DigIndonews.comDigIndonews.com
  • Nasional
  • Daerah
  • Politik
  • Khazanah
  • Opini
  • Ekonomi
  • Opini
  • Uncategorized
  • Redaksi
Reading: KPU Goes to Campus: Pemilih Berintegritas Jadi Kunci Demokrasi Berkualitas di Era Digital
Share
Font ResizerAa
DigIndonews.comDigIndonews.com
Font ResizerAa
  • Nasional
  • Daerah
  • Politik
  • Khazanah
  • Opini
  • Ekonomi
  • Opini
  • Uncategorized
  • Redaksi
Search
  • Nasional
  • Daerah
  • Politik
  • Khazanah
  • Opini
  • Ekonomi
  • Opini
  • Uncategorized
  • Redaksi
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan
© Sayangi.com 2022 | All Rights Reserved
DigIndonews.com > Nasional > KPU Goes to Campus: Pemilih Berintegritas Jadi Kunci Demokrasi Berkualitas di Era Digital
Nasional

KPU Goes to Campus: Pemilih Berintegritas Jadi Kunci Demokrasi Berkualitas di Era Digital

Astriani Published Oktober 22, 2026
Share
SHARE

Digindonews.com — Komisi Pemilihan Umum (KPU) terus memperkuat pendidikan politik masyarakat melalui kegiatan Sosialisasi dan Pendidikan Pemilih Berkelanjutan kepada Kelompok Pemilih Rentan, Marjinal, dan Pemula. Dalam kegiatan KPU Goes to Campus yang digelar di Kampus Institut Teknologi Indonesia (ITI), Serpong, Kamis (22/10/2026), masyarakat, khususnya generasi muda, diajak menjadi pemilih yang cerdas, kritis, mandiri, dan bertanggung jawab di tengah derasnya arus informasi digital.

Kegiatan ini menegaskan bahwa kualitas demokrasi tidak cukup diukur dari tingginya angka partisipasi pemilih pada hari pemungutan suara. Demokrasi yang sehat juga membutuhkan pemilih yang memahami hak dan kewajibannya, mampu menilai informasi secara objektif, serta menentukan pilihan politik berdasarkan pertimbangan yang rasional.

Melalui program pendidikan pemilih berkelanjutan, KPU berupaya menghadirkan ruang pembelajaran yang inklusif dan mudah diakses oleh berbagai kelompok masyarakat. Upaya ini sekaligus menjadi langkah strategis untuk meningkatkan kesadaran publik terhadap ancaman hoaks, disinformasi, politik uang, ujaran kebencian, serta sikap apatis terhadap proses demokrasi.

Baca Juga  Dari Sosialisasi ke Tindakan Tegas, Kapolres Sijunjung Bersama Sat Ops PETI Polda Sumbar Berkomitmen Hentikan PETI

Rektor Institut Teknologi Indonesia, Prof. Dr. Ir. Syopiansyah Jaya Putra, M.Sis., IPU., ASEAN Eng, dalam pemaparannya menekankan pentingnya integritas pemilih sebagai fondasi demokrasi berkualitas, terutama di tengah perkembangan teknologi digital dan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).

Menurutnya, pemilih berintegritas harus mampu menjaga nalar kritis dalam menerima informasi, menentukan pilihan secara bebas, serta bertanggung jawab terhadap keputusan politik yang diambil.

Ia menjelaskan bahwa seseorang kerap mudah mempercayai dan menyebarkan informasi karena berasal dari orang yang dikenal, memiliki judul yang mengejutkan, atau sesuai dengan keyakinan pribadi. Kebiasaan tersebut dapat membuat masyarakat bertindak secara spontan tanpa terlebih dahulu memeriksa kebenaran informasi.

Karena itu, pemilih perlu membiasakan diri memeriksa sumber, bukti, dan konteks sebelum mempercayai suatu informasi. Masyarakat juga harus mampu membedakan fakta, opini, dan dugaan serta menerapkan standar penilaian yang sama terhadap seluruh kandidat.

Baca Juga  Kresna Anggota DPR RI Minta Masyarakat Untuk Waspada Share Sesuatu di Dunia Digital

Syopiansyah memaparkan lima karakter utama pemilih berintegritas, yakni mandiri dalam menentukan pilihan, berbasis bukti, konsisten dalam menilai, menghormati perbedaan, dan bertanggung jawab atas keputusan yang diambil.

Ia juga memperkenalkan prinsip JEDA sebagai pengingat edukatif sebelum mempercayai dan membagikan informasi. Prinsip tersebut menekankan evaluasi sumber dan bukti, evaluasi kembali kewajaran informasi, pengecekan data serta dokumen asli, dan mengambil jeda sebelum bertindak.

Sementara itu, akademisi dan pegiat literasi digital, Ir. Yanto, PhD., IPU., ASEAN Eng, menyoroti tantangan penyebaran hoaks yang berpotensi semakin kompleks menjelang Pemilu 2029.

Menurutnya, karakteristik pemilih yang beragam membutuhkan pendekatan pendidikan politik yang tepat. Perbedaan usia, pendidikan, lingkungan sosial, dan preferensi politik dapat memengaruhi cara seseorang menerima serta menafsirkan informasi.

Baca Juga  Mendagri Tito: Perppu Pemilu Tunggu UU Papua Barat Daya Diundangkan

Ia mengingatkan bahwa informasi negatif cenderung menarik perhatian masyarakat, sehingga konten provokatif dan kabar yang belum terverifikasi berpotensi menyebar luas selama masa kampanye.

Oleh sebab itu, masyarakat perlu lebih mengutamakan rekam jejak dan program kandidat daripada sekadar mengikuti popularitas atau arus opini di media sosial.

Melalui kegiatan ini, KPU berharap pendidikan pemilih tidak berhenti sebagai agenda seremonial, melainkan menjadi sarana membangun kesadaran demokrasi secara berkelanjutan.

Partisipasi masyarakat yang disertai integritas, kemampuan berpikir kritis, dan tanggung jawab menjadi modal penting untuk mewujudkan pemilu yang inklusif, berintegritas, dan berkualitas.***

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link
What do you think?
Love0
Sad0
Happy0
Sleepy0
Angry0
Dead0
Wink0
Previous Article Kolaborasi Bersama HRI Team Management, IPCC Turut Mendukung Distribusi Unit Kendaraan Balap ke Mandalika Festival of Speed 2026
Next Article Harga Minyak WTI Berpeluang Menguat, Dupoin Futures Pantau Risiko Pasokan
Leave a comment

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kategori

  • Daerah1,311
    • Agam14
    • Bukit Tinggi14
    • Limapuluh Kota432
    • Padang38
    • Payakumbuh346
    • Solok76
  • Ekonomi2,859
  • Headline410
  • Internasional82
  • Khazanah229
  • Lifestyle113
  • Nasional1,092
  • Olahraga85
  • Opini200
  • Pariwara Lipsus34
  • Politik270
  • Uncategorized308
  • Video15

Berita Lainnya

BRI BO Yogyakarta Cik Ditiro Hadirkan BRICafe, Layanan Perbankan dan Kafe dalam Satu Ruang
Bittime Soroti Rencana Regulasi Tokenisasi Aset di Indonesia
Denyut Baru Jalur Selatan: Saat Kereta Api dan Geopark Dunia Mengubah Wajah Pariwisata Kebumen
Prudential Syariah Dukung Syariah Financial Fair OJK di Aceh, Perkuat Literasi Keuangan Syariah dan Buka Peluang bagi UMKM

Berita Terkait

Nasional

Merajut Nusantara, Rachel Maryam Ajak Masyarakat Bijak Bermedia Digital dan Jauhi Judi Online

Oktober 23, 2026
Nasional

Alumni HMI, Laca Muhammad: Dua Tahun Prabowo-Gibran, Satu Tekad Tumbuh Merakyat dan Makmur Bersama

Oktober 22, 2026
Nasional

Suara Lirboyo Menggema! 36 Kiai Sepuh Soroti Penegakan Hukum Kasus Gus Yaqut

Oktober 21, 2026
Nasional

Rocky Gerung Soroti Gerakan Mahasiswa, Tuntutan Harus Punya Dasar dan Argumentasi

Oktober 20, 2026
Show More
DigIndonews.comDigIndonews.com
Follow US
© DigIndonews.com 2024 | All Rights Reserved
  • Redaksi
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan
Sign in to your account

Lost your password?