DigIndonews.comDigIndonews.com
  • Nasional
  • Daerah
  • Politik
  • Khazanah
  • Opini
  • Ekonomi
  • Opini
  • Uncategorized
  • Redaksi
Reading: Sekolah Rakyat: Intervensi Negara Memutus Rantai Kemiskinan Antargenerasi
Share
Font ResizerAa
DigIndonews.comDigIndonews.com
Font ResizerAa
  • Nasional
  • Daerah
  • Politik
  • Khazanah
  • Opini
  • Ekonomi
  • Opini
  • Uncategorized
  • Redaksi
Search
  • Nasional
  • Daerah
  • Politik
  • Khazanah
  • Opini
  • Ekonomi
  • Opini
  • Uncategorized
  • Redaksi
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan
© Sayangi.com 2022 | All Rights Reserved
DigIndonews.com > Nasional > Sekolah Rakyat: Intervensi Negara Memutus Rantai Kemiskinan Antargenerasi
Nasional

Sekolah Rakyat: Intervensi Negara Memutus Rantai Kemiskinan Antargenerasi

Astriani Published Agustus 23, 2026
Share
Ket: Reynal Sitompul
SHARE

Oleh : Raenald Arzan Sitompul Wasekbid PB HMI

 

Jakarta, 23 Agustus 2026 – Pendidikan merupakan hak fundamental setiap warga negara sekaligus instrumen paling efektif dalam meningkatkan taraf hidup. Namun, bagi keluarga miskin dan miskin ekstrem yang berada pada kelompok desil satu dan dua, tantangan ekonomi sering kali menjadi tembok tebal yang memutus akses anak terhadap pendidikan berkualitas. Untuk menjawab tantangan tersebut, Presiden Prabowo Subianto meluncurkan program direktif Sekolah Rakyat sebagai langkah strategis intervensi negara dalam memutus rantai kemiskinan antargenerasi, khususnya di kawasan pesisir dan pedesaan.

 

Sesuai amanat Pasal 34 UUD 1945, negara bertanggung jawab atas pemenuhan hak anak-anak dari keluarga miskin. Secara operasional, Sekolah Rakyat difasilitasi dan diatur secara khusus melalui Peraturan Presiden Nomor 120 Tahun 2025. Sebagai Program Direktif Presiden, Sekolah Rakyat memprioritaskan Anak Tidak Sekolah serta anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem melalui sistem pendidikan berasrama. Sistem berasrama ini tidak hanya menanggung biaya pendidikan secara penuh, tetapi juga mencukupi kebutuhan dasar siswa mulai dari pangan, tempat tinggal, hingga layanan kesehatan, sehingga secara langsung menghilangkan beban biaya harian yang selama ini ditanggung oleh keluarga.

Baca Juga  TGB, Mantan Panglima TNI, Mantan Wakapolri jadi Waketum Tim Pemenangan Ganjar

 

Hingga pertengahan tahun 2026, program Sekolah Rakyat telah menunjukkan perkembangan yang sangat signifikan dalam skala nasional. Program ini telah melayani sebanyak 43.251 siswa yang terdiri dari 14.773 siswa lama dan 28.478 siswa baru, yang terbagi dalam 1.550 rombongan belajar. Seluruh operasional pembelajaran didukung oleh keberadaan 5.629 guru dan 11.504 tenaga kependidikan yang berdedikasi.

 

Perkembangan kelembagaan sekolah juga terus diakselerasi secara bertahap. Jika pada Tahun Ajaran 2025/2026 pemerintah mengoperasikan 166 Sekolah Rakyat Rintisan, maka memasuki Tahun Ajaran 2026/2027 telah dilakukan transformasi sebanyak 93 Sekolah Rakyat Rintisan menjadi Sekolah Rakyat Permanen. Selain itu, pemerintah mempertahankan keberlanjutan 81 Sekolah Rakyat Rintisan serta membuka 8 lokasi rintisan baru di wilayah Jakarta dan sekitarnya. Sebaran geografis Sekolah Rakyat kini telah menjangkau seluruh pulau besar di Indonesia, mencakup Pulau Jawa dengan 38 sekolah permanen dan 69 rintisan, Pulau Sumatra dengan 21 sekolah permanen dan 35 rintisan, Pulau Sulawesi dengan 15 sekolah permanen dan 28 rintisan, Pulau Kalimantan dengan 12 sekolah permanen dan 13 rintisan, Pulau Bali dan Nusa Tenggara dengan 4 sekolah permanen dan 7 rintisan, Kepulauan Maluku dengan 3 sekolah permanen dan 8 rintisan, serta Pulau Papua dengan 6 sekolah rintisan.

Baca Juga  Obon Tabroni Ajak Generasi Muda Siapkan Diri Menuju Indonesia Emas 2045

 

Keberhasilan Sekolah Rakyat tidak hanya diukur dari cakupan kuantitatif, tetapi juga dari peningkatan mutu akademik maupun non-akademik peserta didik. Saat ini sebanyak 59 Sekolah Rakyat telah resmi mengantongi akreditasi dan telah meluluskan 480 peserta didik yang terdiri atas 382 lulusan SD, 84 lulusan SMP, serta 12 lulusan SMA. Seluruh lulusan tingkat SMA mendapatkan pendampingan khusus serta asesmen minat untuk memfasilitasi transisi mereka menuju perguruan tinggi, dunia kerja, maupun jalur pengabdian.

 

Di bidang prestasi, sebanyak 325 siswa Sekolah Rakyat telah berhasil mengukir prestasi di berbagai ajang tingkat nasional maupun internasional hingga Tahun Ajaran 2025/2026. Salah satu contoh nyata adalah capaian Citra Nur Ramadhani dari Pangkep yang meraih Juara II Senkaido Open International Karate Championship 2025, serta capaian luar biasa dari Muhammad Risky Pratama asal Medan di bidang olahraga.

 

Baca Juga  Darizal Basir Anggota DPR RI Berikan Tips Lawan Hoax

Guna memastikan keberlanjutan ekonomi keluarga saat anak mengenyam pendidikan berasrama, pemerintah menyinergikan Sekolah Rakyat dengan berbagai program pemberdayaan ekonomi masyarakat. Melalui Instruksi Presiden Nomor 9 Tahun 2025, Nomor 17 Tahun 2025, dan Nomor 5 Tahun 2026, telah didirikan 83.382 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih berbadan hukum dengan 19.623 gerai atau gudang fisik guna menyerap produk lokal dan memperkuat ekonomi pedesaan. Di kawasan pesisir, pengembangan Kampung Nelayan Merah Putih turut mendukung peningkatan Nilai Tukar Nelayan hingga mencapai angka 108,05, sejalan dengan peningkatan Nilai Tukar Petani di angka 125,48. Selain itu, integrasi bantuan sosial melalui program PRO-KESRA yang memanfaatkan Data Terpadu Sosial Ekonomi Nasional menerapkan sistem graduasi untuk mendampingi keluarga miskin hingga mandiri secara ekonomi.

 

Sekolah Rakyat menjadi wujud nyata komitmen negara dalam memberikan kesetaraan akses pendidikan bagi kelompok rentan. Dengan dukungan payung hukum Perpres Nomor 120 Tahun 2025, tata kelola sekolah berasrama yang andal, pendampingan lulusan yang berkelanjutan, serta integrasi dengan ekosistem pemberdayaan ekonomi masyarakat, Sekolah Rakyat hadir sebagai instrumen utama pembangunan sumber daya manusia menuju Indonesia Emas.

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link
What do you think?
Love0
Sad0
Happy0
Sleepy0
Angry0
Dead0
Wink0
Previous Article Cara Top Up Token HoK Tercepat di GAMEZI
Next Article Moladin Finance dan Pashouses Jalin Kemitraan Strategis, Hadirkan Solusi Pembiayaan bagi Pemilik Properti
Leave a comment

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kategori

  • Daerah1,228
    • Agam14
    • Bukit Tinggi14
    • Limapuluh Kota428
    • Padang37
    • Payakumbuh280
    • Solok73
  • Ekonomi2,294
  • Headline408
  • Internasional82
  • Khazanah227
  • Lifestyle113
  • Nasional1,047
  • Olahraga80
  • Opini192
  • Pariwara Lipsus31
  • Politik270
  • Uncategorized295
  • Video15

Berita Lainnya

Moladin Finance dan Pashouses Jalin Kemitraan Strategis, Hadirkan Solusi Pembiayaan bagi Pemilik Properti
Sekolah Rakyat: Intervensi Negara Memutus Rantai Kemiskinan Antargenerasi
Cara Top Up Token HoK Tercepat di GAMEZI
Percepat Respons Darurat Gempa NTT, IDSurvey Group Salurkan 2,4 Ton Bantuan melalui BNPB

Berita Terkait

Nasional

DPR Dorong Penguatan Literasi Digital untuk Cegah Judi Online

Agustus 20, 2026
Nasional

Infrastruktur Digital Didorong Jadi Penggerak Ekonomi UMKM di Daerah

Agustus 19, 2026
Nasional

Perangi Narkoba dari Rumah, Keluarga Jadi Benteng Pertama

Agustus 19, 2026
Nasional

Kuasa Hukum Akan Laporkan Direktur Munira World Aqzhandy Yusman ke Polisi

Agustus 19, 2026
Show More
DigIndonews.comDigIndonews.com
Follow US
© DigIndonews.com 2024 | All Rights Reserved
  • Redaksi
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan
Sign in to your account

Lost your password?