Limapuluh Kota, Digindonews.com – Sebuah insiden tidak menyenangkan terjadi di depan Balai Wartawan (BW) Luhak 50 Kota, Senin (16/3/2026). Peristiwa itu terjadi ketika anggota Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Generasi Indonesia Bersih (GIB) yang juga berprofesi sebagai jurnalis, Agus Suprianto, hendak memotret gedung kesehatan di samping BW yang diusulkan menjadi kantor GIB Kabupaten 50 Kota dan Serikat Media Siber Indonesia (SMSI).
Kisahnya dimulai ketika Agus menyapa seorang senior wartawan bernama Edward, namun mendapatkan balasan yang menurut agus bernada kasar. Saat ditanya alasan sikap kasar tersebut, Edward belum memberikan penjelasan terkait hal tersebut.

“Saya menyapa dengan sapaan ‘Bg’, lalu Edward menjawab ‘A dek Ang’,” ujar Agus.
Setelah itu, Edward masuk ke kantor BW dan mengunci pintunya. Ketika Agus menghampiri dan hendak pergi, pintu dibuka namun Edward melarangnya masuk. Menurut Agus, gedung BW merupakan milik dan aset daerah Pemkab Limapuluh Kota di peruntukan untuk seluruh insan pers yang berada di Payakumbuh maupun di 50 Kota,yang menurutnya seharusnya dapat dimanfaatkan oleh seluruh insan pers.
Ketika berniat untuk pergi, Agus mengaku sempat terhalang oleh Edward dan beberapa orang lainnya. Agus menyebut Edward sempat mengajaknya beradu fisik. Karena dalam kondisi puasa, Agus Suprianto memilih untuk tidak menanggapi. Namun, ketika akan menghidupkan kunci motornya, Agus menyebut kunci motornya sempat dimatikan oleh seseorang yang ia kenal sebagai Adi Parker.
Menurut Agus Suprianto, konflik ini bermula karena dia menyebutkan istilah “wartawan bodrek” dalam grup WhatsApp Kawal Luhak 50 Kota kepada Arul. Edward dan beberapa pihak tidak terima dengan ucapan tersebut. Lebih parahnya, Agus juga menyebut adanya tudingan terhadap dirinya terkait dugaan permintaan sejumlah uang kepada investor tambang emas Galuguh. Agus membantah tuduhan tersebut dan menyatakan itu tidak memiliki dasar yang jelas.(Red)



Bagi sajo samo banyak, awak samo awak basiarak karena hal yang tidak jelas ujung pangkal, tidak jelas yang untung siapa yang rugi siapa