DigIndonews.comDigIndonews.com
  • Nasional
  • Daerah
  • Politik
  • Khazanah
  • Opini
  • Ekonomi
  • Opini
  • Uncategorized
  • Redaksi
Reading: Literasi Digital Jadi Benteng Pemilih Hadapi Hoaks dan Disinformasi Politik
Share
Font ResizerAa
DigIndonews.comDigIndonews.com
Font ResizerAa
  • Nasional
  • Daerah
  • Politik
  • Khazanah
  • Opini
  • Ekonomi
  • Opini
  • Uncategorized
  • Redaksi
Search
  • Nasional
  • Daerah
  • Politik
  • Khazanah
  • Opini
  • Ekonomi
  • Opini
  • Uncategorized
  • Redaksi
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan
© Sayangi.com 2022 | All Rights Reserved
DigIndonews.com > Nasional > Literasi Digital Jadi Benteng Pemilih Hadapi Hoaks dan Disinformasi Politik
Nasional

Literasi Digital Jadi Benteng Pemilih Hadapi Hoaks dan Disinformasi Politik

Astriani Published Agustus 12, 2026
Share
SHARE

Digindonews.com – Derasnya arus informasi melalui media sosial menjadi tantangan tersendiri dalam kehidupan demokrasi. Kondisi tersebut menjadi salah satu perhatian utama dalam kegiatan Sosialisasi dan Pendidikan Pemilih Berkelanjutan yang digelar pada Senin, 10 Agustus 2026.

Akademisi Siti Zaenab dalam pemaparannya menyebut ruang digital saat ini telah menjadi semacam “medan pertempuran informasi”, terutama dalam isu politik dan kepemiluan. Media sosial dapat menjadi sarana edukasi yang efektif, tetapi pada saat yang sama juga berpotensi digunakan untuk menyebarkan informasi palsu dan manipulasi.

Menurutnya, literasi digital tidak cukup hanya dimaknai sebagai kemampuan menggunakan perangkat dan aplikasi. Masyarakat juga harus memiliki kemampuan berpikir kritis, memeriksa informasi, serta bertanggung jawab terhadap setiap konten yang diterima maupun dibagikan.

Baca Juga  Desy Ratnasari Adakan Webinar Ngobrol Bareng Legislator "Perkembangan Seni Budaya dengan Media Digital dan Sosial Media

Siti menjelaskan tiga ancaman digital yang perlu diwaspadai, yakni hoaks, disinformasi, dan ujaran kebencian. Hoaks merupakan informasi palsu yang dibuat seolah-olah benar, sedangkan disinformasi dapat berupa informasi yang benar tetapi sengaja dipelintir atau disebarkan di luar konteks. Sementara itu, ujaran kebencian dapat menyerang individu atau kelompok berdasarkan identitas maupun pilihan politik dan berpotensi memicu permusuhan.

Untuk menghadapi ancaman tersebut, peserta diperkenalkan dengan konsep Saringan 3T: Teliti, Telusuri, dan Tahan. Teliti berarti memeriksa isi informasi dan tidak terburu-buru mempercayai judul yang provokatif. Telusuri berarti memeriksa sumber dan membandingkannya dengan informasi dari sumber resmi maupun media terpercaya. Sedangkan Tahan berarti tidak menyebarkan informasi sebelum kebenarannya dapat dipastikan.

Baca Juga  Anggota DPR RI Ir. Irwan Ardi Hasman Sampaikan Materi tentang Etika Berpendapat dan Berdemokrasi di Ruang Digital

Peserta juga diajak menerapkan “Radar Anti-Hoaks” dengan melakukan pengecekan sederhana sebelum mempercayai sebuah informasi. Masyarakat diingatkan untuk tidak menjadikan viralitas sebagai ukuran kebenaran, memeriksa tanggal berita, melihat kredibilitas akun, membandingkan informasi dengan sumber terpercaya, serta membaca informasi secara utuh.

Dalam konteks demokrasi digital, generasi muda dinilai memiliki peran penting. Mereka tidak hanya dituntut menjadi pengguna media sosial, tetapi juga menjadi penjaga ruang digital yang sehat dengan menghormati perbedaan pendapat, berdiskusi secara santun, dan tidak ikut menyebarkan fitnah maupun ujaran kebencian.

“Menahan diri untuk tidak membagikan informasi yang belum terverifikasi merupakan bentuk tanggung jawab,” menjadi pesan penting dalam materi tersebut. Dengan literasi digital yang kuat, masyarakat diharapkan mampu menjadi pemilih yang kritis sekaligus turut menjaga kualitas demokrasi di ruang digital.***

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link
What do you think?
Love0
Sad0
Happy0
Sleepy0
Angry0
Dead0
Wink0
Previous Article Rp10,27 Triliun Diselamatkan, Pemuda Nusantara Sumut Minta Aktor Tambang Ilegal Dibongkar
Leave a comment

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kategori

  • Daerah1,205
    • Agam14
    • Bukit Tinggi14
    • Limapuluh Kota428
    • Padang37
    • Payakumbuh263
    • Solok73
  • Ekonomi2,214
  • Headline408
  • Internasional82
  • Khazanah226
  • Lifestyle112
  • Nasional1,033
  • Olahraga80
  • Opini190
  • Pariwara Lipsus31
  • Politik269
  • Uncategorized295
  • Video15

Berita Lainnya

Literasi Digital Jadi Benteng Pemilih Hadapi Hoaks dan Disinformasi Politik
Rp10,27 Triliun Diselamatkan, Pemuda Nusantara Sumut Minta Aktor Tambang Ilegal Dibongkar
Tim Hukum Dewan Etik Partai Golkar Mengirimkan Dumas Ke Polda Metro Jaya terhadap Rencana Aksi FMSS Jakarta
Sambut HUT ke-81 RI, BRI BO Mangga Dua Semarakkan Kantor dengan Nuansa Merah Putih

Berita Terkait

Nasional

Literasi Digital dan Pengawasan Transaksi Jadi Kunci Persempit Ruang Judi Online

Agustus 12, 2026
Nasional

GPAK Gelar Aksi di KPK, Desak Pemeriksaan Benny Gusman Sinaga Terkait Dugaan Korupsi MBG Kabupaten Simalungun

Agustus 12, 2026
Nasional

Dua Perwakilan Polri se-Indonesia Dipilih untuk Komandan Upacara HUT RI, Dirlantas Polda Sumbar Salah Satunya

Agustus 12, 2026
Nasional

Selebgram Meicha Lee Tolak Ajakan Mediasi, Pilih Keadilan dalam Kasus Dermakeys Clinic

Agustus 11, 2026
Show More
DigIndonews.comDigIndonews.com
Follow US
© DigIndonews.com 2024 | All Rights Reserved
  • Redaksi
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan
Sign in to your account

Lost your password?