DigIndonews.comDigIndonews.com
  • Nasional
  • Daerah
  • Politik
  • Khazanah
  • Opini
  • Ekonomi
  • Opini
  • Uncategorized
  • Redaksi
Reading: Transformasi Digital Jadi Kunci Perkuat Perlindungan Sosial, Farah Puteri Nahlia Tekankan Pentingnya Akurasi Data
Share
Font ResizerAa
DigIndonews.comDigIndonews.com
Font ResizerAa
  • Nasional
  • Daerah
  • Politik
  • Khazanah
  • Opini
  • Ekonomi
  • Opini
  • Uncategorized
  • Redaksi
Search
  • Nasional
  • Daerah
  • Politik
  • Khazanah
  • Opini
  • Ekonomi
  • Opini
  • Uncategorized
  • Redaksi
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan
© Sayangi.com 2022 | All Rights Reserved
DigIndonews.com > Nasional > Transformasi Digital Jadi Kunci Perkuat Perlindungan Sosial, Farah Puteri Nahlia Tekankan Pentingnya Akurasi Data
Nasional

Transformasi Digital Jadi Kunci Perkuat Perlindungan Sosial, Farah Puteri Nahlia Tekankan Pentingnya Akurasi Data

Astriani Published November 5, 2026
Share
SHARE

Digindonews.com – Transformasi digital dinilai menjadi salah satu langkah strategis dalam memperkuat sistem perlindungan sosial dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di tengah perkembangan ekonomi digital. Pemanfaatan teknologi dan integrasi data dinilai mampu mendorong penyaluran bantuan sosial yang lebih tepat sasaran, transparan, serta akuntabel.

Hal tersebut disampaikan Anggota Komisi I DPR RI, Farah Puteri Nahlia, B.A., M.Sc., dalam webinar bertajuk “Transformasi Digital untuk Memperkuat Sistem Perlindungan Sosial dan Kesejahteraan Masyarakat di Era Ekonomi Digital”, Rabu (4/11/2026).

Dalam pemaparannya, Farah menegaskan bahwa transformasi digital dalam perlindungan sosial bukan sekadar pembangunan sistem teknologi, melainkan upaya menghadirkan negara agar semakin cepat, akurat, dan bertanggung jawab dalam memenuhi kebutuhan masyarakat.

Menurutnya, perkembangan ekonomi digital telah membuka berbagai peluang pekerjaan dan usaha baru, mulai dari pedagang lokapasar, pengemudi daring, pekerja lepas, hingga pelaku usaha berbasis platform digital. Namun, perubahan tersebut juga menghadirkan tantangan baru karena sebagian pekerja memiliki penghasilan tidak tetap dan rentan kehilangan sumber pendapatan.

Baca Juga  Ketua umum HMI Cabang jakarta selatan Meminta Presiden Prabowo Subianto segera Reshuffle Bahlil lahadalia

Karena itu, sistem perlindungan sosial harus mampu beradaptasi dengan perubahan pola kerja masyarakat, termasuk menjangkau pekerja informal dan pekerja di sektor digital.

Farah juga menekankan pentingnya pembenahan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) sebagai fondasi dalam mewujudkan keadilan sosial. Data yang akurat dan terus diperbarui diperlukan agar masyarakat yang benar-benar membutuhkan bantuan dapat terjangkau, sementara penerima yang kondisi ekonominya telah membaik tidak lagi tercatat sebagai penerima manfaat.

Ia menjelaskan bahwa pemerintah telah mendorong digitalisasi perlindungan sosial melalui penguatan integrasi data dan penyederhanaan proses pelayanan. Berdasarkan data Kementerian Komunikasi dan Digital, sistem penghubung layanan pemerintah telah memproses lebih dari 19,8 juta transaksi dalam uji coba digitalisasi perlindungan sosial dengan jangkauan sekitar 5,4 juta keluarga hingga 28 September 2026.

Baca Juga  Kominfo Gelar Webinar Literasi Digital denga Tema Momentum Menjaga Iklim Demokrasi dan Stabilitas

Meski demikian, Farah mengingatkan bahwa keberhasilan digitalisasi tidak cukup diukur berdasarkan jumlah transaksi atau pengguna aplikasi. Indikator utamanya harus dilihat dari ketepatan penerima bantuan, kecepatan pelayanan, kemudahan akses, serta berkurangnya masyarakat yang seharusnya berhak tetapi belum memperoleh perlindungan.

Ia turut mengingatkan pentingnya memastikan layanan digital tetap inklusif, terutama bagi masyarakat lanjut usia, warga di wilayah dengan keterbatasan jaringan internet, serta keluarga yang belum memiliki perangkat digital memadai.

Menurutnya, digitalisasi harus tetap menyediakan jalur pelayanan alternatif melalui pendamping sosial dan perangkat desa. Dengan demikian, masyarakat yang memiliki keterbatasan kemampuan digital tetap dapat mengakses haknya.

Selain aksesibilitas, perlindungan data pribadi juga menjadi perhatian penting. Integrasi data sosial ekonomi harus disertai tata kelola yang kuat, pembatasan akses sesuai kewenangan, keamanan sistem, serta mekanisme koreksi apabila ditemukan kesalahan data.

Baca Juga  Kominfo RI Gelar Webinar Literasi Digital Bicara Soal Pemanfaatan dan Cermat Digital di Tahun Pemilu

Farah kemudian memaparkan empat prioritas penguatan perlindungan sosial ke depan, yakni integrasi data secara berkelanjutan, perluasan perlindungan bagi pekerja informal dan pekerja digital, pengembangan layanan yang inklusif, serta evaluasi kebijakan berbasis hasil.

Ia berharap transformasi digital dapat menjadi instrumen untuk menghadirkan pelayanan publik yang semakin adil dan berpihak kepada masyarakat.

“Data harus akurat agar bantuan tepat sasaran, teknologi harus inklusif agar tak seorang pun tertinggal, dan kebijakan harus berempati agar kesejahteraan masyarakat benar-benar dirasakan,” tegasnya.

Melalui penguatan integrasi data dan pemanfaatan teknologi, sistem perlindungan sosial diharapkan semakin adaptif terhadap perubahan zaman sekaligus mampu memastikan tidak ada masyarakat yang kehilangan haknya akibat keterbatasan akses maupun kekeliruan administrasi.***

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link
What do you think?
Love0
Sad0
Happy0
Sleepy0
Angry0
Dead0
Wink0
Previous Article Dari Pulau Terpencil hingga Medan Menantang, Dedikasi Insan PLN NPC untuk Negeri
Leave a comment

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kategori

  • Daerah1,319
    • Agam14
    • Bukit Tinggi14
    • Limapuluh Kota432
    • Padang38
    • Payakumbuh353
    • Solok76
  • Ekonomi2,971
  • Headline411
  • Internasional82
  • Khazanah232
  • Lifestyle113
  • Nasional1,103
  • Olahraga85
  • Opini205
  • Pariwara Lipsus35
  • Politik270
  • Uncategorized311
  • Video15

Berita Lainnya

Transformasi Digital Jadi Kunci Perkuat Perlindungan Sosial, Farah Puteri Nahlia Tekankan Pentingnya Akurasi Data
Dari Pulau Terpencil hingga Medan Menantang, Dedikasi Insan PLN NPC untuk Negeri
Kaya Aset Belum Tentu Kaya Kas: Pelajaran Likuiditas dari Barang Mewah
SATU University Hadirkan Program Studi Baru di Palembang dan Pontianak, Siapkan Talenta Digital untuk Masa Depan

Berita Terkait

HeadlineNasional

Penyadapan Presiden Jadi Alarm Kedaulatan Digital, PB HMI Apresiasi Respons Kapolri dan Dorong Reformasi Pengawasan Teknologi Negara

November 4, 2026
Nasional

Gusti Rian Saputra, Ketua PB PII Bidang Hukum, Desak Kapolri Nonaktifkan Polisi yang Terlibat Penggerebekan Ponpes di Sukoharjo

November 1, 2026
Nasional

Komdigi Dorong UMKM Manfaatkan AI untuk Tingkatkan Produktivitas dan Perluas Pasar

Oktober 30, 2026
Nasional

KETUM DPP KNPI SAAD BUDIMAN LUBIS BERSAMA JAJARAN GELAR APEL SUMPAH PEMUDA KE-98, DORONG GERAKAN PEMUDA PEDULI LINGKUNGAN DAN PENANAMAN POHON DI IKN

Oktober 28, 2026
Show More
DigIndonews.comDigIndonews.com
Follow US
© DigIndonews.com 2024 | All Rights Reserved
  • Redaksi
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan
Sign in to your account

Lost your password?