DigIndonews.comDigIndonews.com
  • Nasional
  • Daerah
  • Politik
  • Khazanah
  • Opini
  • Ekonomi
  • Opini
  • Uncategorized
  • Redaksi
Reading: Mahasiswa UBSI Tanamkan Cinta Tanah Air Melalui Edukasi Sejarah Lokal dan Kearifan Budaya di SD Wijaya Kusuma Jakarta
Share
Font ResizerAa
DigIndonews.comDigIndonews.com
Font ResizerAa
  • Nasional
  • Daerah
  • Politik
  • Khazanah
  • Opini
  • Ekonomi
  • Opini
  • Uncategorized
  • Redaksi
Search
  • Nasional
  • Daerah
  • Politik
  • Khazanah
  • Opini
  • Ekonomi
  • Opini
  • Uncategorized
  • Redaksi
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan
© Sayangi.com 2022 | All Rights Reserved
DigIndonews.com > Nasional > Mahasiswa UBSI Tanamkan Cinta Tanah Air Melalui Edukasi Sejarah Lokal dan Kearifan Budaya di SD Wijaya Kusuma Jakarta
Nasional

Mahasiswa UBSI Tanamkan Cinta Tanah Air Melalui Edukasi Sejarah Lokal dan Kearifan Budaya di SD Wijaya Kusuma Jakarta

Astriani Published Juni 22, 2026
Share
Ket: mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI)
SHARE

 

Jakarta Utara, 22 Juni 2026 – Sembilan mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) sukses melaksanakan program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Mandiri di SD Wijaya Kusuma, Penjaringan, Jakarta Utara. Kegiatan bertajuk “Cinta Indonesia Dari Akar: Edukasi Sejarah Lokal dan Kearifan Budaya” ini menjadi upaya nyata dalam menanamkan rasa cinta tanah air, memperkuat pemahaman sejarah lokal, serta mengenalkan nilai-nilai budaya Indonesia kepada siswa sekolah dasar.

Ketua tim PKM, Richo Hening Sayoga, mengatakan bahwa kegiatan tersebut dilatarbelakangi oleh masih terbatasnya pemahaman sebagian siswa terhadap sejarah dan budaya lokal di lingkungan mereka. Padahal, sejarah dan budaya daerah merupakan bagian penting dari identitas bangsa yang perlu dikenalkan sejak usia dini.

“Kami ingin menghadirkan pembelajaran yang lebih dekat dengan kehidupan siswa agar mereka tidak hanya mengenal sejarah nasional, tetapi juga memahami budaya dan sejarah lokal yang menjadi bagian dari kekayaan Indonesia,” ujar Richo.

Tantangan Penguatan Karakter Siswa

Berdasarkan hasil observasi dan diskusi bersama pihak sekolah, tim mahasiswa menemukan beberapa tantangan dalam penguatan karakter siswa. Sebagian siswa masih memiliki pemahaman yang terbatas mengenai keberagaman budaya Indonesia dan pentingnya menjaga persatuan di tengah perbedaan.

Baca Juga  Ahmad Irham Tajhi Serukan Penyelamatan organisasi secara Nasional dan Nilai Gagal Ketum PP IPA dalam Melaksanakan Muktamar XIV.

Selain itu, penerapan nilai gotong royong dan musyawarah dalam aktivitas kelompok belum berjalan secara optimal. Tim juga menemukan masih adanya konflik ringan dan perilaku perundungan antar siswa yang menunjukkan perlunya penguatan nilai kemanusiaan, toleransi, dan kebersamaan melalui pendekatan pendidikan yang lebih menarik.

Metode pembelajaran budaya yang selama ini lebih banyak bersifat teoritis juga menjadi tantangan tersendiri. Akibatnya, siswa sering kali memahami nilai-nilai Pancasila sebatas hafalan tanpa memahami penerapannya dalam kehidupan sehari-hari.

Pembelajaran Budaya yang Interaktif

Untuk menjawab tantangan tersebut, tim PKM UBSI menghadirkan berbagai kegiatan edukatif yang dikemas secara interaktif dan menyenangkan. Salah satunya melalui kegiatan Jelajah Sejarah Lokal yang mengenalkan berbagai cerita dan peristiwa sejarah yang dekat dengan kehidupan masyarakat sekitar.

Mahasiswa juga mengajak siswa mengikuti Bedah Cerita Rakyat yang memperkenalkan kisah-kisah budaya Nusantara yang sarat dengan nilai moral, persatuan, toleransi, dan gotong royong. Materi disampaikan melalui presentasi interaktif, cerita visual, diskusi kelompok, serta sesi tanya jawab yang mendorong partisipasi aktif siswa.

Baca Juga  Jokowi ke Cianjur Tinjau Rekonstruksi dan Penyaluran Bantuan

Tak hanya itu, peserta juga mengikuti berbagai permainan edukatif, kuis, simulasi sederhana, dan aktivitas menggambar bertema budaya Indonesia. Melalui pendekatan tersebut, siswa dapat belajar dengan suasana yang lebih menyenangkan sekaligus memahami materi secara lebih mendalam.

Antusiasme dan Dampak Positif

Kegiatan berlangsung dengan antusias. Para siswa terlihat aktif mengikuti setiap sesi dan menunjukkan ketertarikan terhadap materi yang disampaikan. Melalui diskusi dan aktivitas kelompok, siswa diajak untuk memahami pentingnya menghargai perbedaan, bekerja sama, dan menjaga persatuan.

Program ini berhasil meningkatkan pemahaman siswa mengenai sejarah lokal dan kearifan budaya Indonesia sebagai bagian dari identitas nasional. Selain itu, kesadaran siswa terhadap pentingnya nilai persatuan, toleransi, dan gotong royong dalam kehidupan sehari-hari juga mengalami peningkatan.

Kegiatan ini turut menghasilkan dokumentasi foto dan video sebagai bukti pelaksanaan program, serta menjadi bahan publikasi untuk memperluas manfaat kegiatan kepada masyarakat dan civitas akademika.

Baca Juga  Farhan Ajak Masyarakat Hindari Skema Gali Lobang Tutup Lobang

Wujud Kontribusi Perguruan Tinggi

Dosen pendamping kegiatan, Kasmin, AP.Par., S.Pd., M.M., mengapresiasi pelaksanaan program tersebut. Menurutnya, pendidikan budaya yang dikemas secara kreatif dan interaktif menjadi salah satu cara efektif untuk memperkuat karakter generasi muda.

Program yang didukung anggaran sebesar Rp820 ribu ini menjadi bukti bahwa kolaborasi antara perguruan tinggi dan sekolah dapat menghadirkan pembelajaran yang tidak hanya menambah wawasan siswa, tetapi juga menanamkan nilai-nilai kebangsaan sejak dini.

Ke depan, kegiatan serupa diharapkan dapat terus dilaksanakan dengan tema budaya dan sejarah daerah lainnya sehingga semakin banyak siswa yang memahami dan mencintai keberagaman budaya Indonesia sebagai bagian dari jati diri bangsa.

Tim Pelaksana: Richo Hening Sayoga, Reva Liana, Putra Tegar Kusuma, Zennyma Vanesa Nur Rahmah, Audi Kirana, Siti Jamilah, Safirah Maharani, Devanda Angelica, dan Wiwin.

Dosen Pendamping: Kasmin, AP.Par., S.Pd., M.M.

Program Studi Ilmu Komunikasi, Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI), 2026.

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link
What do you think?
Love0
Sad0
Happy0
Sleepy0
Angry0
Dead0
Wink0
Previous Article Cara Menyimpan Dana Darurat Secara Bertahap agar Keuangan Lebih Siap Menghadapi Risiko
Leave a comment

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kategori

  • Daerah1,136
    • Agam14
    • Bukit Tinggi14
    • Limapuluh Kota426
    • Padang35
    • Payakumbuh204
    • Solok73
  • Ekonomi1,709
  • Headline408
  • Internasional82
  • Khazanah222
  • Lifestyle112
  • Nasional987
  • Olahraga79
  • Opini182
  • Pariwara Lipsus31
  • Politik261
  • Uncategorized288
  • Video15

Berita Lainnya

Mahasiswa UBSI Tanamkan Cinta Tanah Air Melalui Edukasi Sejarah Lokal dan Kearifan Budaya di SD Wijaya Kusuma Jakarta
Cara Menyimpan Dana Darurat Secara Bertahap agar Keuangan Lebih Siap Menghadapi Risiko
Jelang Periode Libur Sekolah, Jasa Marga Intensifkan Preservasi Rutin Jalan Tol untuk Tingkatkan Kelancaran, Keamanan dan Kenyamanan Perjalanan
Perkuat Fondasi Sekolah Rakyat, WSBP Tuntaskan Suplai Ribuan Square Pile Tepat Waktu

Berita Terkait

Nasional

Akademisi Soroti Pentingnya Penanganan Stunting untuk Wujudkan Generasi Emas 2045

Juni 22, 2026
Nasional

Pegiat Literasi Digital: MBG Jadi Kunci Memanfaatkan Bonus Demografi Indonesia

Juni 22, 2026
Nasional

Bermanfaat bagi Masyarakat, EMUD Jawa Timur Dukung Program MBG Presiden Prabowo

Juni 21, 2026
Nasional

Bakti Sosial dan Sumur Bor Ditreskrimsus Polda Sumbar Bukti Nyata Polri Presisi Hadir untuk Masyarakat

Juni 20, 2026
Show More
DigIndonews.comDigIndonews.com
Follow US
© DigIndonews.com 2024 | All Rights Reserved
  • Redaksi
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan
Sign in to your account

Lost your password?