Digindonews.com – Pemerataan konektivitas digital menjadi bagian penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat, termasuk memperkuat Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di wilayah Terluar, Terpencil, dan Tertinggal (3T).
Hal tersebut disampaikan Ir. Woro Indah Widiastuti, MT., ICT Regulatory dan USO Expert IICF, dalam Sosialisasi Merajut Nusantara bertema “Optimalisasi Teknologi Digital untuk Pengembangan UMKM Berkelanjutan”, Selasa (18/8/2026).
Dalam pemaparannya, Woro menjelaskan program Kewajiban Pelayanan Universal (KPU) yang dijalankan Kementerian Komunikasi dan Digital sebagai upaya memperkecil kesenjangan digital di berbagai wilayah Indonesia.
Program tersebut didukung kontribusi penyelenggara telekomunikasi sebesar 1,25 persen dari pendapatan kotor tahunan dan dikelola oleh BLU BAKTI sebagai unit organisasi di lingkungan Kementerian Komunikasi dan Digital.
Menurut Woro, BAKTI memiliki visi menjembatani kesenjangan digital untuk menciptakan masa depan Indonesia yang lebih baik. Programnya mencakup pembangunan infrastruktur digital, BTS, Palapa Ring, sistem komunikasi satelit multifungsi, penyiaran digital, hingga penyediaan akses internet masyarakat.
Ia menyebut pembangunan infrastruktur digital tersebut memiliki dampak strategis terhadap pengembangan ekonomi masyarakat, termasuk UMKM di daerah 3T.
“BAKTI telah membangun 31.864 titik layanan internet di wilayah 3T melalui paket pembangunan wilayah Barat, Tengah, dan Timur Indonesia,” jelasnya.
Konektivitas tersebut tidak hanya memberikan akses internet, tetapi juga membuka peluang bagi masyarakat untuk mengembangkan usaha melalui ekosistem digital.
Program pemberdayaan UMKM yang dilakukan antara lain pelatihan digital marketing, pendampingan onboarding marketplace, akses permodalan digital, pembuatan website dan katalog produk, literasi keuangan digital, serta kemitraan dengan berbagai platform e-commerce.
Menurut Woro, UMKM yang telah masuk ke ekosistem digital memiliki peluang lebih besar untuk meningkatkan omzet dan memperluas pasar. Teknologi juga memberikan manfaat terhadap pendidikan, kesehatan, dan pelayanan publik di daerah yang sebelumnya mengalami keterbatasan akses.
Ia memaparkan empat program strategis yang penting dalam pengembangan UMKM berkelanjutan. Pertama, menyediakan internet stabil di sentra UMKM dan desa wisata. Kedua, meningkatkan kemampuan adopsi e-commerce dan manajemen keuangan digital.
Ketiga, memberikan edukasi keamanan siber dan perlindungan data konsumen. Keempat, mendorong penggunaan teknologi hemat energi untuk menciptakan operasional UMKM yang lebih ramah lingkungan.
Woro juga menyoroti sejumlah persoalan yang masih dihadapi pelaku UMKM, seperti usaha yang belum terintegrasi dengan peta digital, pengelolaan stok yang masih manual, serta lemahnya sinergi antar pelaku usaha.
Padahal, konektivitas digital dapat membuka peluang inklusi ekonomi melalui penggunaan pembayaran digital seperti QRIS dan kemudahan pengurusan perizinan melalui OSS. Akses marketplace dan media sosial juga memungkinkan UMKM menjangkau konsumen lebih luas tanpa sepenuhnya bergantung kepada tengkulak.
Menurutnya, konsep UMKM naik kelas kini tidak hanya diukur dari besarnya omzet, tetapi juga dari kemampuan usaha menjangkau pasar tanpa batas, menerapkan manajemen yang cerdas, serta membangun ekosistem lokal yang mampu menjaga ketahanan bisnis.
Karena itu, ia mendorong terbentuknya ekosistem digital lokal yang tidak hanya berfungsi sebagai tempat berjualan, tetapi juga menjadi ruang interaksi antara pelaku usaha dan konsumen.
Empat pilar yang ditawarkan meliputi etalase digital lintas kategori, radar peta bisnis lokal, otomatisasi operasional, dan kendali promosi mandiri.
Woro mengajak pelaku UMKM memulai transformasi digital dari langkah sederhana, yakni membuat identitas usaha secara profesional, memastikan usaha mudah ditemukan secara digital, serta memasukkan produk atau layanan agar siap menerima pesanan.
“Transformasi digital bukan mengubah jiwa pasar, tetapi mengamankan masa depan usaha dengan sistem yang lebih cerdas, jangkauan lebih luas, dan kolaborasi lebih kuat,” pungkasnya.***


