DigIndonews.comDigIndonews.com
  • Nasional
  • Daerah
  • Politik
  • Khazanah
  • Opini
  • Ekonomi
  • Opini
  • Uncategorized
  • Redaksi
Reading: Pemuda Pasar Belakang; Depot BBM di Jantung Kota, Bom Waktu yang Terabaikan
Share
Font ResizerAa
DigIndonews.comDigIndonews.com
Font ResizerAa
  • Nasional
  • Daerah
  • Politik
  • Khazanah
  • Opini
  • Ekonomi
  • Opini
  • Uncategorized
  • Redaksi
Search
  • Nasional
  • Daerah
  • Politik
  • Khazanah
  • Opini
  • Ekonomi
  • Opini
  • Uncategorized
  • Redaksi
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan
© Sayangi.com 2022 | All Rights Reserved
DigIndonews.com > Opini > Pemuda Pasar Belakang; Depot BBM di Jantung Kota, Bom Waktu yang Terabaikan
Opini

Pemuda Pasar Belakang; Depot BBM di Jantung Kota, Bom Waktu yang Terabaikan

And Published Juli 3, 2025
Share
SHARE

Digindonews.com, Sibolga – Kota Sibolga merupakan kota kecil yang terus tumbuh. Di balik geliat ekonomi dan padatnya pemukiman di Kota Ikan ini, terselip sebuah bom waktu yang nyaris dilupakan: keberadaan Depot PT Pertamina Patra Niaga Fuel Terminal Sibolga yang berdiri kokoh di tengah kawasan padat penduduk.

“Menurut Zaid Irsyah Selaku Pemuda Pasar Belakang  bahwa Sudah bertahun-tahun masyarakat, mahasiswa, hingga pemerintah daerah meminta Depot itu dipindahkan. Alasannya bukan tanpa dasar. Cukup dengan berjalan kaki beberapa langkah dari rumah warga di Kelurahan Pasar Belakang, kita sudah sampai di pagar tinggi Depot penyimpanan bahan bakar minyak itu. Jaraknya? Tak lebih dari 14 hingga 25 meter.” (2/7/2025)

“Bayangkan, di balik tembok itu tersimpan ribuan liter bahan bakar, sementara di sekitarnya hidup ribuan jiwa, anak-anak yang bermain, sekolah-sekolah yang berdiri, hingga pasar yang selalu ramai. Satu kesalahan kecil, satu insiden teknis, bisa menjadi malapetaka besar seperti yang pernah terjadi di Plumpang, Jakarta. ungkap Zaid”

Baca Juga  Bayu Saputra, S.E Terpilih Secara Aklamasi Sebagai Ketua HMI Cabang Berau Periode 2023-2024 dengan Visi Kolaborasi Teknologi dan Kearifan Lokal

Permen ESDM Nomor 32 Tahun 2016 sudah jelas mengatur soal zona penyangga. RTRW Kota Sibolga pun menetapkan kawasan itu sebagai wilayah perdagangan dan pemukiman, bukan area industri berisiko tinggi. Tapi entah mengapa, Depot itu masih berdiri, masih beroperasi, seolah-olah semua peraturan hanya deretan tulisan di atas kertas.

Aliansi Mahasiswa dan Masyarakat Sibolga-Tapteng kembali mengingatkan soal ini. Bukan sekadar aksi turun ke jalan atau seremonial penyerahan surat. Mereka datang dengan kajian, data, dan rekam jejak surat resmi yang sudah berulang kali dilayangkan oleh Pemerintah Kota Sibolga sejak 2017. Namun, realisasi relokasi yang dijanjikan tak kunjung terlihat.

PT Pertamina Patra Niaga berdalih soal keterbatasan lahan. Tapi publik bertanya, bagaimana mungkin di wilayah seluas Kabupaten Tapanuli Tengah yang masih banyak lahan kosong, persoalan lahan menjadi penghalang? Apalagi, rencana pembangunan Integrated Terminal BBM dan LPG di wilayah itu sudah sempat dibahas di internal Pertamina sejak 2021.

Baca Juga  Nofi Candra-Leo Murphy Nomor Urut 1 "Bia Ciek Tapi Boneh"

Masyarakat tak ingin menunggu bencana datang baru semua pihak bergerak. Bukankah keselamatan warga seharusnya lebih utama dari kepentingan bisnis atau kenyamanan operasional? Bukankah Plumpang cukup menjadi pelajaran, agar tidak ada lagi deretan karangan bunga belasungkawa dan wajah-wajah duka menghiasi halaman depan media?

Ironisnya, di sisi lain, anak-anak sekolah dasar belajar tak jauh dari barisan truk tangki Pertamina yang hilir mudik. Proses belajar yang seharusnya tenang, terusik oleh deru kendaraan besar dan bayang-bayang kecelakaan.

“Kini, masyarakat Sibolga hanya berharap pemerintah pusat, termasuk Kementerian BUMN dan PT Pertamina, mau membuka mata. Relokasi Depot BBM bukan sekadar desakan, tapi kebutuhan mendesak untuk memastikan bahwa geliat pembangunan kota ini tidak dibayangi potensi,Tutup Zaid”.

Baca Juga  Pemuda Peduli Indonesia: Kenaikan BBM Membebani Masyarakat Kecil

Keselamatan warga adalah harga mati. Kota ini terlalu berharga untuk dipertaruhkan hanya demi alasan efisiensi atau kelalaian birokrasi.***

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link
What do you think?
Love0
Sad0
Happy0
Sleepy0
Angry0
Dead0
Wink0
Previous Article BEM Sibolga- Tapteng; Mahasiswa Tidak Takut, Kami Akan Terus Kawal Relokasi Depot PT Pertamina Sibolga
Next Article Presidium FKMN Desak KPK Usut Dugaan Suap: Dana Rp 4,8 Miliar Mengalir ke Rekening Pribadi Kadis Kominfo Sultra
Leave a comment

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kategori

  • Daerah904
    • Agam14
    • Bukit Tinggi14
    • Limapuluh Kota407
    • Padang34
    • Payakumbuh28
    • Solok68
  • Ekonomi913
  • Headline403
  • Internasional81
  • Khazanah204
  • Lifestyle112
  • Nasional917
  • Olahraga78
  • Opini176
  • Pariwara Lipsus30
  • Politik256
  • Uncategorized261
  • Video15

Berita Lainnya

KAI Logistik Kelola 22,9 juta Ton Sepanjang Tahun 2025
Perang Terhadap Narkoba Berlanjut, Satresnarkoba Polres Sijunjung Amankan Pelaku Shabu
BRIliaN Branch Office Otista Region 6/Jakaarta 1 Gelar Kegiatan Tracking sebagai Bentuk Kepedulian terhadap Kesehatan
BRI Otista Fasilitasi Lahan Parkir untuk Apel Cipta Kondisi Kelurahan

Berita Terkait

DaerahOpini

HMI Cabang Batusangkar Peduli Bencana Banjir Bandang di Nagari Padang Laweh dan Guguak Malalo

Desember 22, 2025
Opini

Kerusakan Lingkungan di Wilayah Sumatera Dinilai Masih Mengkhawatirkan

Desember 15, 2025
NasionalOpini

Buya Hasanuddin AS Desak Audit Total Perizinan dan PETI: Demi Selamatkan Hutan Sumatera Barat

Desember 4, 2025
Opini

Santri Gen Z Dipersimpangan dan Kebimbangan

Desember 1, 2025
Show More
DigIndonews.comDigIndonews.com
Follow US
© DigIndonews.com 2024 | All Rights Reserved
  • Redaksi
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan
Sign in to your account

Lost your password?