DigIndonews.comDigIndonews.com
  • Nasional
  • Daerah
  • Politik
  • Khazanah
  • Opini
  • Ekonomi
  • Opini
  • Uncategorized
  • Redaksi
Reading: Boy Latuconsina: Presiden Harus Jujur, Perangkatnya Belum Siap Distribusikan MBG
Share
Font ResizerAa
DigIndonews.comDigIndonews.com
Font ResizerAa
  • Nasional
  • Daerah
  • Politik
  • Khazanah
  • Opini
  • Ekonomi
  • Opini
  • Uncategorized
  • Redaksi
Search
  • Nasional
  • Daerah
  • Politik
  • Khazanah
  • Opini
  • Ekonomi
  • Opini
  • Uncategorized
  • Redaksi
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan
© Sayangi.com 2022 | All Rights Reserved
DigIndonews.com > Nasional > Boy Latuconsina: Presiden Harus Jujur, Perangkatnya Belum Siap Distribusikan MBG
Nasional

Boy Latuconsina: Presiden Harus Jujur, Perangkatnya Belum Siap Distribusikan MBG

Astriani Published Juni 15, 2026
Share
Ket: Anggota Komite 1 DPD RI
SHARE

Jakarta, 15 Juni 2026 – Anggota Komite I DPD RI, Bisri As Shiddiq Latuconsina, menanggapi aksi unjuk rasa bertajuk “Menuju Indonesia Bangkrut” yang digelar BEM Universitas Indonesia (UI) bersama mahasiswa dari berbagai kampus dan elemen masyarakat di Jakarta Pusat, Jumat, 12 Juni

Senator yang akrab disapa Boy Latuconsina itu meminta Presiden Prabowo Subianto menerima dan menindaklanjuti aspirasi mahasiswa, terutama terkait Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang selama ini menjadi salah satu program unggulan pemerintah.

“Saya meminta Presiden Prabowo menerima aspirasi teman-teman mahasiswa terkait program MBG yang selama ini menjadi program unggulan pemerintahan Pak Prabowo,” kata Boy dalam keterangannya, Minggu, 14 Juni 2026.

Menurut Boy, secara konsep MBG merupakan program yang baik. Namun, pemerintah dinilai belum menyiapkan infrastruktur pendukung yang memadai agar program tersebut dapat menjadi sumber penghidupan baru bagi masyarakat, bukan sekadar proyek yang dikuasai kelompok tertentu.

“Secara ide, program ini sangat bagus. Namun, negara harus menyiapkan infrastruktur yang memadai agar MBG dapat menjadi mata pencaharian baru bagi masyarakat Indonesia dan tidak terkesan hanya menjadi proyek elite,” ujarnya.

Baca Juga  Sumatra dalam Pekat Musibah: Ketika Alam Murka dan Manusia Lupa Jaga Bumi

Boy mendesak Presiden Prabowo memanggil kementerian terkait untuk memastikan rantai pasok atau sektor hulu MBG dapat dikelola masyarakat lokal.

Menurutnya, Kementerian Pertanian perlu menyiapkan program pendampingan bagi desa-desa yang berpotensi memasok kebutuhan buah dan sayur untuk dapur MBG.

Selain itu, pemerintah juga perlu membina kelompok peternak sapi, kambing, maupun ayam potong agar dapat menjadi pemasok utama kebutuhan protein dalam program tersebut.

“Kementerian terkait harus menyiapkan kelompok-kelompok peternak agar mereka bisa menjadi penyuplai bagi program MBG,” tambahnya.

Senator asal Maluku itu menegaskan bahwa MBG tidak boleh menjadi program elitis yang hanya menguntungkan segelintir pihak.

Ia menilai salah satu penyebab munculnya kritik terhadap program tersebut adalah karena manfaat ekonominya belum dirasakan secara luas oleh masyarakat menengah ke bawah.

Karena itu, Boy meminta pemerintah melakukan evaluasi menyeluruh dan memastikan pelaksanaan MBG di setiap daerah disesuaikan dengan kesiapan infrastruktur serta kemampuan pelaku usaha mikro setempat sebagai pemasok utama.

Baca Juga  Anggota DPR RI H. Darizal Basir Himbau Masyarakat Jaga Keamanan Digital di Tahun Politik

“Jangan sampai MBG dijalankan di daerah yang belum siap dari aspek infrastrukturnya. Ini sejalan dengan gagasan Pak Prabowo untuk mewujudkan kemandirian pangan. Jika kelompok usaha mikro di sektor pertanian dan peternakan tumbuh dengan baik, manfaat MBG akan dirasakan langsung oleh masyarakat,” jelasnya. Boy juga menyoroti dugaan keterlibatan oknum TNI dalam distribusi dan pengelolaan dapur MBG.

Ia meminta Presiden Prabowo mengevaluasi persoalan tersebut karena TNI harus tetap fokus pada tugas pokok dan fungsinya sebagai alat pertahanan negara.

“TNI tidak boleh digiring masuk ke dalam kepentingan yang tidak sejalan dengan tugas pokok dan fungsinya. Jika TNI terlibat dalam distribusi MBG, misalnya, maka institusi tersebut berpotensi terseret ke dalam dinamika politik praktis di masa depan,” tegasnya.

Menurut Boy, menjaga negara juga berarti menjaga profesionalisme dan independensi TNI sebagai benteng terakhir kedaulatan bangsa.

“Menggiring TNI, oknum TNI, maupun institusi TNI masuk ke dalam program semacam ini merupakan kemunduran bagi reformasi TNI dan dapat mengancam profesionalisme serta netralitas institusi pertahanan kita,” ujarnya.

Baca Juga  Kementerian Kebudayaan Dorong Literasi Sejarah Berbasis Digital yang Beretika

Di sisi lain, Boy meminta partai-partai koalisi pemerintah memberikan masukan yang konstruktif terhadap berbagai persoalan yang memicu gelombang protes masyarakat. Ia mengingatkan agar kritik yang muncul tidak dipandang sebagai bentuk provokasi atau upaya melemahkan pemerintah.

Menurutnya, kritik tersebut justru merupakan bentuk kepedulian masyarakat terhadap masa depan bangsa dan harapan agar kepemimpinan Presiden Prabowo mampu meninggalkan warisan positif bagi Indonesia, khususnya dalam mewujudkan kemandirian pangan.

“Ini adalah bagian dari kecintaan masyarakat terhadap negara dan terhadap Pak Prabowo. Mereka berharap kepemimpinan beliau dapat melahirkan legacy bagi Indonesia menuju kemandirian pangan,” pungkas Boy Latuconsina.

Lebih lanjut, Boy menambahkan bahwa Program MBG harus terkoordinasi dengan gubernur, bupati, dan wali kota. Menurutnya, banyak kasus yang berujung pada kepala daerah sebagai pihak yang menjadi bulan-bulanan publik.

“Kami minta evaluasi secara menyeluruh terhadap program MBG, sehingga niat baik presiden bisa dirasakan secara langsung oleh masyarakat. Program kerakyatan hendaknya menjadi harapan baru bagi tumbuhnya ekonomi kerakyatan,” tegas Boy Latuconsina. []

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link
What do you think?
Love0
Sad0
Happy0
Sleepy0
Angry0
Dead0
Wink0
Previous Article Selat Hormuz Tutup, Saatnya Industri Kendaraan Listrik Indonesia Naik Kelas
Next Article Pemko Payakumbuh Bekali 150 Siswa SMA Sederajat Ketrampilan Dasar Kesiapsiagaan
Leave a comment

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kategori

  • Daerah1,168
    • Agam14
    • Bukit Tinggi14
    • Limapuluh Kota427
    • Padang36
    • Payakumbuh230
    • Solok73
  • Ekonomi1,945
  • Headline408
  • Internasional82
  • Khazanah224
  • Lifestyle112
  • Nasional999
  • Olahraga79
  • Opini183
  • Pariwara Lipsus31
  • Politik262
  • Uncategorized293
  • Video15

Berita Lainnya

Dupoin Futures Gandeng Mercedes Benz Classic Club Indonesia Dorong Literasi Finansial Lewat Kolaborasi Komunitas
Wali Kota Zulmaeta: Payakumbuh Memiliki Berbagai Potensi Bencana
Pekerja BRI Branch Office Veteran Hadiri Jakarta Kreatif Festival 2026, Penuh Inspirasi dan Semangat Inovasi
BRI Branch Office Veteran Jalin Kolaborasi dengan PT Praba Cipta Mandiri untuk Dukungan Pembiayaan Proyek APBN Pembuatan Kapal Polri

Berita Terkait

Nasional

Pemilu Inklusif Wujudkan Kedaulatan Rakyat Tanpa Diskriminasi

Juli 13, 2026
Nasional

Aktivis Perempuan Soroti Pentingnya Partisipasi Politik yang Bermakna

Juli 13, 2026
Nasional

RDP RUU Daerah Kepulauan: Desak ‘Lex Specialis’ demi 28,5 Juta Warga, Senator Boy Latuconsina meminta Negara Hadir

Juli 9, 2026
Nasional

Aktivis Pemuda Nasional Nilai Kritik terhadap Komjen Pol. Gatot Tri Suryanta Harus Berimbang dan Berbasis Fakta

Juli 6, 2026
Show More
DigIndonews.comDigIndonews.com
Follow US
© DigIndonews.com 2024 | All Rights Reserved
  • Redaksi
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan
Sign in to your account

Lost your password?