Digindonews.com — Anggota Komisi IX DPR RI, H. Obon Tabroni, S.E., mengajak pemerintah, dunia usaha, tenaga kesehatan, dan masyarakat untuk memperkuat kolaborasi dalam upaya mencegah stunting serta meningkatkan kualitas keluarga Indonesia. Menurutnya, pembangunan sumber daya manusia harus dimulai dari keluarga melalui pemenuhan gizi, pengasuhan yang berkualitas, dan perhatian terhadap kesehatan sejak dini.
Hal tersebut disampaikan Obon Tabroni dalam kegiatan Sosialisasi Program Pembangunan Keluarga, Kependudukan, dan Keluarga Berencana Bersama Mitra Kerja di Kabupaten Bekasi, Provinsi Jawa Barat, Senin (12/10/2026).
Dalam pemaparannya, Obon menegaskan bahwa jumlah penduduk Indonesia yang besar merupakan potensi sekaligus tantangan bagi pembangunan nasional. Potensi tersebut harus diimbangi dengan peningkatan kualitas kesehatan, pendidikan, dan kesejahteraan masyarakat agar menjadi kekuatan dalam mewujudkan Indonesia yang maju.
Ia menilai persoalan stunting masih membutuhkan perhatian serius dan penanganan terpadu. Upaya pencegahan tidak cukup hanya mengandalkan program pemerintah, tetapi juga memerlukan keterlibatan keluarga, masyarakat, dan sektor swasta.
Menurutnya, kawasan industri seperti Karawang dan wilayah sekitarnya memiliki potensi ekonomi yang besar. Namun, pertumbuhan industri harus berjalan seiring dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat, termasuk melalui perhatian terhadap kesehatan lingkungan dan kualitas hidup keluarga.
Obon juga menekankan pentingnya program pemenuhan gizi, termasuk Makan Bergizi Gratis (MBG), sebagai salah satu upaya mendukung tumbuh kembang anak dan membangun kebiasaan makan sehat sejak dini.
Ia mencontohkan perubahan kebiasaan makan anak di sekolah yang mulai menunjukkan perkembangan positif setelah mendapatkan pembiasaan melalui penyediaan makanan bergizi. Anak-anak yang sebelumnya enggan mengonsumsi sayuran secara bertahap mulai bersedia mencobanya.
Selain memberikan manfaat bagi kesehatan, program makan bersama di sekolah juga memiliki nilai sosial. Ketika anak-anak dari berbagai latar belakang ekonomi memperoleh makanan dengan menu yang sama, mereka dapat belajar mengenai kesetaraan, kebersamaan, dan solidaritas sejak usia dini.
Perkuat Pendampingan Keluarga Berisiko Stunting
Dalam kesempatan tersebut, Obon turut menyoroti pentingnya program Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (GENTING). Program ini mendorong keterlibatan berbagai pihak untuk memberikan dukungan kepada keluarga berisiko stunting, terutama ibu hamil, ibu menyusui, dan keluarga yang memiliki balita.
Dukungan terhadap keluarga perlu diberikan secara tepat sasaran, khususnya pada periode 1.000 hari pertama kehidupan yang menjadi fase penting bagi pertumbuhan dan perkembangan anak.
Selain pemenuhan gizi, kualitas pengasuhan juga menjadi faktor penting. Melalui program Taman Asuh Sayang Anak (TAMASYA), upaya penguatan layanan pengasuhan anak didorong agar anak tetap memperoleh perhatian dan pendampingan yang memadai ketika orang tua bekerja.
Obon juga menekankan pentingnya keterlibatan ayah dalam pengasuhan melalui Gerakan Ayah Teladan Indonesia (GATI). Menurutnya, tanggung jawab membesarkan anak tidak hanya berada di pundak ibu, tetapi merupakan tanggung jawab bersama kedua orang tua.
Ayah perlu hadir secara emosional, membangun komunikasi yang baik, memberikan teladan, serta menyediakan waktu untuk mendampingi anak dalam berbagai tahap perkembangannya.
Perhatian terhadap keluarga juga mencakup kelompok lanjut usia melalui program Lansia Berdaya (SIDAYA). Program ini mendorong lansia agar tetap sehat, mandiri, produktif, dan memiliki kesempatan untuk berpartisipasi dalam kehidupan sosial.
Obon menegaskan bahwa seluruh program pembangunan keluarga membutuhkan sinergi berkelanjutan. Pemerintah, dunia usaha, mitra kerja, dan masyarakat harus bergerak bersama agar intervensi yang dilakukan benar-benar memberikan manfaat bagi keluarga yang membutuhkan.
Melalui kolaborasi tersebut, diharapkan upaya pencegahan stunting, peningkatan kualitas pengasuhan, serta penguatan ketahanan keluarga dapat berjalan lebih optimal demi menyiapkan generasi Indonesia yang sehat, berkualitas, dan siap menyongsong Indonesia Emas 2045.***


