DigIndonews.comDigIndonews.com
  • Nasional
  • Daerah
  • Politik
  • Khazanah
  • Opini
  • Ekonomi
  • Opini
  • Uncategorized
  • Redaksi
Reading: Ketua DPD GMNI Sumbar: Persoalan PETI Harus Diselesaikan Tanpa Mengorbankan Hajat Hidup Masyarakat Banyak
Share
Font ResizerAa
DigIndonews.comDigIndonews.com
Font ResizerAa
  • Nasional
  • Daerah
  • Politik
  • Khazanah
  • Opini
  • Ekonomi
  • Opini
  • Uncategorized
  • Redaksi
Search
  • Nasional
  • Daerah
  • Politik
  • Khazanah
  • Opini
  • Ekonomi
  • Opini
  • Uncategorized
  • Redaksi
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan
© Sayangi.com 2022 | All Rights Reserved
DigIndonews.com > Daerah > Ketua DPD GMNI Sumbar: Persoalan PETI Harus Diselesaikan Tanpa Mengorbankan Hajat Hidup Masyarakat Banyak
Daerah

Ketua DPD GMNI Sumbar: Persoalan PETI Harus Diselesaikan Tanpa Mengorbankan Hajat Hidup Masyarakat Banyak

Fadhlur Rahman Ahsas Published Juni 9, 2026
Share
Ketua DPD GMNI Sumbar M. Yusra
SHARE

DIGINDONEWS.COM— Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Sumatera Barat menyoroti masih maraknya aktivitas Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di sejumlah daerah di Sumatera Barat. GMNI menilai persoalan PETI harus diselesaikan secara menyeluruh dengan mengedepankan penegakan hukum yang tegas sekaligus menghadirkan solusi nyata bagi masyarakat yang menggantungkan hidup dari sektor pertambangan.

Ketua DPD GMNI Sumbar, Muhammad Yusra, menegaskan bahwa aktivitas PETI tidak hanya menimbulkan kerusakan lingkungan yang serius, tetapi juga berkaitan erat dengan persoalan sosial dan ekonomi masyarakat. Karena itu, menurutnya, penyelesaian persoalan PETI tidak dapat dilakukan hanya melalui pendekatan penindakan semata.

“Kami mendukung aparat penegak hukum untuk melakukan tindakan tegas terhadap aktivitas PETI yang melanggar aturan dan merusak lingkungan. Namun, persoalan ini harus dilihat secara utuh. Banyak masyarakat yang menggantungkan penghidupannya dari aktivitas tersebut sehingga dibutuhkan solusi yang mampu menjawab kebutuhan ekonomi mereka,” ujar Yusra. Selasa 9 Juni 2026

Baca Juga  Empat Pulau, Dua Provinsi, Satu Bangsa: HMI Medan Menjaga Otonomi Daerah dan Persatuan Bangsa

Ia menjelaskan, kerusakan lingkungan akibat PETI telah menjadi ancaman nyata bagi keberlanjutan sumber daya alam, keselamatan masyarakat, serta masa depan generasi mendatang. Meski demikian, pemerintah juga harus memperhatikan aspek kemaslahatan masyarakat yang selama ini menjadikan sektor pertambangan sebagai sumber nafkah keluarga.

Menurut GMNI Sumbar, penegakan hukum harus diarahkan kepada para aktor utama yang memperoleh keuntungan besar dari aktivitas PETI, termasuk pemodal, cukong, maupun pihak-pihak yang diduga membekingi praktik pertambangan ilegal tersebut. Sementara itu, masyarakat kecil perlu mendapatkan perhatian melalui program pemberdayaan dan alternatif ekonomi yang berkelanjutan.

“Jangan sampai masyarakat kecil menjadi pihak yang paling merasakan dampak tanpa adanya solusi yang jelas. Pemerintah daerah dan pemerintah pusat harus hadir memberikan jalan keluar berupa lapangan pekerjaan alternatif, penguatan sektor pertanian, perkebunan, UMKM, program padat karya, hingga skema pertambangan rakyat yang legal dan ramah lingkungan,” katanya.

Baca Juga  Mulai Hari Ini, Penggendara Diharap Gunakan Jalur Alternatif via Malalak

GMNI Sumbar juga mengapresiasi langkah aparat kepolisian yang selama ini aktif melakukan penertiban dan penindakan terhadap aktivitas PETI di berbagai daerah di Sumatera Barat. Berbagai operasi yang dilakukan Polda Sumbar dan jajaran dinilai menunjukkan komitmen dalam menjaga kelestarian lingkungan serta menegakkan aturan hukum.

Namun demikian, Yusra menilai bahwa upaya penertiban harus diiringi kebijakan jangka panjang yang mampu menciptakan keseimbangan antara pelestarian lingkungan dan kesejahteraan masyarakat.

Untuk itu, DPD GMNI Sumbar mengajak seluruh elemen, mulai dari pemerintah daerah, aparat penegak hukum, akademisi, organisasi lingkungan hidup, tokoh masyarakat, hingga pelaku usaha untuk duduk bersama merumuskan langkah strategis dalam menyelesaikan persoalan PETI.

“Kita membutuhkan kolaborasi semua pihak. Lingkungan harus diselamatkan, hukum harus ditegakkan, tetapi maslahat hidup masyarakat banyak juga harus menjadi prioritas. Penyelesaian persoalan PETI harus menghadirkan keadilan bagi alam sekaligus memberikan kepastian masa depan bagi masyarakat yang selama ini bergantung pada sektor tersebut,” tegasnya.

Baca Juga  Polres Sijunjung Tancap Gas Awal Tahun 2026, PETI Berhasil Dibasmi

GMNI Sumbar berharap pemerintah provinsi maupun pemerintah kabupaten/kota dapat segera menyusun kebijakan komprehensif dan berkelanjutan agar persoalan PETI tidak terus berulang. Dengan pendekatan yang mengedepankan kolaborasi, penegakan hukum, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat, persoalan PETI di Sumatera Barat diyakini dapat diselesaikan secara lebih adil, manusiawi, dan berorientasi pada kemaslahatan hidup masyarakat banyak.

TAGGED:Ekonomu MasyarakatGMNI Sumbarpeti
Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link
What do you think?
Love0
Sad0
Happy0
Sleepy0
Angry0
Dead0
Wink0
Previous Article Tren Hospitality Indonesia 2026: Persiapan Hotel Hadapi Meningkatnya Perjalanan Internasional
Next Article Dari Medan hingga Lampung, MyRepublic Air Perluas Akses Konektivitas di Sumatera
Leave a comment

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kategori

  • Daerah1,109
    • Agam14
    • Bukit Tinggi14
    • Limapuluh Kota425
    • Padang34
    • Payakumbuh183
    • Solok73
  • Ekonomi1,616
  • Headline408
  • Internasional82
  • Khazanah222
  • Lifestyle112
  • Nasional978
  • Olahraga79
  • Opini181
  • Pariwara Lipsus31
  • Politik261
  • Uncategorized287
  • Video15

Berita Lainnya

Seni dari Sebuah Kelimpahan: Merayakan Kehangatan Sederhana Melalui ‘Liveable Art’
Dari Medan hingga Lampung, MyRepublic Air Perluas Akses Konektivitas di Sumatera
Ketua DPD GMNI Sumbar: Persoalan PETI Harus Diselesaikan Tanpa Mengorbankan Hajat Hidup Masyarakat Banyak
Tren Hospitality Indonesia 2026: Persiapan Hotel Hadapi Meningkatnya Perjalanan Internasional

Berita Terkait

Payakumbuh

Kasatpol PP Payakumbuh Tegaskan Penertiban Batang Agam Sesuai Aturan, Bukan Tindakan Sewenang-wenang

Juni 8, 2026
Payakumbuh

Gowes Silaturahmi Adventure (GSA) 2026 Payakumbuh Diikuti Ribuan Peserta Luar Daerah

Juni 8, 2026
Payakumbuh

Kenagarian Aie Tabik Membangkik Tradisi Adat Salingka Nagari Tahun 2026

Juni 8, 2026
Payakumbuh

Pemko Payakumbuh Gelar Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026, Dan Luncurkan Gerakan Payakumbuh Resik

Juni 6, 2026
Show More
DigIndonews.comDigIndonews.com
Follow US
© DigIndonews.com 2024 | All Rights Reserved
  • Redaksi
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan
Sign in to your account

Lost your password?