DigIndonews.comDigIndonews.com
  • Nasional
  • Daerah
  • Politik
  • Khazanah
  • Opini
  • Ekonomi
  • Opini
  • Uncategorized
  • Redaksi
Reading: Kapolres Sijunjung Ungkap Kronologi Musibah Longsor Tambang Emas Tradisonal di Nagari Padang Laweh
Share
Font ResizerAa
DigIndonews.comDigIndonews.com
Font ResizerAa
  • Nasional
  • Daerah
  • Politik
  • Khazanah
  • Opini
  • Ekonomi
  • Opini
  • Uncategorized
  • Redaksi
Search
  • Nasional
  • Daerah
  • Politik
  • Khazanah
  • Opini
  • Ekonomi
  • Opini
  • Uncategorized
  • Redaksi
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan
© Sayangi.com 2022 | All Rights Reserved
DigIndonews.com > Nasional > Kapolres Sijunjung Ungkap Kronologi Musibah Longsor Tambang Emas Tradisonal di Nagari Padang Laweh
Nasional

Kapolres Sijunjung Ungkap Kronologi Musibah Longsor Tambang Emas Tradisonal di Nagari Padang Laweh

Fadhlur Rahman Ahsas Published Mei 15, 2026
Share
SHARE

DIGINDONEWS.COM— Peristiwa yang terjadi di lokasi tambang emas tradisional di Sintuk, Jorong Taratak Betung, Nagari Padang Laweh, Kecamatan Koto VII, Kabupaten Sijunjung, Kamis (14/5/2026) siang. Longsor tebing di area penambangan menyebabkan sembilan orang pekerja tertimbun material tanah dan meninggal dunia.

Kapolres Sijunjung AKBP Willian Harbensyah, SIK, MH membenarkan kejadian tersebut. Ia menjelaskan, peristiwa nahas itu terjadi sekitar pukul 12.30 WIB saat sejumlah warga tengah melakukan aktivitas penambangan emas tradisional menggunakan mesin Dompeng dan dulang pada lubang bekas tambang yang sudah berhenti.

“Benar, telah terjadi longsor tebing pada lokasi tambang tradisional pada lubang bekas tambang yang sudah berhenti yang mengakibatkan sembilan orang pekerja tertimbun material longsoran dan meninggal dunia,” ujar Kapolres.

Berdasarkan keterangan yang dihimpun pihak kepolisian, saat kejadian terdapat sekitar 12 orang pekerja berada di lokasi tambang. Tiba-tiba tebing dengan jarak sekitar 30 meter dari titik aktivitas penambangan mengalami longsor besar dan langsung menimbun para pekerja.

Baca Juga  Satreskrim Sijunjung Ungkap Kasus Pemerkosaan, Dua Tersangka Diamankan

Tiga orang pekerja berhasil menyelamatkan diri dari terjangan material longsoran. Sementara sembilan pekerja lainnya tidak sempat menghindar sehingga tertimbun tanah dan bebatuan.

Warga sekitar yang mengetahui kejadian langsung berdatangan ke lokasi untuk melakukan pertolongan dan evakuasi. Dua unit alat berat excavator didatangkan guna mempercepat proses pencarian korban.

Sekitar pukul 13.00 WIB, lima korban pertama berhasil dievakuasi dalam kondisi meninggal dunia dan langsung dibawa pihak keluarga ke rumah duka untuk dimakamkan.

Proses pencarian kemudian dilanjutkan oleh personel Polres Sijunjung dan Polsek Koto VII bersama masyarakat dengan menambah satu unit alat berat lainnya. Setelah melakukan pencarian selama beberapa jam, empat korban terakhir akhirnya berhasil ditemukan sekitar pukul 17.00 WIB dalam kondisi meninggal dunia.

Baca Juga  Aktualisasi Pembelajaran Agama, SD Balirejo Libatkan Para Murid dalam Kegiatan Sedekah Kurban

“Seluruh korban telah dievakuasi dan diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan,” jelas AKBP Willian Harbensyah.

Adapun identitas korban meninggal dunia yakni berinisial AT (23), HRH (23), IJ (19), MN (22), WA (21), DA (42), MF (22), ACM (43), dan DL (40).

Sedangkan tiga pekerja yang selamat masing-masing berinisial IKW (51), IJ (53), dan EL (40).

Kapolres menyebut, pemilik lokasi tambang sekaligus pemilik mesin domfeng dan peralatan penambangan diketahui berinisial N.K.M (46). Seluruh pekerja maupun pemilik tambang merupakan warga sekitar, yakni masyarakat Nagari Guguk, Kecamatan Koto VII, Kabupaten Sijunjung.

AKBP Willian Harbensyah juga menegaskan bahwa pihak kepolisian sebelumnya telah berulang kali memberikan imbauan dan juga penertiban serta edukasi kepada masyarakat agar tidak melakukan aktivitas penambangan tanpa izin karena berisiko tinggi terhadap keselamatan.

Baca Juga  Festival Budaya Sumbar 2025: Pusako Panai Hidupkan Tradisi, Ledakkan Kreasi

“Pihak Polres Sijunjung telah sering melakukan himbauan dan penertiban serta edukasi kepada masyarakat untuk tidak melakukan penambangan tanpa izin. Namun himbauan tersebut tidak dihiraukan karena sebagian masyarakat masih menggantungkan hidup dari aktivitas penambangan emas tradisional,” ungkapnya.

Saat ini, Satreskrim Polres Sijunjung bersama Unit Reskrim Polsek Koto VII tengah melakukan penyelidikan dan penyidikan lebih lanjut terkait peristiwa tersebut. Polisi memastikan proses hukum akan dilakukan sesuai ketentuan dan prosedur yang berlaku.

TAGGED:Kabupaten SijunjungKapolres SijunjunglongsorTambang emas Tradisonal
Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link
What do you think?
Love0
Sad0
Happy0
Sleepy0
Angry0
Dead0
Wink0
Previous Article BRI Finance Hadir di BRI Consumer Expo 2026 Medan, Tawarkan Solusi Pembiayaan Kompetitif
Leave a comment

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kategori

  • Daerah1,073
    • Agam14
    • Bukit Tinggi14
    • Limapuluh Kota423
    • Padang34
    • Payakumbuh156
    • Solok73
  • Ekonomi1,456
  • Headline408
  • Internasional82
  • Khazanah219
  • Lifestyle112
  • Nasional964
  • Olahraga79
  • Opini180
  • Pariwara Lipsus31
  • Politik261
  • Uncategorized283
  • Video15

Berita Lainnya

Kapolres Sijunjung Ungkap Kronologi Musibah Longsor Tambang Emas Tradisonal di Nagari Padang Laweh
BRI Finance Hadir di BRI Consumer Expo 2026 Medan, Tawarkan Solusi Pembiayaan Kompetitif
Sinergi untuk Bumi: BRI dan Keuskupan Agung Jakarta Perkuat Kemitraan Strategis Berbasis Ekologi
Rekam Jejak dan Integritas Teruji, Analis Publik Nilai Ideal Kapolda PMJ Asep Edi Naik Pangkat jadi Komjen

Berita Terkait

Nasional

Rupiah Melemah: Alarm Ekonomi Nasional di Tengah Tekanan Global

Mei 13, 2026
Khazanah

Meniti Papan Kayu di Tengah Derasnya Sungai, AKBP Willian Harbensyah Tetap Semangat Menyapa Warga Lubuk Tarantang

Mei 13, 2026
Nasional

Empat Dokter Internship Gugur, LKMI Desak Negara Evaluasi Total Sistem PIDI

Mei 12, 2026
Nasional

Dorong Generasi Muda Melek Digital, DPR Tekankan Pentingnya Literasi dan Karakter Sejak Dini

Mei 11, 2026
Show More
DigIndonews.comDigIndonews.com
Follow US
© DigIndonews.com 2024 | All Rights Reserved
  • Redaksi
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan
Sign in to your account

Lost your password?