DigIndonews.comDigIndonews.com
  • Nasional
  • Daerah
  • Politik
  • Khazanah
  • Opini
  • Ekonomi
  • Opini
  • Uncategorized
  • Redaksi
Reading: Kosmetik Diduga Berbahaya Masih Dijual Bebas, Imperium Desak BPOM Seret Owner Nadiela Glow
Share
Font ResizerAa
DigIndonews.comDigIndonews.com
Font ResizerAa
  • Nasional
  • Daerah
  • Politik
  • Khazanah
  • Opini
  • Ekonomi
  • Opini
  • Uncategorized
  • Redaksi
Search
  • Nasional
  • Daerah
  • Politik
  • Khazanah
  • Opini
  • Ekonomi
  • Opini
  • Uncategorized
  • Redaksi
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan
© Sayangi.com 2022 | All Rights Reserved
DigIndonews.com > Nasional > Kosmetik Diduga Berbahaya Masih Dijual Bebas, Imperium Desak BPOM Seret Owner Nadiela Glow
Nasional

Kosmetik Diduga Berbahaya Masih Dijual Bebas, Imperium Desak BPOM Seret Owner Nadiela Glow

Astriani Published Desember 29, 2025
Share
Ket: Imperium Desak BPOM Seret Owner Nadiela Glow
SHARE

 

Jakarta, 29 Desember 2025 – Ikatan Mahasiswa dan Pemuda Peduli Hukum (Imperium) mendesak Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia (BPOM RI) untuk segera memeriksa dan memproses hukum owner produk kosmetik bermerek Nadiela Glow yang diduga masih mengedarkan produk tanpa izin edar dan berpotensi membahayakan kesehatan konsumen.

Desakan tersebut disampaikan menyusul maraknya peredaran kosmetik ilegal yang tidak memiliki izin edar (TIE) serta diduga mengandung bahan berbahaya, sebagaimana sejumlah temuan BPOM di berbagai daerah. Salah satu kasus yang kini menjadi sorotan nasional adalah masih beredarnya produk Nadiela Glow secara luas di pasaran.

Berdasarkan data dan temuan BPOM Bima, beberapa produk Nadiela Glow diduga mengandung bahan berbahaya bagi kesehatan kulit, di antaranya Herbal Cinta, Cimimiw, dan Loi Montok. Produk-produk tersebut dinilai berpotensi menimbulkan dampak kesehatan serius apabila digunakan secara terus-menerus oleh masyarakat.

Baca Juga  DPP GMNI Bidang GEOPOLITIK : Perjanjian ART RI-AS adalah Bentuk Ketergantungan Baru

Ketua BPP Bidang Advokasi dan Jaringan Imperium, Fadzan Haupea, menegaskan bahwa peredaran kosmetik diduga berbahaya bukan sekadar pelanggaran administratif, melainkan kejahatan terhadap keselamatan publik.

“Jika kosmetik yang diduga mengandung bahan berbahaya tetap diedarkan secara masif, itu bukan lagi kesalahan teknis, melainkan kejahatan publik. BPOM RI tidak boleh ragu, apalagi lamban dalam menindak,” ujar Fadzan, Senin 29 Desember 2025.

Imperium mengungkapkan, hingga saat ini owner Nadiela Glow masih aktif mempromosikan dan menjual produk-produknya melalui berbagai platform marketplace. Hasil penelusuran Imperium menunjukkan bahwa meskipun terdapat sebagian produk yang terdaftar di BPOM RI, namun ditemukan pula produk lain yang tidak terdaftar, sebagaimana hasil temuan BPOM Bima.

Baca Juga  Basarnas Perpanjang Operasi SAR Gempa Cianjur Tiga Hari

Menurut Fadzan, praktik tersebut mengindikasikan adanya pola lama yang kerap berulang dalam peredaran kosmetik ilegal.

“Produk legal dijadikan kedok, sementara produk ilegal diselipkan dan diedarkan bebas. Jika ini dibiarkan, publik berhak mempertanyakan keseriusan penegakan hukum di sektor pengawasan kosmetik,” tegasnya.

Imperium juga menyoroti fakta bahwa owner Nadiela Glow diduga merupakan seorang tenaga medis. Hal tersebut dinilai semakin memperkuat dugaan adanya pelanggaran etik, moral, dan hukum, mengingat seorang tenaga kesehatan seharusnya memahami secara mendalam risiko penggunaan bahan kimia berbahaya terhadap kesehatan manusia.

Atas dasar itu, Imperium menyampaikan ultimatum terbuka kepada BPOM RI, khususnya Direktorat Penyidikan Obat dan Makanan, untuk segera mengambil langkah tegas, antara lain:

  1. Memanggil dan memeriksa owner Nadiela Glow secara transparan
  2. Menghentikan seluruh peredaran produk yang diduga ilegal
  3. Membuka hasil pemeriksaan kepada publik
  4. Menindak tegas sesuai ketentuan hukum pidana tanpa pandang bulu
Baca Juga  Literasi Digital, Kresna: Pentingnya Pahami Dampak dari Setiap Komentar yang Diungkapkan di Platform Online

“Jika BPOM RI terkesan membiarkan atau tidak menindaklanjuti kasus ini, kami menduga adanya pembiaran sistematis. Imperium siap membawa persoalan ini ke ruang publik yang lebih luas dan mengawal hingga proses hukum benar-benar berjalan,” kata Fadzan.

Imperium menegaskan bahwa keselamatan rakyat harus menjadi prioritas utama. Negara, melalui BPOM RI, wajib hadir dan tegas dalam melindungi konsumen dari praktik peredaran kosmetik ilegal yang berpotensi membahayakan kesehatan masyarakat.

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link
What do you think?
Love0
Sad0
Happy0
Sleepy0
Angry0
Dead0
Wink0
Previous Article Meski Terkoreksi di AkhirTahun, Tren Naik Emas di 2026 Dinilai Masih Kuat
Next Article Akselerasi Hilirisasi, MIND ID Perkokoh Dominasi Indonesia dalam Rantai Pasok Hijau Dunia
Leave a comment

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kategori

  • Daerah1,212
    • Agam14
    • Bukit Tinggi14
    • Limapuluh Kota428
    • Padang37
    • Payakumbuh267
    • Solok73
  • Ekonomi2,246
  • Headline408
  • Internasional82
  • Khazanah226
  • Lifestyle113
  • Nasional1,036
  • Olahraga80
  • Opini190
  • Pariwara Lipsus31
  • Politik270
  • Uncategorized295
  • Video15

Berita Lainnya

Mitra10 Resmikan Gerai Ke-61 di Bandung, Perluas Akses Solusi Home Improvement
Dari YIA ke Pusat Kota Yogyakarta, Kini Makin Mudah Naik KAI Bandara
Rapat Kerja PAPPSI 2026: Perkuat Konsolidasi dan Sinergi Alumni
AKP Wildan Pimpin Sidak Dini Hari, Polisi Pastikan Penyaluran Bio Solar Subsidi Tepat Sasaran

Berita Terkait

Nasional

Sekjen MUI Dukung “WHO 2026”, Konsumen Aman dan Produktif

Agustus 14, 2026
Nasional

Penguatan Keamanan Kawasan Industri untuk Ketahanan Ekonomi: Sespimmen Polri Poklat XXI Gelar Kajian Strategis di Tangerang

Agustus 13, 2026
Nasional

Pancasila Jadi Kompas Moral Generasi Muda di Tengah Arus Digital

Agustus 13, 2026
Nasional

Literasi Digital Jadi Benteng Pemilih Hadapi Hoaks dan Disinformasi Politik

Agustus 12, 2026
Show More
DigIndonews.comDigIndonews.com
Follow US
© DigIndonews.com 2024 | All Rights Reserved
  • Redaksi
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan
Sign in to your account

Lost your password?