DigIndonews.comDigIndonews.com
  • Nasional
  • Daerah
  • Politik
  • Khazanah
  • Opini
  • Ekonomi
  • Opini
  • Uncategorized
  • Redaksi
Reading: Pengamat Politik Nilai Golkar dan PAN Tidak Memiliki Nama Capres Populer
Share
Font ResizerAa
DigIndonews.comDigIndonews.com
Font ResizerAa
  • Nasional
  • Daerah
  • Politik
  • Khazanah
  • Opini
  • Ekonomi
  • Opini
  • Uncategorized
  • Redaksi
Search
  • Nasional
  • Daerah
  • Politik
  • Khazanah
  • Opini
  • Ekonomi
  • Opini
  • Uncategorized
  • Redaksi
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan
© Sayangi.com 2022 | All Rights Reserved
DigIndonews.com > Headline > Pengamat Politik Nilai Golkar dan PAN Tidak Memiliki Nama Capres Populer
HeadlinePolitik

Pengamat Politik Nilai Golkar dan PAN Tidak Memiliki Nama Capres Populer

asribel Published Mei 2, 2023
Share
SHARE

DigIndonews.com, Jakarta – Partai Persatuan Pembangunan (PPP) belum lama ini mendeklarasikan dukungannya terhadap Ganjar Pranowo sebagai calon presiden (capres).

Semakin terlihat kompak dengan partai naungan Ganjar, PDI Perjuangan (PDIP), ketika PPP menyambangi markas PDIP di Menteng, Jakarta Pusat, pada Minggu 30 April 2023.

Bergabungnya PPP kemudian menjadi pertanyaan, partai mana selanjutnya yang akan ikut bergabung dengan PDIP untuk mendukung Ganjar di Pilpres.

Menurut pengamat politik M. Qodari, saat ini banyak partai yang sudah menentukan dukungan terhadap satu sosok untuk maju di Pilpres.

Terkecuali dua partai ini, yaitu Golkar dan Partai Amanat Nasional (PAN).

“Saya belum lihat ada partai lain yang potensial bergabung (PDIP dan PPP) per hari ini kalau kita lihat partai-partai yang ada, semua punya posisi, maksudnya punya capres kecuali PAN dan Golkar,” ujar M. Qodari, mengutip video yang diunggah di kanal YouTube tvOneNews, Senin (1/5/2023).

Baca Juga  Kampanyekan Dedy Bachtiar, Tim Relawan Sambangi Pasar Tanah Kongsi Pecinaan Pondok Kota Padang

PAN dan Golkar, lanjut Qodari, jadi lawan karena sama-sama tidak punya capres yang namanya sangat populer.

Oleh sebab itu, bisa saja Golkar dan PAN bergabung dengan kelompok PDIP.

Namun bukan mustahil juga jika akhirnya Golkar dan PAN mendukung Prabowo.

“Terus terang kita lihat dinamika politik belakangan antara ke PDIP dan Gerindra, itu kan banyaknya main sama Prabowo,” katanya.

“Airlangga ketemu Prabowo, buka puasanya dengan Gerindra. Jadi per hari ini saya belum lihat partai lain yang punya kursi akan bergabung dengan PDIP,” pungkas M. Qodari.

 

Sumber: Kontenjatim.com

 

 

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link
What do you think?
Love0
Sad0
Happy0
Sleepy0
Angry0
Dead0
Wink0
Previous Article Pengadilan Agama Kota Padang Catat Terjadi Lonjakan Angka Perceraian Pasca Idul Fitri 2023
Next Article Wow! Mahasiswa Minang Ini Kreatif Berdagang di Turki
Leave a comment

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kategori

  • Daerah1,035
    • Agam14
    • Bukit Tinggi14
    • Limapuluh Kota418
    • Padang34
    • Payakumbuh124
    • Solok73
  • Ekonomi1,348
  • Headline407
  • Internasional82
  • Khazanah214
  • Lifestyle112
  • Nasional955
  • Olahraga79
  • Opini180
  • Pariwara Lipsus31
  • Politik261
  • Uncategorized280
  • Video15

Berita Lainnya

BRI Finance Optimalkan Potensi Pasar Daerah melalui Pameran Otomotif di Banyuwangi
Gen-Z Enggan Jadi Pemimpin? Ini Analisis Pakar Kepemimpinan Puguh Dwi Kuncoro tentang Fenomena ‘Conscious Unbossing’
BRI Finance Dorong Kemandirian Finansial Perempuan di Momentum Hari Kartini
Peringati Hari Kartini, Pekerja BRI Branch Office Kalimalang Tampil Anggun dengan Busana Nasional

Berita Terkait

Politik

Musda IV Demokrat Jateng, AHY: Rapatkan Barisan, Bangun Kekuatan, Rebut Kemenangan

April 18, 2026
Headline

Dari Halal Bihalal ke Baitullah, Doa untuk Kapolres Sijunjung Menggema di Ka’bah

April 1, 2026
Politik

SOKSI Pimpinan Ali Wongso Sinaga Gelar Dialog Kebangsaan dan Buka Puasa Bersama Mengkaji Suara Rakyat Suara GOLKAR

Maret 12, 2026
Oleh: Abdul Halim Wijaya Siregar, Analis Kebijakan dan juga Mahasiswa Pascasarjana Ilmu Kesejahteraan Sosial, Universitas Indonesia
HeadlineNasional

Kontroversi Anggaran MBG: Analis Kebijakan Sebut Ada Kesenjangan antara Narasi Publik dan Realitas Sosial.

Februari 26, 2026
Show More
DigIndonews.comDigIndonews.com
Follow US
© DigIndonews.com 2024 | All Rights Reserved
  • Redaksi
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan
Sign in to your account

Lost your password?