DigIndonews.comDigIndonews.com
  • Nasional
  • Daerah
  • Politik
  • Khazanah
  • Opini
  • Ekonomi
  • Opini
  • Uncategorized
  • Redaksi
Reading: LPPBI: Kritik Doli Kurnia Jangan Dibenturkan dengan Soliditas Koalisi
Share
Font ResizerAa
DigIndonews.comDigIndonews.com
Font ResizerAa
  • Nasional
  • Daerah
  • Politik
  • Khazanah
  • Opini
  • Ekonomi
  • Opini
  • Uncategorized
  • Redaksi
Search
  • Nasional
  • Daerah
  • Politik
  • Khazanah
  • Opini
  • Ekonomi
  • Opini
  • Uncategorized
  • Redaksi
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan
© Sayangi.com 2022 | All Rights Reserved
DigIndonews.com > Nasional > LPPBI: Kritik Doli Kurnia Jangan Dibenturkan dengan Soliditas Koalisi
Nasional

LPPBI: Kritik Doli Kurnia Jangan Dibenturkan dengan Soliditas Koalisi

Astriani Published September 11, 2026
Share
Ket: Ketua Umum DPP Lembaga Pemuda Pemantau Bangsa Indonesia (LPPBI)
SHARE

Jakarta, 10 September 2026 – Polemik terkait pernyataan Wakil Ketua Umum Partai Golkar Ahmad Doli Kurnia mengenai pidato Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dinilai tidak perlu diarahkan menjadi persoalan yang mengganggu soliditas koalisi pemerintahan.

Ketua Umum DPP Lembaga Pemuda Pemantau Bangsa Indonesia (LPPBI), Benny Ario, mengatakan kritik dan pandangan politik merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari dinamika demokrasi. Karena itu, pernyataan Doli Kurnia tidak semestinya langsung ditafsirkan sebagai upaya mengadu domba antarpartai di dalam koalisi.

“Jangan setiap kritik kemudian ditafsirkan sebagai upaya mengadu domba. Bang Doli menyampaikan pandangan politiknya dan itu merupakan sesuatu yang wajar dalam demokrasi. Kalau ada yang berbeda pandangan, silakan dijawab dengan argumentasi, bukan dengan membangun tudingan bahwa ada upaya memecah koalisi,” ujar Benny Ario, Kamis (10/9/2026).

Baca Juga  Pengangkatan Gelar Adat kepada Presiden ke-7 RI Joko Widodo Merupakan Wujud Penghormatan terhadap Nilai Budaya Nusantara

Menurut Benny, pidato seorang ketua umum partai politik yang menyampaikan gagasan mengenai kekuasaan, pemerintahan dan masa depan politik tentu memiliki konsekuensi untuk mendapatkan pembacaan serta tanggapan dari publik maupun elite politik lainnya.

Ia menilai Doli Kurnia memiliki kapasitas dan hak politik untuk memberikan interpretasi maupun catatan terhadap pernyataan AHY, terlebih keduanya berasal dari partai politik yang sama-sama memiliki posisi penting dalam pemerintahan.

“Dalam politik, setiap pernyataan elite pasti memiliki konteks. Ketika ada yang memberikan tafsir atau kritik, itu jangan langsung dianggap sebagai serangan. Kita harus dewasa melihat dinamika politik,” katanya.

Benny menegaskan, perbedaan pandangan antara Golkar dan Demokrat tidak otomatis berarti adanya keretakan dalam koalisi. Menurutnya, koalisi yang sehat justru membutuhkan ruang bagi setiap partai untuk menyampaikan pandangan secara terbuka.

Baca Juga  Apresiasi Budi Arie Bentuk KopDes Merah Putih, Aktivis Pemuda: Sesuai Asta Cita Prabowo dalam Entaskan Kemiskinan Rakyat

“Soliditas koalisi tidak boleh dibangun dengan cara membungkam kritik. Soliditas justru harus lahir dari komunikasi dan keterbukaan. Kalau ada perbedaan, dibicarakan. Kalau ada kritik, dijawab. Jangan kritik Doli kemudian dibenturkan dengan kepentingan menjaga koalisi,” tegas Benny.

Ia juga meminta agar istilah seperti “adu domba” maupun “melempar granat” tidak digunakan secara berlebihan dalam merespons dinamika politik. Menurutnya, penggunaan istilah tersebut justru berpotensi membuat persoalan yang sebenarnya sederhana menjadi semakin besar.

“Jangan sampai perbedaan pendapat yang biasa dalam politik kemudian dikemas seolah-olah sebagai konflik besar. Kita justru harus menjaga agar komunikasi antarelite tetap terbuka,” ujarnya.

Benny menilai perhatian publik seharusnya tidak berhenti pada polemik antarpolitisi, tetapi juga diarahkan pada bagaimana seluruh kekuatan politik yang berada di pemerintahan dapat bekerja maksimal untuk menjawab persoalan masyarakat.

Baca Juga  FKBK dan BEM SI Gelar Dialog Kebangsaan Wujudkan Pilkada Damai di Kalbar

Menurutnya, partai-partai yang tergabung dalam pemerintahan Prabowo-Gibran memiliki tanggung jawab yang lebih besar untuk memastikan stabilitas politik berjalan seiring dengan pelaksanaan program-program pemerintah.

“Yang paling penting adalah bagaimana koalisi tetap bekerja untuk rakyat. Perbedaan pandangan politik jangan dijadikan alasan untuk saling menjauh. Sebaliknya, kritik harus menjadi bagian dari proses memperbaiki komunikasi dan kerja pemerintahan,” kata Benny.

LPPBI berharap polemik Doli Kurnia dan AHY tidak berkembang menjadi konflik terbuka antarkekuatan politik. Benny menegaskan bahwa perbedaan pandangan merupakan hal biasa dan tidak seharusnya menghilangkan semangat kebersamaan dalam menjalankan pemerintahan.

“Jangan tafsirkan kritik Doli sebagai upaya adu domba. Jangan pula setiap perbedaan pandangan dibenturkan dengan soliditas koalisi. Demokrasi membutuhkan kritik, sementara pemerintahan membutuhkan soliditas. Keduanya bisa berjalan bersamaan,” pungkas Benny Ario.

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link
What do you think?
Love0
Sad0
Happy0
Sleepy0
Angry0
Dead0
Wink0
Previous Article Biaya Admin Shopee dan TikTok Shop Terus Naik di 2026, Pelaku UMKM Mulai Lirik Toko Online Sendiri
Leave a comment

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kategori

  • Daerah1,247
    • Agam14
    • Bukit Tinggi14
    • Limapuluh Kota431
    • Padang37
    • Payakumbuh291
    • Solok73
  • Ekonomi2,486
  • Headline409
  • Internasional82
  • Khazanah227
  • Lifestyle113
  • Nasional1,056
  • Olahraga81
  • Opini192
  • Pariwara Lipsus33
  • Politik270
  • Uncategorized298
  • Video15

Berita Lainnya

LPPBI: Kritik Doli Kurnia Jangan Dibenturkan dengan Soliditas Koalisi
Biaya Admin Shopee dan TikTok Shop Terus Naik di 2026, Pelaku UMKM Mulai Lirik Toko Online Sendiri
Bitcoin Masuki Pekan Penentuan, Mampukah Kembali Tembus US$85.000?
Kongres XXXIII HMI Harus Menjadi Momentum Menyatukan Organisasi

Berita Terkait

Nasional

Wujud Persaudaraan, Basodara Jabodetabek Bantu Masyarakat NTT Terdampak Bencana

September 8, 2026
EkonomiNasional

Asosiasi Chef Makanan Bergizi Riau Gelar Konsolidasi, Perkuat Organisasi

September 7, 2026
Nasional

Ahmad Doli Kurnia Tanggapi Cak Imin soal Alumni HMI: Sesama Aktivis Harus Saling Menghargai

September 2, 2026
Nasional

KAMSRI: DESAK DPR RI TIDAK BOLEH KALAH OLEH KORUPSI, RUU PERAMPASAN ASET SEGERA TUNTASKAN 2026

Agustus 27, 2026
Show More
DigIndonews.comDigIndonews.com
Follow US
© DigIndonews.com 2024 | All Rights Reserved
  • Redaksi
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan
Sign in to your account

Lost your password?