DigIndonews.comDigIndonews.com
  • Nasional
  • Daerah
  • Politik
  • Khazanah
  • Opini
  • Ekonomi
  • Opini
  • Uncategorized
  • Redaksi
Reading: Pengendalian Penduduk Berbasis Data Jadi Kunci Perencanaan Pembangunan Berkelanjutan
Share
Font ResizerAa
DigIndonews.comDigIndonews.com
Font ResizerAa
  • Nasional
  • Daerah
  • Politik
  • Khazanah
  • Opini
  • Ekonomi
  • Opini
  • Uncategorized
  • Redaksi
Search
  • Nasional
  • Daerah
  • Politik
  • Khazanah
  • Opini
  • Ekonomi
  • Opini
  • Uncategorized
  • Redaksi
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan
© Sayangi.com 2022 | All Rights Reserved
DigIndonews.com > Nasional > Pengendalian Penduduk Berbasis Data Jadi Kunci Perencanaan Pembangunan Berkelanjutan
Nasional

Pengendalian Penduduk Berbasis Data Jadi Kunci Perencanaan Pembangunan Berkelanjutan

Redaksi Published Oktober 27, 2026
Share
SHARE

Digindonews.com, JAWA BARAT — Pengendalian penduduk tidak hanya berkaitan dengan jumlah populasi, tetapi juga mencakup pengelolaan dinamika kependudukan agar sejalan dengan kapasitas pembangunan, ketersediaan layanan publik, dan peningkatan kualitas hidup masyarakat.

Hal tersebut disampaikan Marse Hendra Saputra dalam kegiatan Sosialisasi Program Pembangunan Keluarga, Kependudukan, dan Keluarga Berencana Bersama Mitra Kerja di Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat, Selasa (20/10/2026).

Dalam pemaparannya, Marse menjelaskan bahwa dinamika kependudukan memengaruhi berbagai aspek pembangunan, mulai dari kebutuhan fasilitas pendidikan dan kesehatan, penciptaan lapangan kerja, penyediaan perumahan, hingga daya dukung lingkungan.

Oleh karena itu, pengendalian penduduk perlu dipahami sebagai upaya untuk mengelola perubahan jumlah, struktur, dan persebaran penduduk berdasarkan data yang akurat. Pendekatan tersebut harus tetap menghormati hak masyarakat, bersifat inklusif, dan berorientasi pada kesejahteraan.

Marse menjelaskan bahwa perubahan jumlah penduduk dipengaruhi oleh tiga komponen utama, yaitu kelahiran, kematian, dan migrasi. Secara sederhana, perubahan penduduk merupakan hasil jumlah kelahiran dikurangi kematian, kemudian ditambah migrasi neto.

Untuk memahami dinamika tersebut, pemerintah perlu memperhatikan sejumlah indikator, antara lain laju pertumbuhan penduduk, tingkat fertilitas dan mortalitas, pola migrasi, persebaran penduduk, struktur umur, serta kualitas penduduk dalam bidang pendidikan dan kesehatan.

Baca Juga  Infrastruktur Digital Didorong Jadi Penggerak Ekonomi UMKM di Daerah

Menurutnya, data kependudukan memiliki peran penting dalam menentukan arah kebijakan. Perencanaan pembangunan yang tidak didasarkan pada informasi yang memadai berisiko menghasilkan program yang tidak sesuai dengan kebutuhan masyarakat maupun kapasitas wilayah.

Marse menekankan pentingnya menggunakan sumber data yang dapat dipertanggungjawabkan, seperti sensus penduduk, registrasi administrasi, dan survei resmi. Data tersebut perlu dianalisis dengan memperhatikan tren dari beberapa tahun, karakteristik setiap wilayah, serta perubahan kebutuhan masyarakat.

Selain akurasi, perlindungan privasi masyarakat juga perlu menjadi perhatian dalam pengelolaan data. Informasi kependudukan harus dimanfaatkan secara bertanggung jawab untuk mendukung perencanaan dan pelayanan publik.

Dalam pemaparannya, Marse turut membahas peluang bonus demografi, yaitu kondisi ketika penduduk usia produktif memiliki proporsi besar dalam struktur penduduk. Kondisi ini dapat menjadi peluang untuk meningkatkan produktivitas ekonomi dan mendorong inovasi.

Namun, menurutnya, bonus demografi tidak secara otomatis menghasilkan keuntungan pembangunan. Potensi tersebut perlu didukung oleh investasi pada sumber daya manusia melalui pendidikan yang relevan, kesempatan kerja yang layak, serta perlindungan sosial.

Baca Juga  Parluatan Siregar Pimpin Penyaluran Bantuan Sosial 1.500 Sak Beras di Sejumlah Wilayah Sumatera Utara

Tanpa dukungan tersebut, besarnya jumlah penduduk usia produktif dapat menghadirkan tantangan baru, terutama apabila ketersediaan lapangan kerja dan kualitas keterampilan tidak sejalan dengan kebutuhan masyarakat.

Marse juga menyoroti persoalan urbanisasi, mobilitas penduduk, dan ketimpangan antarwilayah. Perpindahan penduduk perlu diantisipasi melalui perencanaan terpadu yang menghubungkan tata ruang, transportasi, perumahan, sanitasi, serta ketersediaan layanan dasar.

Menurutnya, pertumbuhan wilayah perkotaan perlu diimbangi dengan penyediaan infrastruktur yang memadai agar tidak menimbulkan tekanan berlebihan terhadap lingkungan dan pelayanan publik.

Dalam konteks pembangunan keluarga, Marse menekankan bahwa kebijakan kependudukan harus berpusat pada manusia. Masyarakat perlu mendapatkan informasi yang akurat dan akses terhadap pelayanan keluarga berencana secara sukarela, tanpa paksaan, dengan tetap memperhatikan hak serta kebutuhan setiap individu.

Ia juga mengingatkan pentingnya memberikan perhatian kepada kelompok rentan agar kebijakan kependudukan dapat mendukung pemerataan kesejahteraan.

Baca Juga  Rupiah Melemah: Alarm Ekonomi Nasional di Tengah Tekanan Global

Marse memaparkan lima strategi utama pengendalian penduduk yang perlu dilaksanakan berdasarkan bukti dan data. Strategi tersebut meliputi perencanaan keluarga, peningkatan kualitas sumber daya manusia, pengelolaan mobilitas penduduk, penguatan koordinasi lintas sektor, serta pemantauan indikator kependudukan secara berkala.

Pelaksanaan strategi tersebut membutuhkan pembagian peran yang jelas antara pemerintah pusat dan daerah. Pemerintah daerah perlu mengintegrasikan data kependudukan ke dalam perencanaan dan penganggaran, sementara dinas terkait, kader masyarakat, serta perguruan tinggi dapat mendukung edukasi, evaluasi program, dan perluasan akses pelayanan.

Kolaborasi tersebut dinilai penting agar kebijakan tidak berhenti pada penyusunan perencanaan, tetapi dapat diterapkan sesuai kebutuhan masyarakat di lapangan.

Marse menegaskan bahwa pengendalian penduduk merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari pembangunan berkelanjutan. Pengelolaan dinamika penduduk harus dilakukan dengan mempertimbangkan keseimbangan antara kebutuhan masyarakat, kapasitas wilayah, dan ketersediaan sumber daya.

Dengan memanfaatkan data yang akurat, memperkuat koordinasi lintas sektor, serta mengutamakan hak dan kesejahteraan masyarakat, kebijakan kependudukan diharapkan dapat mendukung pembangunan yang lebih terarah, inklusif, dan berkelanjutan.***

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link
What do you think?
Love0
Sad0
Happy0
Sleepy0
Angry0
Dead0
Wink0
Previous Article FLOQ dan Telkomsel Jajaki Perluasan Akses Aset Digital
Next Article AnyMind Group Memasuki Pasar Amerika Serikat
Leave a comment

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kategori

  • Daerah1,315
    • Agam14
    • Bukit Tinggi14
    • Limapuluh Kota432
    • Padang38
    • Payakumbuh349
    • Solok76
  • Ekonomi2,893
  • Headline410
  • Internasional82
  • Khazanah231
  • Lifestyle113
  • Nasional1,097
  • Olahraga85
  • Opini202
  • Pariwara Lipsus34
  • Politik270
  • Uncategorized309
  • Video15

Berita Lainnya

Samsung Sukses Meriahkan Jakarta Running Festival 2026: Galaxy Runners Station Dipadati Pengunjung
Bantu Warga Hadapi Kemarau Panjang, BRI Salurkan 18 Tangki Air Bersih
Bittime Soroti Pelemahan Harga Bitcoin di Tengah Tekanan Pasar Global
itel Rilis Smartwatch terbaru Fit O18, Mulai Gaya Hidup Sehat Tanpa Mahal

Berita Terkait

Nasional

KETUM DPP KNPI SAAD BUDIMAN LUBIS BERSAMA JAJARAN GELAR APEL SUMPAH PEMUDA KE-98, DORONG GERAKAN PEMUDA PEDULI LINGKUNGAN DAN PENANAMAN POHON DI IKN

Oktober 28, 2026
Nasional

Kader HMI Cabang Batusangkar Maju Caketum PB HMI, Alumni dan Kader Rapatkan Barisan

Oktober 28, 2026
Nasional

Diduga Terima Aliran Dana Muktamar PBNU, P3NU Desak Gus Ipul Mundur dari PBNU dan Jabatan Menteri Sosial

Oktober 27, 2026
Nasional

GATI Dorong Ayah Hadir Lebih Utuh dalam Pengasuhan Anak

Oktober 27, 2026
Show More
DigIndonews.comDigIndonews.com
Follow US
© DigIndonews.com 2024 | All Rights Reserved
  • Redaksi
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan
Sign in to your account

Lost your password?