DigIndonews.comDigIndonews.com
  • Nasional
  • Daerah
  • Politik
  • Khazanah
  • Opini
  • Ekonomi
  • Opini
  • Uncategorized
  • Redaksi
Reading: 125 Personel Berbagai Instansi Gladi Kesiapan HKBN
Share
Font ResizerAa
DigIndonews.comDigIndonews.com
Font ResizerAa
  • Nasional
  • Daerah
  • Politik
  • Khazanah
  • Opini
  • Ekonomi
  • Opini
  • Uncategorized
  • Redaksi
Search
  • Nasional
  • Daerah
  • Politik
  • Khazanah
  • Opini
  • Ekonomi
  • Opini
  • Uncategorized
  • Redaksi
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan
© Sayangi.com 2022 | All Rights Reserved
DigIndonews.com > Daerah > Payakumbuh > 125 Personel Berbagai Instansi Gladi Kesiapan HKBN
Payakumbuh

125 Personel Berbagai Instansi Gladi Kesiapan HKBN

Herpa Published April 28, 2026
Share
SHARE

Digindonews.com — Sebanyak 125 personel dari berbagai instansi dan relawan kebencanaan di Kota Payakumbuh mengikuti Apel dan Gladi Kesiapsiagaan Bencana dalam rangka peringatan Hari Kesiapsiagaan Bencana Nasional (HKBN) di samping Jembatan Surabaya, Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera V Batang Agam, Kota Payakumbuh, Ahad (26/4/2026).

“Kesiapsiagaan bukan sekadar slogan. Ini upaya antisipasi dan respons efektif yang harus dibangun sejak dini. Detik-detik awal saat bencana datang adalah penentu antara hidup dan mati,” ujar Wali Kota Payakumbuh, Zulmaeta melalui Wakil Wali Kota Elzadaswarman saat Apel dan Gladi Kesiapsiagaan Bencana peringatan HKBN itu.

Wawako Elzadaswarman mengingatkan bahwa Indonesia adalah negara dengan risiko bencana tertinggi kedua di dunia.

Baca Juga  Wakil Wali Kota, Elzadaswarman Mengikuti Rapat Paripurna DPRD Dalam Rangka Hari Jadi Kabupaten Lima Puluh Kota ke-185

“Berdasarkan The World Risk Report 2023, hanya negara dengan indeks kerentanan tinggi yang berada di peringkat atas, dan Indonesia menempati posisi kedua dari 193 negara.” lanjut Elzadaswarman.

Kota Payakumbuh, menurutnya, termasuk daerah rawan bencana hidrometeorologi seperti cuaca ekstrem, banjir, dan angin puting beliung. Karena itu, gladi kesiapsiagaan kali ini dirancang untuk menguji tiga hal, yakni ketangkasan personel, kelaikan peralatan, dan koordinasi lintas instansi.

Elzadaswarman meminta seluruh peserta menganggap gladi yang berupa latihan kesiapsiagaan bencana ini sebagai situasi nyata.

“Ketajaman insting dan kecepatan koordinasi Saudara akan menjadi tumpuan keselamatan warga Payakumbuh,” katanya.

Ia juga mengimbau masyarakat untuk tidak menyerahkan urusan kesiapsiagaan sepenuhnya kepada pemerintah. Setiap keluarga, menurutnya, minimal harus memiliki rencana evakuasi mandiri.

Baca Juga  Wali Kota Zulmaeta Pimpin Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat Singgalang Tahun 2026

Kegiatan yang berlangsung dari pukul 08.00 WIB hingga selesai itu tidak hanya seremonial.

Setelah apel, peserta mengikuti gladi penanganan darurat yang melibatkan puluhan kendaraan operasional, termasuk dua unit ambulans dari Dinas Kesehatan, tiga unit motor trail dan satu armada damkar dari Satpol PP dan Damkar, serta dua unit motor patroli dari Dinas Perhubungan.

Jumlah peserta gladi berasal dari 19 unsur. Selain Pemerintah Kota, Payakumbuh, hadir pula BASARNAS, PMI, ORARI, RAPI, TAGANA (Taruna Siaga Bencana) dari Dinas Sosial, Pramuka, serta Koordinator KSB (Kampung Siaga Bencana) dari lima kecamatan se-Payakumbuh.

Jumlah peserta terbesar berasal dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Payakumbuh dengan 33 orang, diikuti TAGANA (17 orang), Satpol PP & Damkar (10 orang), dan Pramuka (10 orang).

Baca Juga  Halo Minang Mendunia: Roadshow Sosialisasi Kuliah Keluar Negeri di Pulau Jawa

Seluruh peserta diwajibkan mengenakan pakaian sesuai ketentuan masing-masing, seperti PDL (Pakaian Dinas Lapangan) atau kaus berwarna oranye bagi KSB.

Diketahui, pemerintah pusat melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menetapkan 26 April sebagai Hari Kesiapsiagaan Bencana Nasional. Tanggal itu dipilih untuk memperingati disahkannya Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana, yang menjadi landasan hukum sistem penanggulangan bencana di Indonesia. (***)

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link
What do you think?
Love0
Sad0
Happy0
Sleepy0
Angry0
Dead0
Wink0
Previous Article Pemko Payakumbuh Pastikan Gaji PPPK Paruh Waktu Dinas Pendidikan Segera Dibayarkan
Next Article Pemko Payakumbuh Perigati Hari Otonomi Daerah ke-XXX Tahun 2026, Pentingnya Sinergi Pemerintah Pusat Dan Pemerintah Daerah
Leave a comment

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kategori

  • Daerah1,041
    • Agam14
    • Bukit Tinggi14
    • Limapuluh Kota418
    • Padang34
    • Payakumbuh130
    • Solok73
  • Ekonomi1,359
  • Headline407
  • Internasional82
  • Khazanah214
  • Lifestyle112
  • Nasional955
  • Olahraga79
  • Opini180
  • Pariwara Lipsus31
  • Politik261
  • Uncategorized280
  • Video15

Berita Lainnya

BPBD Gelar Pelatihan Pencegahan Dan Mitigasi Bencana
Payakumbuh Tampil Dominan Di Kejurnas Open Aerobic Gymnastics 2026
Semangat Kartini Menggema di Seluruh Indonesia, Perempuan IDSurvey Perkuat Kolaborasi dan Transformasi Lewat Maheswari Sisterhood Day 2026
Pemko Payakumbuh Perigati Hari Otonomi Daerah ke-XXX Tahun 2026, Pentingnya Sinergi Pemerintah Pusat Dan Pemerintah Daerah

Berita Terkait

Payakumbuh

Pemko Payakumbuh Pastikan Gaji PPPK Paruh Waktu Dinas Pendidikan Segera Dibayarkan

April 28, 2026
Payakumbuh

PEMKO PAYAKUMBUH BERHARAP MUSORKOT KONI MAMPU MENJAWAB TANTANGAN DAN PRESTASI

April 28, 2026
Payakumbuh

Dinas Pertanian Serahkan Bantuan Benih Jagung Unggul, Dampak Bencana Hidrometeorologi

April 24, 2026
Payakumbuh

Pemko Payakumbuh 4 Kali Berturut Turut Meraih Predikat Tertinggi “Zona Hijau” Dari Ombudsman RI

April 24, 2026
Show More
DigIndonews.comDigIndonews.com
Follow US
© DigIndonews.com 2024 | All Rights Reserved
  • Redaksi
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan
Sign in to your account

Lost your password?