DigIndonews.comDigIndonews.com
  • Nasional
  • Daerah
  • Politik
  • Khazanah
  • Opini
  • Ekonomi
  • Opini
  • Uncategorized
  • Redaksi
Reading: Dituduh Paksa Potong Rambut, Pihak SMPN 1 Payakumbuh Beri Penjelasan
Share
Font ResizerAa
DigIndonews.comDigIndonews.com
Font ResizerAa
  • Nasional
  • Daerah
  • Politik
  • Khazanah
  • Opini
  • Ekonomi
  • Opini
  • Uncategorized
  • Redaksi
Search
  • Nasional
  • Daerah
  • Politik
  • Khazanah
  • Opini
  • Ekonomi
  • Opini
  • Uncategorized
  • Redaksi
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan
© Sayangi.com 2022 | All Rights Reserved
DigIndonews.com > Daerah > Payakumbuh > Dituduh Paksa Potong Rambut, Pihak SMPN 1 Payakumbuh Beri Penjelasan
DaerahPayakumbuh

Dituduh Paksa Potong Rambut, Pihak SMPN 1 Payakumbuh Beri Penjelasan

Agus Suprianto Published Maret 30, 2026
Share
SHARE

Payakumbuh, Digindonews.com – Kepala Sekolah SMP Negeri 1 Payakumbuh, Syafrida, S.Pd., M.M., memberikan klarifikasi resmi menanggapi pemberitaan yang beredar di media daring terkait kegiatan penertiban penampilan siswa, khususnya soal aturan rambut, yang belakangan menjadi perbincangan publik. Langkah ini dilakukan agar masyarakat mendapatkan informasi utuh dan tidak terjadi kesalahpahaman.

“Kegiatan penertiban ini kami laksanakan pada 24 Maret 2026. Ini merupakan imbauan yang saya sampaikan kepada Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan sebagai bagian dari upaya penguatan disiplin, pembinaan karakter, serta ketertiban yang memang sudah menjadi ketentuan berlaku di lingkungan sekolah. Perlu diketahui juga, kegiatan ini pun sudah ada kesepakatan dari para orang tua siswa,” ujar Kepala Sekolah SMP Negeri 1 Payakumbuh, Syafrida, S.Pd., M.M., Senin (30/3/26).

Baca Juga  Bupati Sijunjung Minta Seluruh ASN Pemkab Sijunjung Jaga Netralitas di Pemilu 2024

Sebelum pelaksanaan, pihak sekolah telah menyampaikan imbauan secara berulang kepada seluruh siswa melalui berbagai saluran komunikasi, mulai dari grup WhatsApp kelas hingga kelompok mata pelajaran. Siswa diminta untuk merapikan penampilan dan menyesuaikan hal-hal yang berpotensi menjadi pelanggaran, meliputi panjang dan warna rambut, kuku, penggunaan atribut sekolah, serta kerapian pakaian.

Pada hari pertama pelaksanaan, penertiban tidak dilakukan secara massal kepada seluruh siswa, melainkan difokuskan pada pelanggaran yang mencolok, terutama siswa yang memiliki rambut dicat atau diwarnai. Salah satu siswa yang ditindaklanjuti setelah pelaksanaan salat Zuhur diketahui memiliki rambut panjang dan diwarnai merah, yang mana hal tersebut tidak sesuai dengan aturan yang ditetapkan dan disepakati di sekolah.

Baca Juga  Beredar Video Penganiayaan Kader HMI Cabang Payakumbuh, ini Keterangan Saksi dan Korban

Pihak sekolah menegaskan bahwa proses penanganan dilakukan dengan pendekatan yang baik dan edukatif. Setelah dilakukan pembicaraan oleh Wakil Kesiswaan, Ricke Delta Riza, S.Pd., siswa tersebut menyadari kesalahannya dan bersedia merapikan rambutnya secara sukarela. Sekolah pun memfasilitasi proses tersebut dengan menyediakan peralatan potong rambut serta tenaga yang kompeten agar hasilnya rapi dan sesuai ketentuan.

“Dalam proses ini tidak ada unsur paksaan sama sekali. Siswa menjalani pemotongan rambut dengan kesadaran sendiri sebagai bentuk tanggung jawab terhadap aturan yang berlaku,” tegas Ricke Delta Riza, S.Pd.

Terkait dokumentasi yang beredar, pihak sekolah menjelaskan bahwa momen tersebut memang diabadikan, namun penyebarannya dilakukan oleh pihak luar tanpa disertai penjelasan lengkap mengenai kronologi dan cara penanganannya. Oleh karena itu, informasi yang sampai ke masyarakat terlihat tidak lengkap dan menimbulkan persepsi yang berbeda.

Baca Juga  Wali Kota Zulmaeta Serahkan LKPD Tahun 2025 Ke BPK Perwakilan Provinsi Sumbar

Melalui klarifikasi ini, Syafrida berharap publik memahami bahwa langkah yang diambil merupakan pembinaan disiplin yang dilakukan secara humanis demi menciptakan lingkungan belajar yang tertib dan kondusif.

Respon positif pun datang dari orang tua siswa. Salah satu wali murid menyampaikan sikapnya, “Kami berterima kasih kepada pihak sekolah yang sudah memperhatikan penampilan anak, dan kami menerima serta mendukung keputusan sekolah,” ujarnya.

 

(A$)

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link
What do you think?
Love0
Sad0
Happy0
Sleepy0
Angry0
Dead0
Wink0
Previous Article Excellent Growth, Sustainable Performance IPCC Bukukan Laba Rp256 Miliar, All Time High
Leave a comment

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kategori

  • Daerah988
    • Agam14
    • Bukit Tinggi14
    • Limapuluh Kota413
    • Padang34
    • Payakumbuh87
    • Solok73
  • Ekonomi1,206
  • Headline406
  • Internasional82
  • Khazanah212
  • Lifestyle112
  • Nasional947
  • Olahraga79
  • Opini178
  • Pariwara Lipsus30
  • Politik260
  • Uncategorized274
  • Video15

Berita Lainnya

Dituduh Paksa Potong Rambut, Pihak SMPN 1 Payakumbuh Beri Penjelasan
Excellent Growth, Sustainable Performance IPCC Bukukan Laba Rp256 Miliar, All Time High
BRI Finance Perkuat Manajemen Risiko, Jaga NPF Tetap dalam Batas Aman Pasca Lebaran
Holding Perkebunan Nusantara Perkuat Kepedulian Sosial melalui Bakti Sosial IKBI PT KPBN

Berita Terkait

Daerah

Wujudkan Stabilitas Daerah, BEM KM Adzkia Apresiasi Kondusifitas Harkamtibmas di Sumatera Barat

Maret 29, 2026
Payakumbuh

Pemko Payakumbuh Perkuat TKD Penanganan Dan Mitigasi Bencana

Maret 27, 2026
Payakumbuh

Wali Kota Zulmaeta Serahkan LKPD Tahun 2025 Ke BPK Perwakilan Provinsi Sumbar

Maret 27, 2026
Payakumbuh

Pemerintah Payakumbuh Gelar Sholat Idul Fitri 1447 H Di Halaman Kantor Balai Kota

Maret 20, 2026
Show More
DigIndonews.comDigIndonews.com
Follow US
© DigIndonews.com 2024 | All Rights Reserved
  • Redaksi
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan
Sign in to your account

Lost your password?