DigIndonews.comDigIndonews.com
  • Nasional
  • Daerah
  • Politik
  • Khazanah
  • Opini
  • Ekonomi
  • Opini
  • Uncategorized
  • Redaksi
Reading: Mewujudkan Generasi Emas Melalui Nutrisi yang Merata Jadi Fokus Webinar Literasi Digital
Share
Font ResizerAa
DigIndonews.comDigIndonews.com
Font ResizerAa
  • Nasional
  • Daerah
  • Politik
  • Khazanah
  • Opini
  • Ekonomi
  • Opini
  • Uncategorized
  • Redaksi
Search
  • Nasional
  • Daerah
  • Politik
  • Khazanah
  • Opini
  • Ekonomi
  • Opini
  • Uncategorized
  • Redaksi
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan
© Sayangi.com 2022 | All Rights Reserved
DigIndonews.com > Opini > Mewujudkan Generasi Emas Melalui Nutrisi yang Merata Jadi Fokus Webinar Literasi Digital
Opini

Mewujudkan Generasi Emas Melalui Nutrisi yang Merata Jadi Fokus Webinar Literasi Digital

asribel Published Juli 14, 2026
Share
SHARE
Post Views: 209

Jakarta, 14 Juli 2026 – Upaya mewujudkan Generasi Emas Indonesia 2045 tidak dapat dilepaskan dari pemenuhan gizi yang merata bagi seluruh anak bangsa. Hal tersebut menjadi benang merah dalam Webinar Literasi Digital bertajuk “Mewujudkan Generasi Emas Melalui Nutrisi yang Merata” yang diselenggarakan melalui kerja sama Komisi I DPR RI dan Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi), Selasa (14/7).

Anggota Komisi I DPR RI, Rachel Maryam Sayidina, dalam sambutannya menegaskan bahwa Generasi Emas 2045 bukan sekadar slogan, melainkan cita-cita besar bangsa yang harus dipersiapkan sejak dini. Menurutnya, salah satu fondasi utama untuk mencapai tujuan tersebut adalah memastikan setiap anak Indonesia memperoleh akses terhadap nutrisi yang cukup, berkualitas, dan merata.

Rachel menyoroti masih tingginya angka stunting dan gizi buruk yang dialami anak-anak Indonesia, khususnya di wilayah terpencil dan keluarga kurang mampu. Ia menekankan bahwa kesenjangan akses terhadap pangan bergizi menjadi tantangan yang harus diatasi bersama.

“Anak-anak yang lahir di keluarga kurang mampu maupun di daerah terpencil memiliki potensi yang sama besarnya. Yang membedakan hanyalah akses. Karena itu, negara harus hadir memastikan tidak ada anak yang tertinggal akibat keterbatasan akses terhadap gizi yang layak,” ujarnya.

Baca Juga  Selat Hormuz Tutup, Saatnya Industri Kendaraan Listrik Indonesia Naik Kelas

Ia juga menjelaskan bahwa program Makan Bergizi Gratis (MBG) merupakan investasi jangka panjang yang tidak hanya berdampak pada kesehatan, tetapi juga meningkatkan kemampuan belajar dan memperkuat pemerataan pembangunan. Dalam pelaksanaannya, teknologi digital dinilai memiliki peran penting untuk memastikan ketepatan sasaran program sekaligus meningkatkan edukasi masyarakat mengenai gizi seimbang dan pola hidup sehat.

Sementara itu, Plt. Deputi Promosi dan Kerja Sama Badan Gizi Nasional (BGN), Dr. Gunalan, A.P., M.Si, menyampaikan bahwa dimulainya kembali pelaksanaan Program MBG pascalibur sekolah menjadi momentum penting untuk memperkuat kualitas layanan dan evaluasi program.

Menurutnya, Program MBG hadir untuk menyamakan kesempatan anak-anak Indonesia dalam tumbuh dan belajar, tanpa dibatasi oleh kondisi ekonomi maupun geografis keluarga mereka. Program tersebut tidak hanya berfokus pada penyediaan makanan bergizi, tetapi juga membantu mengurangi beban ekonomi keluarga dan meningkatkan kesiapan belajar anak di sekolah.

“MBG bukan sekadar program pemberian makanan. Ini adalah kebijakan multisektor yang menyentuh aspek gizi, pendidikan, ekonomi, dan kesejahteraan keluarga secara bersamaan,” jelasnya.

Baca Juga  Pegiat Media Sosial Mesti Tau Dengan Aturan Dalam Bermedia Sosial

Gunalan menambahkan bahwa keberadaan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) menjadi bagian penting dalam keberhasilan program. Selain berfungsi sebagai pusat produksi makanan bergizi, SPPG juga berperan dalam pengendalian mutu, penguatan ekonomi lokal, serta pengelolaan data dan evaluasi layanan.

Dalam kesempatan yang sama, Akademisi Fakultas Biosains, Teknologi, dan Inovasi Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya, Yanto, Ph.D., menjelaskan bahwa nutrisi yang merata tidak berarti setiap orang mengonsumsi makanan yang sama, melainkan setiap individu memiliki akses yang adil terhadap pangan yang aman, bergizi, beragam, dan sesuai kebutuhan.

Ia menegaskan bahwa kualitas gizi sangat menentukan perkembangan fisik maupun kognitif seseorang. Anak yang mendapatkan asupan gizi yang cukup cenderung memiliki kemampuan belajar, konsentrasi, dan produktivitas yang lebih baik dibandingkan mereka yang mengalami kekurangan gizi.

Yanto juga mengingatkan bahwa stunting masih menjadi ancaman serius bagi kualitas sumber daya manusia Indonesia. Selain menghambat pertumbuhan fisik, stunting dapat menurunkan kemampuan kognitif serta meningkatkan risiko penyakit kronis di masa depan.

Baca Juga  Analis Politik Sarankan NasDem Lebih Konfrontatif Kritik Pemerintahan Jokowi

Lebih lanjut, ia mengungkapkan bahwa tantangan pemerataan nutrisi masih cukup besar. Kesenjangan sosial ekonomi, keterbatasan akses pangan bergizi, serta perbedaan kondisi antarwilayah menjadi faktor yang perlu mendapat perhatian bersama. Oleh karena itu, ia mendorong seluruh pihak, mulai dari keluarga, pemerintah, sekolah, dunia usaha, hingga organisasi internasional, untuk bersinergi dalam meningkatkan kualitas gizi masyarakat.

Para narasumber sepakat bahwa keberhasilan mewujudkan Generasi Emas Indonesia 2045 sangat bergantung pada kemampuan bangsa dalam memastikan setiap anak memperoleh hak yang sama atas pangan bergizi. Program Makan Bergizi Gratis dinilai sebagai salah satu langkah strategis yang perlu didukung dan diawasi bersama agar manfaatnya dapat dirasakan secara optimal oleh seluruh masyarakat.

Melalui webinar ini, peserta diajak untuk memahami bahwa pemerataan nutrisi bukan hanya persoalan kesehatan, melainkan investasi jangka panjang yang akan menentukan kualitas sumber daya manusia Indonesia di masa depan. Dengan kolaborasi seluruh elemen bangsa, cita-cita menghadirkan generasi yang sehat, cerdas, produktif, dan berdaya saing global diyakini dapat terwujud.

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link
What do you think?
Love0
Sad0
Happy0
Sleepy0
Angry0
Dead0
Wink0
Previous Article Dupoin Futures Gandeng Mercedes Benz Classic Club Indonesia Dorong Literasi Finansial Lewat Kolaborasi Komunitas
Next Article P3SRS Belmont Residence Tower Everest Paparkan Rekam Jejak Opini Audit, Posisi Kas, dan Tetapkan Keputusan Strategis pada RUTA 2026
Leave a comment

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kategori

  • Daerah1,296
    • Agam14
    • Bukit Tinggi14
    • Limapuluh Kota432
    • Padang38
    • Payakumbuh334
    • Solok76
  • Ekonomi2,756
  • Headline410
  • Internasional82
  • Khazanah227
  • Lifestyle113
  • Nasional1,077
  • Olahraga85
  • Opini195
  • Pariwara Lipsus34
  • Politik270
  • Uncategorized303
  • Video15

Berita Lainnya

Sucofindo Bersama Disperindag Jatim Perkuat Sinergi Pencegahan dan Penanggulangan Keadaan Darurat Bahan Kimia
PLN NPC dan PLN UIP Nusra Teken Kontrak Penyiapan Infrastruktur PLTP Atadei
Sanct Social Bergabung dalam Delegasi Bisnis Indonesia ke Global Digital Trade Expo 2026 di Hangzhou, Jajaki Kemitraan dan Pelajari Kacamata Pintar serta Model AI Tiongkok
Indonesia Kalah dari Singapura di Pasar Kripto Asia, Apa yang Harus Dikejar?

Berita Terkait

Opini

Janji Bangun Kembali Rumah Singgah Bung Karno, Kini Jadi Restoran: Di Mana Penegakan UU Cagar Budaya?

Oktober 7, 2026
NasionalOpini

PeHR: Terima Kasih Jenderal Herimen, Tinggalkan Green Policing untuk Riau

Oktober 6, 2026
Opini

Perempuan Didorong Jadi Penentu Arah Demokrasi Indonesia

September 15, 2026
Opini

Penanganan Judi Online Tak Cukup dengan Pemblokiran, Perlu Penegakan Hukum dan Kesadaran Masyarakat

Agustus 18, 2026
Show More
DigIndonews.comDigIndonews.com
Follow US
© DigIndonews.com 2024 | All Rights Reserved
  • Redaksi
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan
Sign in to your account

Lost your password?