaga Bumi

Sabam menyebut perlindungan tersebut mencakup pencegahan paparan konten berbahaya, pembatasan akses berdasarkan usia, perlindungan data pribadi anak, serta peningkatan tanggung jawab platform digital.

Menurutnya, ancaman terhadap anak di internet semakin beragam, mulai dari perundungan, penipuan, kekerasan seksual, pornografi, perjudian daring hingga berbagai bentuk penyalahgunaan teknologi.

Ia menilai terdapat tiga hal yang perlu diperkuat secara bersama-sama. Pertama, regulasi dan pengawasan terhadap platform digital. Kedua, peran orang tua, sekolah dan lingkungan dalam memberikan pendampingan serta literasi digital. Ketiga, pembekalan kepada anak agar mampu menggunakan teknologi secara cerdas, aman dan bertanggung jawab.

“Pengawasan bukan hanya berupa pembatasan, tetapi juga pendampingan yang aktif,” katanya.

Baca Juga  Dari MBG hingga Perlindungan Anak, Waka Polres Sijunjung Digganjar Penghargaan Nasional

Sementara itu, pegiat literasi digital Drs. Gun Gun Siswadi, M.Si, menjelaskan bahwa tingginya penetrasi internet membuat perlindungan anak di ruang digital semakin penting.

Ia memaparkan data APJII 2026 yang menunjukkan pengguna internet Indonesia telah mencapai sekitar 235 juta jiwa atau 81,72 persen dari total penduduk.

Gun Gun juga menjelaskan sejumlah ketentuan dalam PP Tunas yang mengatur perlindungan anak, termasuk pembatasan akses berdasarkan usia, perlindungan data pribadi, penyaringan konten yang tidak layak, persetujuan orang tua atau wali, serta kewajiban platform melakukan penilaian risiko.

Ia menekankan bahwa orang tua dan guru tidak cukup hanya melarang anak menggunakan internet. Mereka perlu memahami teknologi agar dapat mendampingi anak secara tepat.

Baca Juga  Sosial Media Bukan Hanya Tempat Hiburan Tapi Juga Mendakwahkan Agama Islam

“Literasi digital adalah kunci,” ujarnya.

Menurut Gun Gun, literasi digital mencakup kemampuan mengevaluasi informasi secara kritis, membuat konten positif, berkomunikasi secara aman, serta mengenali konten yang tidak sesuai atau berbahaya.

Webinar tersebut juga menghadirkan Prof. Dr. Edi Surya Negara, S.Kom., M.Kom, Guru Besar Universitas Bina Darma. Ia mengingatkan bahwa ruang digital tidak hanya menghadirkan manfaat, tetapi juga memiliki sejumlah ancaman, seperti kecanduan, cyber bullying, konten berbahaya, pencurian data dan predator online.

Ia menekankan pentingnya pendampingan orang dewasa agar anak mampu memanfaatkan teknologi secara sehat.

Ketiga narasumber pada webinar tersebut menegaskan bahwa perlindungan anak di ruang digital tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja. Pemerintah, sekolah, keluarga, masyarakat dan platform digital perlu berkolaborasi menciptakan ekosistem digital yang aman dan sehat bagi generasi penerus bangsa.***

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link
What do you think?
Love0
Sad0
Happy0
Sleepy0
Angry0
Dead0
Wink0
Previous Article Kolaborasi dan Ekonomi Hijau Didorong untuk Perkuat UMKM Berkelanjutan
Next Article Teknologi Digital Jadi Kunci UMKM Naik Kelas dan Berkembang Berkelanjutan
Leave a comment

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kategori

  • Daerah1,293
    • Agam14
    • Bukit Tinggi14
    • Limapuluh Kota432
    • Padang37
    • Payakumbuh334
    • Solok74
  • Ekonomi2,711
  • Headline410
  • Internasional82
  • Khazanah227
  • Lifestyle113
  • Nasional1,075
  • Olahraga83
  • Opini195
  • Pariwara Lipsus34
  • Politik270
  • Uncategorized301
  • Video15

Berita Lainnya

FLOQ Hadir di TOKEN2049 Singapore 2026, Momentum Besar Industri Kripto Global
BRI BO Segitiga Senen Peringati Hari Kesaktian Pancasila
BRI BO Mangga Dua Peringati Hari Kesaktian Pancasila
Biaya Logistik Distributor: Hitung Ongkir Riil per Order di Odoo

Berita Terkait

Nasional

Prof. Dr. Mohammad Hatta Ketua Dewan Etik Partai Golkar melanjutkan Program Road To Campus di UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Oktober 6, 2026
NasionalOpini

PeHR: Terima Kasih Jenderal Herimen, Tinggalkan Green Policing untuk Riau

Oktober 6, 2026
Nasional

LPPBI Apresiasi Tiga Bulan Irjen Djati di Sumbar: Pembenahan Internal dan Penegakan Hukum Jadi Catatan

Oktober 4, 2026
Nasional

Kolaborasi Lintas Sektor Jadi Kunci Percepatan Penurunan Stunting

Oktober 4, 2026
Show More
DigIndonews.comDigIndonews.com
Follow US
© DigIndonews.com 2024 | All Rights Reserved
  • Redaksi
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan
Sign in to your account

Lost your password?