DigIndonews.comDigIndonews.com
  • Nasional
  • Daerah
  • Politik
  • Khazanah
  • Opini
  • Ekonomi
  • Opini
  • Uncategorized
  • Redaksi
Reading: Kolaborasi Pemerintah dan Sektor Digital Diperlukan untuk Perkuat Literasi Keuangan Penerima Bansos
Share
Font ResizerAa
DigIndonews.comDigIndonews.com
Font ResizerAa
  • Nasional
  • Daerah
  • Politik
  • Khazanah
  • Opini
  • Ekonomi
  • Opini
  • Uncategorized
  • Redaksi
Search
  • Nasional
  • Daerah
  • Politik
  • Khazanah
  • Opini
  • Ekonomi
  • Opini
  • Uncategorized
  • Redaksi
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan
© Sayangi.com 2022 | All Rights Reserved
DigIndonews.com > Nasional > Kolaborasi Pemerintah dan Sektor Digital Diperlukan untuk Perkuat Literasi Keuangan Penerima Bansos
Nasional

Kolaborasi Pemerintah dan Sektor Digital Diperlukan untuk Perkuat Literasi Keuangan Penerima Bansos

Redaksi Published Maret 3, 2026
Share
SHARE
Post Views: 117

Digindonews.com, Jakarta, 3 Maret 2026 — Transformasi penyaluran bantuan sosial yang semakin mengarah pada sistem non-tunai dinilai membutuhkan penguatan literasi keuangan digital melalui kolaborasi erat antara pemerintah dan sektor swasta. Hal tersebut menjadi salah satu fokus pembahasan dalam Forum Diskusi Publik bertema “Literasi Digital dalam Menunjang Perlindungan Sosial” yang digelar pada Selasa (3/3).

Forum menghadirkan Anggota Komisi I DPR RI Desy Ratnasari, Praktisi Komunikasi Usman Kansong, serta akademisi Universitas Budi Luhur Medya Apriliansyah.

Dalam diskusi tersebut disampaikan bahwa penyaluran bantuan sosial melalui sistem perbankan dan dompet digital membawa banyak keuntungan dari sisi transparansi dan efisiensi. Namun di sisi lain, transformasi ini juga menuntut kesiapan literasi digital dan literasi keuangan masyarakat penerima manfaat.

Sebagian besar penerima bansos berasal dari kelompok rentan dengan tingkat literasi digital yang beragam. Tanpa pendampingan yang memadai, risiko kesalahan transaksi, penyalahgunaan akun, hingga penipuan digital menjadi tantangan yang nyata.

Baca Juga  PW Fatayat NU Sumbar berkomitmen bersama Polri Menjaga Empat Pilar Kebangsaan serta Mewujudkan Stabilitas Harkamtibmas

Usman Kansong menekankan bahwa literasi keuangan digital tidak cukup hanya melalui sosialisasi satu arah. Edukasi harus terintegrasi langsung dalam ekosistem layanan yang digunakan masyarakat. Misalnya, setiap notifikasi pencairan bantuan melalui dompet digital dapat disertai pesan edukatif tentang keamanan PIN, kewaspadaan terhadap tautan palsu, serta cara melaporkan transaksi mencurigakan.

Forum menilai bahwa desain aplikasi yang sederhana dan ramah pengguna menjadi kunci utama. Antarmuka yang kompleks justru berpotensi membingungkan penerima bansos, terutama lansia atau masyarakat dengan literasi rendah.

Desy Ratnasari menegaskan bahwa pemerintah memiliki peran strategis sebagai regulator sekaligus pengawas untuk memastikan keamanan data dan perlindungan konsumen tetap terjaga. Kolaborasi dengan penyedia dompet digital harus berbasis prinsip transparansi dan perlindungan data pribadi.

Baca Juga  GP Ansor Tolak Keras Konten Bernuansa Radikal di Trans 7, Serukan Gerakan Moral Bela Pesantren dan NKRI

Sementara itu, Medya Apriliansyah menekankan pentingnya pelatihan berbasis komunitas. Pendamping sosial, aparat desa, serta perwakilan sektor swasta dapat bekerja sama memberikan simulasi langsung penggunaan dompet digital, mulai dari pengecekan saldo hingga pengelolaan transaksi.

Forum juga mendorong adanya standar layanan pengaduan yang cepat dan responsif bagi penerima bansos. Kepercayaan publik akan tumbuh jika setiap keluhan terkait kehilangan dana atau dugaan penipuan ditangani secara transparan.

Selain aspek keamanan, literasi keuangan digital juga dinilai dapat mendorong kemandirian ekonomi penerima bantuan. Pemahaman pengelolaan dana secara bijak, pencatatan sederhana, hingga akses ke layanan keuangan formal dapat membantu masyarakat naik kelas dari sekadar penerima bantuan menjadi pelaku ekonomi produktif.

Diskusi menegaskan bahwa literasi digital dan literasi keuangan tidak bisa dipisahkan dalam konteks perlindungan sosial modern. Transformasi digital yang tidak diimbangi edukasi berpotensi memperlebar kesenjangan sosial.

Baca Juga  DPP GMNI Bidang GEOPOLITIK : Perjanjian ART RI-AS adalah Bentuk Ketergantungan Baru

Karena itu, kolaborasi multipihak menjadi keharusan. Pemerintah menyediakan regulasi dan data, sektor swasta menghadirkan inovasi teknologi yang aman dan inklusif, sementara komunitas berperan dalam edukasi dan pendampingan langsung.

Forum menyimpulkan bahwa keberhasilan transformasi bansos non-tunai tidak hanya diukur dari kecepatan distribusi, tetapi juga dari tingkat pemahaman dan kemandirian penerima manfaat dalam mengelola bantuan secara aman dan produktif.

Sebagai penutup, Desy Ratnasari menegaskan bahwa transformasi digital harus berjalan seiring dengan pemberdayaan masyarakat.

“Ketika penerima bansos tidak hanya menerima dana, tetapi juga memahami cara mengelola dan melindunginya, maka kita sedang membangun sistem perlindungan sosial yang berkelanjutan dan berdaya,” ujarnya.***

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link
What do you think?
Love0
Sad0
Happy0
Sleepy0
Angry0
Dead0
Wink0
Previous Article Cabang Kudus Resmi Beroperasi, BRI Finance Bidik Pembiayaan Positif hingga Akhir 2026
Next Article Kolaborasi SleekFlow dan MiiTel: Hadirkan Solusi Terintegrasi untuk Optimalkan After Sales
Leave a comment

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kategori

  • Daerah1,236
    • Agam14
    • Bukit Tinggi14
    • Limapuluh Kota430
    • Padang37
    • Payakumbuh283
    • Solok73
  • Ekonomi2,386
  • Headline409
  • Internasional82
  • Khazanah227
  • Lifestyle113
  • Nasional1,051
  • Olahraga80
  • Opini192
  • Pariwara Lipsus33
  • Politik270
  • Uncategorized297
  • Video15

Berita Lainnya

Sambut HUT ke-81 RI, BRI BO Rawamangun Semarakkan Kantor dengan Dekorasi Nuansa Merah Putih
Area Otista Raih Juara 2 Sportartcular BRI Region 6 Cabang Voli
UMKM Binaan BRI Region 6 Antusias Ramaikan Festival Semarak Merah Putih di Pasar Malaka Rorotan
Lebih dari 76 ribu Pengguna Jasa KA Gunakan KA Jarak Jauh dari Daop 2 Bandung Selama Libur Panjang Maulid Nabi Muhammad SAW

Berita Terkait

Nasional

KAMSRI: DESAK DPR RI TIDAK BOLEH KALAH OLEH KORUPSI, RUU PERAMPASAN ASET SEGERA TUNTASKAN 2026

Agustus 27, 2026
Nasional

Polri Presisi & Polri Untuk Masyarakat, Perspektif atas Capaian Polri di Era Pemerintahan Prabowo-Gibran dalam mendukung serta mewujudkan Asta Cita bagi NKRI

Agustus 25, 2026
Nasional

Pinjol Ilegal Ancam Data Pribadi dan Kondisi Sosial, Masyarakat Diminta Kenali Ciri-cirinya

Agustus 24, 2026
Nasional

Digitalisasi Jadi Kunci Penguatan UMKM Berkelanjutan di Era Ekonomi Modern

Agustus 24, 2026
Show More
DigIndonews.comDigIndonews.com
Follow US
© DigIndonews.com 2024 | All Rights Reserved
  • Redaksi
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan
Sign in to your account

Lost your password?