DigIndonews.comDigIndonews.com
  • Nasional
  • Daerah
  • Politik
  • Khazanah
  • Opini
  • Ekonomi
  • Opini
  • Uncategorized
  • Redaksi
Reading: Gunung Marapi Level II ( Waspada ), Masyarakat dan Pengunjung Tidak Diperbolehkan Mendaki.
Share
Font ResizerAa
DigIndonews.comDigIndonews.com
Font ResizerAa
  • Nasional
  • Daerah
  • Politik
  • Khazanah
  • Opini
  • Ekonomi
  • Opini
  • Uncategorized
  • Redaksi
Search
  • Nasional
  • Daerah
  • Politik
  • Khazanah
  • Opini
  • Ekonomi
  • Opini
  • Uncategorized
  • Redaksi
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan
© Sayangi.com 2022 | All Rights Reserved
DigIndonews.com > Daerah > Agam > Gunung Marapi Level II ( Waspada ), Masyarakat dan Pengunjung Tidak Diperbolehkan Mendaki.
AgamBukit TinggiDaerahHeadline

Gunung Marapi Level II ( Waspada ), Masyarakat dan Pengunjung Tidak Diperbolehkan Mendaki.

asribel Published Januari 7, 2023
Share
SHARE

 

 

Pada Sabtu pagi, 7 Januari 2023 Gunung Marapi erupsi, melontarkan kolom abu dengan tinggi mencapai 300 meter.

 

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menyampaikan bahwa aktivitas erupsi di Gunung Marapi, Sumatera Barat terpantau sejak 06.11 WIB.

 

Gunung yang memiliki ketinggian 2891 MDPL itu merupakan gunung api aktif yang terletak di antara Kabupaten Tanah Datar, Kabupaten Agam dan Kota Padang Panjang. Secara administrasi, Gunung Marapi ini berada dalam Kabupaten Agam, Provinsi Sumatera Barat.

 

Gunung Merapi ini masih terus memuntahkan letusannya, setidaknya hingga pukul 12.00 tadi Gunung Marapi telah memuntahkan letusan hingga lima kali di dengan ketinggaan kolom abu mencapai 250 meter dari puncak gunung.

Baca Juga  Kemkomimfo Telah Realisasikan Akses Internet di 3000an Titik Fasilitas Layanan se Indonesia

 

Berdasarkan informasi yang disampaikan Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumatera Barat, Ardi Andono diketahui bahwa saat terjadi letusan ada sekitar 40 pendaki yang sedang mendaki dan berkemah di Gunung Marapi tersebut.

 

Saat ini pihak BKSDA Sumbar masih terus memantau kondisi puluhan pendaki yang berada di Gunung Marapi saat letusan terjadi sejak pagi tadi itu.

 

Lebih lanjut, menurut informasi yang disampaikan, sekitar 20 orang pendaki sudah dalam perjalanan turun dan 20 pendaki lainnya sedang bertahan di tebing cadas.

 

Pihak BKSDA Sumbar juga telah menutup TWA Gunung Marapi untuk semua kegiatan masyarakat, termasuk pendakian untuk radius jarak 3 km dari kawah atau puncak gunung. Penutupan tersebut dilakukan sampai batas waktu yang belum ditentukan.

Baca Juga  Isi Pertemuan Koalisi Indonesia Maju, Cawapres Mengerucut 4 Nama

 

Berdasarkan data yang dihimpun dari Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) Marapi, hari ini setidaknya telah terjadi 5 kali letusan.

 

Letusan pertama yang terpantau terjadi sejak pukul 06.11 WIB yang kemudian menimbulkan kolom abu setinggi 300 meter. Kemudian selang beberapa jam, letusan kedua kembali terjadi, tepatnya pada pukul 09.45 WIB dengan ketinggian kolom abu 200 meter.

 

Berikutnya letusan ketiga yang juga kembali terjadi pukul 10.34 WIB dengan tinggi kolom abu 250 meter.

 

Selang waktu tak lama, letusan keempat dan letusan kelima kembali terjadi. Letusan keempat terjadi pada pukul 11.35 WIB, dan letusan kelima terjadi pada pukul 11.44 WIB.

Baca Juga  Mudah...!!! Bagi Warga Yang Ingin Pindah Memilih di TPS Lain, Simak Persyaratannya

 

Kolom abu terlihat berwarna kelabu dengan intensitas tebal condong ke arah tenggara. Erupsi ini terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 13,4 mm dan durasi kurang lebih 45 detik.

 

“Saat ini Gunung Marapi berada pada Status Level II (Waspada) dengan rekomendasi masyarakat di sekitar Gunung Marapi dan pengunjung atau wisatawan tidak diperbolehkan mendaki Gunung Marapi pada radius 3 Km dari kawah/puncak,” katanya

***

 

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link
What do you think?
Love0
Sad0
Happy0
Sleepy0
Angry0
Dead0
Wink0
Previous Article Nyantuy Ala HmI Cabang Payakumbuh
Next Article BMKG Mengimbau Masyarakat Pesisir Waspada Potensi Gelombang Tinggi
Leave a comment

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kategori

  • Daerah1,035
    • Agam14
    • Bukit Tinggi14
    • Limapuluh Kota418
    • Padang34
    • Payakumbuh124
    • Solok73
  • Ekonomi1,350
  • Headline407
  • Internasional82
  • Khazanah214
  • Lifestyle112
  • Nasional955
  • Olahraga79
  • Opini180
  • Pariwara Lipsus31
  • Politik261
  • Uncategorized280
  • Video15

Berita Lainnya

Telkom AI Center Makassar dan GDGoC UNM Latih 20 Talenta Muda di Bidang Robotics dan IoT
Peringati Hari Kartini, Pekerja BRI Branch Office Veteran Kenakan Pakaian Nasional Saat Layani Nasabah
BRI Finance Optimalkan Potensi Pasar Daerah melalui Pameran Otomotif di Banyuwangi
Gen-Z Enggan Jadi Pemimpin? Ini Analisis Pakar Kepemimpinan Puguh Dwi Kuncoro tentang Fenomena ‘Conscious Unbossing’

Berita Terkait

Pariwara LipsusDaerah

Kapolres Sijunjung AKBP Willian Harbensyah, Salurkan Bantuan untuk Ansor Banser di Momentum Harlah ke-92 GP Ansor

April 25, 2026

Peresmian Posyandu Integrasi Layanan Primer di Rumah Singgah HBM, Perkuat Kolaborasi Layanan Kesehatan Masyarakat

April 24, 2026
Payakumbuh

Wali Kota Zulmaeta Serahkan Bantuan Benih Jagung Unggul, Dampak Bencana Hidrometeorologi

April 24, 2026
Payakumbuh

Pemko Payakumbuh 4 Kali Berturut Turut Meraih Predikat Tertinggi “Zona Hijau” Dari Ombudsman RI

April 24, 2026
Show More
DigIndonews.comDigIndonews.com
Follow US
© DigIndonews.com 2024 | All Rights Reserved
  • Redaksi
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan
Sign in to your account

Lost your password?