DigIndonews.comDigIndonews.com
  • Nasional
  • Daerah
  • Politik
  • Khazanah
  • Opini
  • Ekonomi
  • Opini
  • Uncategorized
  • Redaksi
Reading: DPR RI dan BKKBN Bersinergi Dorong Penguatan Keluarga dan Penurunan Stunting di Karawang
Share
Font ResizerAa
DigIndonews.comDigIndonews.com
Font ResizerAa
  • Nasional
  • Daerah
  • Politik
  • Khazanah
  • Opini
  • Ekonomi
  • Opini
  • Uncategorized
  • Redaksi
Search
  • Nasional
  • Daerah
  • Politik
  • Khazanah
  • Opini
  • Ekonomi
  • Opini
  • Uncategorized
  • Redaksi
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan
© Sayangi.com 2022 | All Rights Reserved
DigIndonews.com > Uncategorized > DPR RI dan BKKBN Bersinergi Dorong Penguatan Keluarga dan Penurunan Stunting di Karawang
Uncategorized

DPR RI dan BKKBN Bersinergi Dorong Penguatan Keluarga dan Penurunan Stunting di Karawang

Astriani Published Oktober 14, 2025
Share
SHARE

Digindonews.com — Upaya memperkuat ketahanan keluarga dan menurunkan angka stunting terus menjadi prioritas nasional yang membutuhkan kerja sama lintas sektor. Komitmen tersebut kembali ditegaskan dalam kegiatan Sosialisasi Program Bangga Kencana dan Penurunan Stunting yang digelar di SMAN 3 Karawang, dengan dukungan Komisi IX DPR RI bersama Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN).

Acara yang berlangsung dengan penuh semangat itu dihadiri oleh berbagai kalangan — mulai dari unsur legislatif, pemerintah daerah, tenaga pendidik, tokoh masyarakat, hingga pelajar yang turut antusias mengikuti jalannya kegiatan. Mereka berkumpul untuk mendiskusikan langkah konkret dalam memperkuat keluarga sebagai fondasi utama bangsa dan mempercepat penurunan stunting di tingkat daerah.

Dalam sambutan pembuka, Ibu Hj. Lilis Saidah, S.Pd., MM, selaku Kepala SMAN 3 Karawang sekaligus tuan rumah kegiatan, menyampaikan rasa terima kasih dan kebanggaannya atas kepercayaan yang diberikan untuk menjadi lokasi pelaksanaan sosialisasi tersebut. Ia menekankan bahwa kegiatan ini bukan sekadar agenda seremonial, melainkan ruang nyata bagi masyarakat untuk memahami pentingnya peran keluarga dalam membentuk generasi unggul.

> “Kehadiran Bapak dan Ibu hari ini adalah bentuk komitmen bersama dalam membangun masyarakat yang sehat, cerdas, dan sejahtera. Keluarga merupakan pilar utama dalam mewujudkan cita-cita bangsa. Dari keluarga yang kuat, lahir generasi yang berkualitas,” ungkap Hj. Lilis Saidah.

Baca Juga  PPI Minta Kejagung dan Polisi Militer Periksa dan Usut Tuntas Aktor di Balik Dugaan Perdagangan Gelap Hewan Langka Trenggiling di Asahan

 

Dalam sambutannya, beliau juga menyoroti perubahan besar peran BKKBN yang kini tidak lagi hanya dikenal sebagai lembaga yang mengurusi program keluarga berencana, tetapi juga sebagai garda terdepan dalam percepatan penurunan angka stunting di Indonesia. Ia menjelaskan bahwa stunting bukan hanya masalah gizi, tetapi juga menyangkut masa depan anak bangsa.

> “Stunting berarti masa depan yang terhambat. Karena itu, keluarga harus menjadi garda utama untuk memastikan anak-anak tumbuh sehat, cerdas, dan produktif,” ujarnya penuh semangat.

 

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pemaparan dari H. Obon Tabroni, anggota Komisi IX DPR RI, yang juga menjadi salah satu narasumber utama dalam sosialisasi ini. Dalam paparannya, Obon menekankan pentingnya kerja bersama seluruh elemen bangsa untuk memastikan setiap keluarga memiliki akses terhadap layanan kesehatan, gizi, dan pendidikan yang memadai.

Ia menguraikan fakta terkini berdasarkan data pemerintah, bahwa prevalensi stunting di Indonesia telah menurun dari 24,4 persen pada 2021 menjadi 19,8 persen pada 2024. Meski demikian, angka ini masih menunjukkan bahwa hampir satu dari lima anak Indonesia mengalami gangguan pertumbuhan yang dapat memengaruhi kecerdasan dan produktivitas mereka di masa depan.

Baca Juga  Experience Japan Through Sake: byFood and KOKUBU Launch Exclusive Brewery Journey for International Travelers

> “Perbaikan angka stunting memang menjadi tanda kemajuan, namun kita tidak boleh berhenti di situ. Angka 19,8 persen masih berarti jutaan anak belum mendapat kesempatan tumbuh optimal. Ini adalah tanggung jawab kita bersama,” tegasnya.

 

Ia juga menjelaskan bahwa penurunan angka stunting hanya dapat dicapai melalui sinergi lintas sektor. “Ini bukan semata urusan gizi, tetapi juga sanitasi, pendidikan, ekonomi keluarga, hingga pola pengasuhan. Semua pihak harus terlibat — dari pemerintah pusat hingga kader di desa,” kata Obon.

Program BKKBN seperti Bangga Kencana (Pembangunan Keluarga, Kependudukan, dan Keluarga Berencana) serta Kampung KB dinilai sebagai langkah strategis dalam membangun keluarga yang sehat dan tangguh. Melalui program tersebut, pemerintah berupaya memperluas jangkauan layanan hingga ke tingkat akar rumput dengan melibatkan masyarakat secara aktif.

Baca Juga  Dopper dan Blibli Ajak Masyarakat Kurangi Penggunaan Single-Use Plastic Bottles di Langkah Membumi Market 2026

Dalam kesempatan itu, Obon juga menyinggung pentingnya edukasi berkelanjutan mengenai keluarga berencana. Ia menegaskan bahwa penggunaan kontrasepsi modern masih perlu ditingkatkan di berbagai daerah, terutama wilayah pedesaan yang aksesnya terbatas. “Program KB bukan soal membatasi jumlah anak, tapi soal membangun keluarga yang direncanakan dan berkualitas,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa pemerataan layanan KB dan kesehatan reproduksi menjadi hal penting agar tidak terjadi kesenjangan antarwilayah. “Kita ingin setiap keluarga, di kota maupun di desa, punya kesempatan yang sama untuk hidup sehat dan sejahtera,” katanya menutup pemaparannya.

Acara sosialisasi di SMAN 3 Karawang berlangsung hangat dan interaktif. Peserta yang hadir tampak antusias mengikuti sesi tanya jawab, terutama saat membahas peran keluarga, pola asuh anak, serta strategi menurunkan angka stunting di tingkat desa. Kegiatan ini diakhiri dengan ajakan bersama untuk memperkuat komitmen kolektif dalam membangun keluarga berkualitas menuju Indonesia Emas 2045.

> “Kita tidak boleh hanya berhenti pada wacana. Saatnya bergerak bersama, dari rumah, dari keluarga, demi masa depan bangsa,” tutup Obon dengan penuh optimisme.***

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link
What do you think?
Love0
Sad0
Happy0
Sleepy0
Angry0
Dead0
Wink0
Previous Article BRI Dorong Literasi Keuangan Aparatur Negara Lewat Sosialisasi di Bea Cukai
Next Article BRI Branch Office Otista Ramaikan ‘Hajatan Otista’, Sinergi Pererat Silaturahmi dan Digitalisasi Layanan
Leave a comment

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kategori

  • Daerah1,318
    • Agam14
    • Bukit Tinggi14
    • Limapuluh Kota432
    • Padang38
    • Payakumbuh352
    • Solok76
  • Ekonomi2,913
  • Headline410
  • Internasional82
  • Khazanah231
  • Lifestyle113
  • Nasional1,100
  • Olahraga85
  • Opini202
  • Pariwara Lipsus34
  • Politik270
  • Uncategorized311
  • Video15

Berita Lainnya

Komdigi Dorong UMKM Manfaatkan AI untuk Tingkatkan Produktivitas dan Perluas Pasar
KAI Logistik Layani Lebih dari 138 Ribu Pengiriman Hewan Peliharaan, Tumbuh 19%
Pasar Keuangan Syariah Indonesia Tembus Rp3.231 Triliun, FLOQ Soroti Peluang Tokenisasi
Dari Aktivitas Harian hingga Perjalanan Jauh, BRI Finance Tawarkan Pembiayaan Motor Baru

Berita Terkait

Uncategorized

SUCOFINDO Dorong Pengelolaan Minyak Jelantah Bernilai Tambah melalui Peresmian UCOllect Box

Oktober 29, 2026
Uncategorized

Dopper dan Blibli Ajak Masyarakat Kurangi Penggunaan Single-Use Plastic Bottles di Langkah Membumi Market 2026

Oktober 29, 2026
Uncategorized

PeHR Satukan Elemen Masyarakat Dukung Green Policing Kapolri di Hari Sumpah Pemuda

Oktober 28, 2026
Uncategorized

Komunitas XOS Berakhir Duka di Dharmasraya, Ridha Ananda Sampaikan Duka Mendalam.

Oktober 24, 2026
Show More
DigIndonews.comDigIndonews.com
Follow US
© DigIndonews.com 2024 | All Rights Reserved
  • Redaksi
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan
Sign in to your account

Lost your password?