DigIndonews.comDigIndonews.com
  • Nasional
  • Daerah
  • Politik
  • Khazanah
  • Opini
  • Ekonomi
  • Opini
  • Uncategorized
  • Redaksi
Reading: DPR dan Akademisi Desak Kolaborasi Nasional Perangi Pinjol dan Investasi Bodong
Share
Font ResizerAa
DigIndonews.comDigIndonews.com
Font ResizerAa
  • Nasional
  • Daerah
  • Politik
  • Khazanah
  • Opini
  • Ekonomi
  • Opini
  • Uncategorized
  • Redaksi
Search
  • Nasional
  • Daerah
  • Politik
  • Khazanah
  • Opini
  • Ekonomi
  • Opini
  • Uncategorized
  • Redaksi
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan
© Sayangi.com 2022 | All Rights Reserved
DigIndonews.com > Uncategorized > DPR dan Akademisi Desak Kolaborasi Nasional Perangi Pinjol dan Investasi Bodong
Uncategorized

DPR dan Akademisi Desak Kolaborasi Nasional Perangi Pinjol dan Investasi Bodong

Astriani Published September 4, 2025
Share
SHARE

Digindonews.com-Pinjaman online ilegal dan investasi bodong terus menghantui masyarakat Indonesia dengan dampak yang tidak main-main. Tidak hanya merugikan secara finansial, tetapi juga mengancam aspek sosial, psikologis, hingga keamanan digital bangsa. Banyak korban dari kalangan masyarakat rentan terjerat dalam praktik haram ini karena tergoda proses mudah dan janji keuntungan besar dalam waktu singkat.

Dalam sebuah forum diskusi publik bertema “Penguatan Pemahaman Bahaya Pinjaman Online dari Investasi Ilegal”, para narasumber menegaskan perlunya langkah sistematis, kolaboratif, dan berkelanjutan untuk memberantas praktik-praktik keuangan ilegal di ruang digital.

Rabu, 03 September 2025 menjadi saksi bagaimana pertemuan ini mengungkap realitas pahit. Menurut data OJK dan Satgas Waspada Investasi, hingga pertengahan 2025, terdapat lebih dari 7.200 entitas pinjol ilegal yang diblokir sejak 2018, namun praktik serupa terus bermunculan dengan modus baru. Bahkan, sepanjang dua tahun terakhir, ada lebih dari 3 juta pengaduan masyarakat terkait pinjol ilegal yang diterima OJK, Kominfo, dan lembaga terkait lainnya.

Baca Juga  Kedepankan Restorative Justice Irwansyah Apresiasi Kinerja Kepolisian: POLRI, Tetap Menjadi Pengayom Masyarakat

Didi, S.E., M.Ak., seorang pegiat literasi digital, mengungkapkan bahwa fenomena pinjol ilegal muncul akibat kebutuhan ekonomi masyarakat yang tidak tertopang oleh akses formal ke lembaga keuangan. Proses pencairan dana yang cepat membuat masyarakat mudah tergoda, padahal di baliknya tersembunyi bunga tinggi, penyalahgunaan data pribadi, hingga praktik penagihan yang melanggar hak asasi manusia.

Lebih memprihatinkan lagi, investasi ilegal juga menjamur dengan berbagai bentuk. Skema ponzi, binary option palsu, arisan online, hingga robot trading ilegal terus menjerat masyarakat dengan janji keuntungan besar tanpa risiko. Menurut catatan OJK, kerugian akibat investasi ilegal sejak 2011 mencapai lebih dari Rp140 triliun. Angka ini menjadi sinyal darurat bagi bangsa.

Baca Juga  KPU Gelar Pendidikan Pemilih Pasca Pemungutan Suara Didaerah 3T

Dalam diskusi, Rachel Maryam Sayyidina, anggota Komisi I DPR RI, menekankan bahwa penegakan hukum saja tidak cukup. Menurutnya, regulasi yang diperkuat lewat revisi UU ITE dan UU Perlindungan Data Pribadi memang penting, namun yang lebih mendesak adalah upaya masif meningkatkan literasi digital dan keuangan masyarakat. Ia menambahkan, literasi harus menjadi gerakan bersama lintas sektor yang menyasar komunitas, sekolah, perguruan tinggi, bahkan rumah ibadah.

Hal senada disampaikan Dr. Rulli Nasrullah, pakar komunikasi dan kebudayaan digital. Menurutnya, akar masalah ini tidak terlepas dari ketimpangan digital dan lemahnya budaya kritis masyarakat. Banyak masyarakat yang lebih percaya broadcast WhatsApp atau testimoni di TikTok dibandingkan informasi resmi dari pemerintah. Oleh karena itu, edukasi harus dilakukan dengan pendekatan komunikasi kreatif yang mampu menyentuh sisi emosional masyarakat.

Baca Juga  Kominfo RI Gelar Seminar Merajut Nusantara Dengan Tema Interaksi Bermakna Di Ruang Digital

Didi juga menekankan perlunya intervensi pendidikan. Materi literasi digital dan keuangan harus masuk dalam kurikulum pendidikan sebagai bagian integral dari pendidikan karakter abad 21. Selain itu, negara harus berkolaborasi dengan platform digital global untuk mempercepat proses pemblokiran situs dan aplikasi ilegal.

Diskusi ini menutup dengan seruan agar semua pihak ikut menjadi agen literasi digital di lingkungannya masing-masing. Upaya pemberantasan pinjol dan investasi ilegal bukan hanya tugas pemerintah, tetapi juga tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat.

Dengan sinergi antara regulasi, teknologi, pendidikan, dan komunikasi publik, diharapkan ekosistem digital Indonesia dapat menjadi ruang yang lebih aman, adil, dan beradab bagi seluruh warganya.***

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link
What do you think?
Love0
Sad0
Happy0
Sleepy0
Angry0
Dead0
Wink0
Previous Article Praktis dan Cepat, “SORE” dari BRI Finance Siap Bantu Kebutuhan Dana
Next Article Kolaborasi Digital Jadi Jalan Baru Perkuat Akses Makanan Sehat di Indonesia
Leave a comment

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kategori

  • Daerah934
    • Agam14
    • Bukit Tinggi14
    • Limapuluh Kota409
    • Padang34
    • Payakumbuh45
    • Solok70
  • Ekonomi974
  • Headline404
  • Internasional81
  • Khazanah206
  • Lifestyle112
  • Nasional926
  • Olahraga79
  • Opini176
  • Pariwara Lipsus30
  • Politik257
  • Uncategorized267
  • Video15

Berita Lainnya

Pasar Mobil Baru Awal Tahun Menguat, BRI Finance Hadirkan Solusi Pembiayaan Kompetitif
PTPN IV Palmco Apresiasi 32 Pemanen Terbaik Lewat Program Journey of Excellence
Dukung Kenyamanan Mobilitas, BRI Finance Tawarkan Fasilitas Dana yang Aman dan Fleksibel
Wajah Baru Stasiun Limapuluh, Kado KAI untuk Warga Batu Bara Jelang Lebaran 2026

Berita Terkait

PayakumbuhUncategorized

Walikota Payakumbuh Serahkan Bantuan Sosial Swadaya Masyarakat

Februari 14, 2026
Uncategorized

Putusan Hakim Anomali sebagai Dasar Penyelidikan Korupsi Yudisial oleh KPK dan Kejaksaan

Februari 13, 2026
Uncategorized

Mesir dan Politik Bertahan di Tengah Rivalitas Amerika–Tiongkok

Februari 10, 2026
Uncategorized

Krisis Pangan Afrika Barat dan Kebijakan Mesir: Analisis Human Security dalam Perspektif Realisme Defensif

Februari 10, 2026
Show More
DigIndonews.comDigIndonews.com
Follow US
© DigIndonews.com 2024 | All Rights Reserved
  • Redaksi
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan
Sign in to your account

Lost your password?