DigIndonews.comDigIndonews.com
  • Nasional
  • Daerah
  • Politik
  • Khazanah
  • Opini
  • Ekonomi
  • Opini
  • Uncategorized
  • Redaksi
Reading: Global Geopolitical Turbulence: Menyorot Ketahanan Pangan Indonesia
Share
Font ResizerAa
DigIndonews.comDigIndonews.com
Font ResizerAa
  • Nasional
  • Daerah
  • Politik
  • Khazanah
  • Opini
  • Ekonomi
  • Opini
  • Uncategorized
  • Redaksi
Search
  • Nasional
  • Daerah
  • Politik
  • Khazanah
  • Opini
  • Ekonomi
  • Opini
  • Uncategorized
  • Redaksi
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan
© Sayangi.com 2022 | All Rights Reserved
DigIndonews.com > Internasional > Global Geopolitical Turbulence: Menyorot Ketahanan Pangan Indonesia
Internasional

Global Geopolitical Turbulence: Menyorot Ketahanan Pangan Indonesia

Redaksi Published Maret 12, 2026
Share
SHARE

Jakarta – Ketegangan geopolitik dunia yang semakin meningkat menjadi perhatian berbagai pihak. Konflik antarnegara di sejumlah kawasan dinilai berpotensi memengaruhi stabilitas ekonomi global, termasuk sektor pangan.
Ketua Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PB HMI), Ramon Hidayat, menilai Indonesia perlu memperkuat ketahanan pangan nasional agar tetap stabil menghadapi potensi krisis global yang dapat terjadi sewaktu-waktu. Menurutnya, dinamika geopolitik internasional harus menjadi peringatan bagi Indonesia untuk terus memperkuat sistem pangan nasional, mulai dari produksi, distribusi hingga cadangan pangan.

Gejolak Geopolitik Global Berpotensi Mengganggu Stabilitas Pangan Dunia
Ketegangan yang terjadi di kawasan Timur Tengah, khususnya konflik yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran, berpotensi memengaruhi rantai pasok global. Konflik tersebut dapat berdampak pada jalur perdagangan internasional, distribusi energi, hingga pasokan komoditas pangan.
Kondisi geopolitik yang tidak stabil dinilai dapat memicu gangguan distribusi pangan dunia. Jika jalur perdagangan terganggu atau harga energi melonjak, maka biaya produksi pertanian juga akan ikut terdampak. Situasi ini menunjukkan bahwa ketahanan pangan tidak lagi hanya menjadi isu sektor pertanian semata, melainkan telah menjadi bagian dari strategi ketahanan nasional yang harus dipersiapkan secara serius oleh setiap negara.

Baca Juga  Menembus Nasional dari Tanah Solok: Kiprah Anak kampung di Kementerian Pertanian

Ketahanan Pangan Menjadi Prioritas Strategis Negara
Ketahanan pangan saat ini juga menjadi perhatian dalam arah kebijakan nasional. Presiden Prabowo Subianto dalam beberapa kesempatan menegaskan bahwa Indonesia harus mampu memastikan kebutuhan pangan rakyatnya tetap aman di tengah berbagai krisis global.
Dalam salah satu pidatonya, Prabowo menyampaikan bahwa apa pun yang terjadi di dunia, ketika banyak bangsa lain mengalami kesulitan akibat krisis global, Indonesia minimal harus tetap aman dalam urusan pangan.
Langkah tersebut dinilai sejalan dengan visi yang telah disampaikan Presiden Prabowo sejak beberapa tahun lalu terkait agenda swasembada pangan. Insting kepemimpinan Prabowo sekitar tiga tahun lalu yang mendorong swasembada pangan kini mulai menunjukkan hasil, terutama setelah berbagai program penguatan produksi pertanian dijalankan secara intensif oleh Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman.

Cadangan Pangan Indonesia Dinilai Masih Aman
Di tengah kekhawatiran terhadap potensi krisis pangan global, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman sebelumnya menyampaikan bahwa Indonesia memiliki cadangan pangan yang mampu bertahan hingga 324 hari.
Cadangan tersebut menjadi salah satu indikator penting dalam menjaga stabilitas nasional, terutama untuk memastikan ketersediaan bahan pangan bagi masyarakat apabila terjadi gangguan pada sistem perdagangan global.

Baca Juga  Percepat PAT, Direktur Buah dan Florikultura selenggarakan Rapat Koordinasi

Produksi Pangan Nasional Terus Berjalan
Selain cadangan pangan, produksi pangan nasional juga terus berjalan setiap hari berkat kerja para petani di berbagai daerah. Berdasarkan data yang disampaikan Kementerian Pertanian, produksi pangan nasional dapat mencapai sekitar 2,6 hingga 5,7 juta ton per hari, sementara kebutuhan pangan nasional berada di kisaran 2,5 juta ton per bulan.
Kondisi ini menunjukkan bahwa sektor pertanian Indonesia masih memiliki potensi besar untuk menjaga ketersediaan pangan dalam negeri. Karena itu, dukungan terhadap petani melalui kebijakan yang berpihak, peningkatan akses teknologi pertanian, serta perlindungan terhadap hasil panen dinilai menjadi faktor penting dalam menjaga stabilitas pangan nasional.

Hilirisasi Pertanian Dinilai Penting
Penguatan sektor pangan tidak cukup hanya melalui peningkatan produksi. Hilirisasi sektor pertanian dinilai menjadi langkah penting untuk meningkatkan nilai tambah hasil pertanian. Dengan hilirisasi, komoditas pertanian tidak hanya dijual dalam bentuk bahan mentah, tetapi dapat diolah menjadi produk yang memiliki nilai ekonomi lebih tinggi.
Langkah ini dinilai dapat meningkatkan kesejahteraan petani sekaligus memperkuat ekonomi di wilayah pedesaan. Selain itu, penguatan hilirisasi juga sejalan dengan visi pemerintah untuk memperkuat desa-desa sebagai pusat pertumbuhan ekonomi, sehingga hasil pertanian tidak lagi hanya berhenti di tingkat produksi, tetapi juga berkembang menjadi aktivitas industri dan ekonomi lokal yang mampu mendorong kemandirian desa.

Baca Juga  Inggris Alami Krisis Telur : Pembelian Dibatasi

Pengurangan Ketergantungan terhadap Produk Impor
Selain hilirisasi, pengurangan ketergantungan terhadap produk pangan impor juga dinilai penting dalam memperkuat kemandirian pangan nasional. Ketergantungan yang terlalu besar terhadap impor dapat menjadi risiko ketika terjadi krisis global atau pembatasan ekspor oleh negara produsen.
Dalam situasi geopolitik yang tidak stabil, banyak negara cenderung memprioritaskan kebutuhan domestik mereka dengan membatasi ekspor komoditas pangan. Karena itu, penguatan produksi dalam negeri menjadi langkah strategis agar Indonesia tidak terlalu bergantung pada pasar global.
Ketahanan pangan pada akhirnya tidak hanya berkaitan dengan ketersediaan bahan makanan, tetapi juga menjadi fondasi penting bagi kedaulatan dan stabilitas sebuah bangsa. Dukungan terhadap sektor pertanian, penguatan produksi dalam negeri, serta pembangunan sistem pangan yang berkelanjutan dinilai menjadi kunci agar Indonesia tetap tangguh menghadapi dinamika geopolitik dunia yang terus berubah.

TAGGED:KEMENTERIANPERTANIANKetahanan panganramon hidayatramonhidayathmiramonhidayatpertanian
Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link
What do you think?
Love0
Sad0
Happy0
Sleepy0
Angry0
Dead0
Wink0
Previous Article Atasi Chat Pelanggan Menumpuk dengan WhatsApp Rotator Barantum
Next Article SOKSI Pimpinan Ali Wongso Sinaga Gelar Dialog Kebangsaan dan Buka Puasa Bersama Mengkaji Suara Rakyat Suara GOLKAR
Leave a comment

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kategori

  • Daerah968
    • Agam14
    • Bukit Tinggi14
    • Limapuluh Kota411
    • Padang34
    • Payakumbuh71
    • Solok73
  • Ekonomi1,119
  • Headline406
  • Internasional82
  • Khazanah209
  • Lifestyle112
  • Nasional942
  • Olahraga79
  • Opini177
  • Pariwara Lipsus30
  • Politik260
  • Uncategorized272
  • Video15

Berita Lainnya

Akselerasi Investasi dan Perdagangan Global, Syamsu Rizal: Adaptasi Jadi Kunci Hadapi Disrupsi Ekonomi
Program Koperasi Desa Merah Putih Ditargetkan Bentuk 80 Ribu Koperasi hingga 2026
Dukung Mobilitas di Kampung Halaman, Pengiriman Sepeda Motor Meningkat Jelang Mudik
Tokoh Masyarakat: Akselerasi Investasi Global Dapat Perkuat Ekonomi Nasional

Berita Terkait

Nasional

BEM FP UB dan PIN Dorong Regenerasi Petani Muda untuk Ketahan Pangan

November 8, 2025

Rasa Aman Memburuk, Ketua Umum Pemuda Peduli Indonesia Desak Kapolri Copot Kapolrestabes Bandung

Juli 15, 2025

Ahmad Irham Tajhi Serukan Penyelamatan organisasi secara Nasional dan Nilai Gagal Ketum PP IPA dalam Melaksanakan Muktamar XIV.

Juli 5, 2025

Presidium FKMN Desak KPK Usut Dugaan Suap: Dana Rp 4,8 Miliar Mengalir ke Rekening Pribadi Kadis Kominfo Sultra

Juli 5, 2025
Show More
DigIndonews.comDigIndonews.com
Follow US
© DigIndonews.com 2024 | All Rights Reserved
  • Redaksi
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan
Sign in to your account

Lost your password?