DigIndonews.comDigIndonews.com
  • Nasional
  • Daerah
  • Politik
  • Khazanah
  • Opini
  • Ekonomi
  • Opini
  • Uncategorized
  • Redaksi
Reading: Rico Wisnu Wibisono (CEO FisTx) : 78.000 Hektare Tambak Mangkrak Pantura Kunci Indonesia Kuasai Pasar Nila Dunia
Share
Font ResizerAa
DigIndonews.comDigIndonews.com
Font ResizerAa
  • Nasional
  • Daerah
  • Politik
  • Khazanah
  • Opini
  • Ekonomi
  • Opini
  • Uncategorized
  • Redaksi
Search
  • Nasional
  • Daerah
  • Politik
  • Khazanah
  • Opini
  • Ekonomi
  • Opini
  • Uncategorized
  • Redaksi
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan
© Sayangi.com 2022 | All Rights Reserved
DigIndonews.com > Ekonomi > Rico Wisnu Wibisono (CEO FisTx) : 78.000 Hektare Tambak Mangkrak Pantura Kunci Indonesia Kuasai Pasar Nila Dunia
Ekonomi

Rico Wisnu Wibisono (CEO FisTx) : 78.000 Hektare Tambak Mangkrak Pantura Kunci Indonesia Kuasai Pasar Nila Dunia

vrtitimes Published Juli 23, 2026
Share
SHARE

Revitalisasi lahan tambak idle lewat teknologi nila salin diproyeksikan menambah produksi hingga 600.000 ton per tahun dan mengangkat Indonesia sebagai pemain utama ekspor nila global.

Yogyakarta – Di tengah goyahnya dominasi produsen filet asal Tiongkok akibat degradasi lingkungan dan pengetatan regulasi antibiotik, CEO FisTx Indonesia Rico Wisnu Wibisono menyerukan agar Indonesia berhenti memandang ikan nila sebagai komoditas kelas dua. Melalui gagasan yang ia sebut Tilapianomic, Rico mendorong nila diposisikan sebagai instrumen utama pembangunan ekonomi pesisir, bukan sekadar menu murah di warung pinggir jalan.

“Nila adalah mahakarya biologis yang selama ini kita remehkan. Efisiensi konversi pakannya tinggi, dagingnya premium, dan pasar dunia sedang mencarinya sebagai pengganti cod yang pasokannya kian menipis. Yang belum kita bangun hanyalah orkestrasinya,” ujar Rico.

Baca Juga  Hisense 116-inch UX ULED RGB-MiniLED TV Raih Penghargaan “Most Innovative TV”

Menurut Rico, kunci lompatan itu ada pada puluhan ribu hektare tambak idle di sepanjang Pantai Utara Jawa — eks-lahan udang yang kini terbengkalai. Dengan varietas nila salin tahan salinitas tinggi, sekitar 78.000 hektare lahan marginal itu dapat direvitalisasi tanpa membebani perairan tawar daratan. Jika 30 persen saja diaktivasi kembali, potensi tambahan produksi mencapai 450.000–600.000 ton per tahun, cukup mendorong produksi nasional menembus dua juta ton dan mengubah posisi tawar Indonesia di rantai pasok global.

Dampaknya, kata Rico, tidak berhenti di angka produksi. Dengan intervensi teknologi akuakultur presisi, sensor kualitas air, pakan otomatis, hingga telemetri berbasis AI, rasio konversi pakan dapat ditekan dari 1,6 menjadi 1,2. Karena pakan menyerap hingga 70 persen biaya produksi, efisiensi ini langsung terasa di kantong petambak. Secara makro, efek pengganda dari sektor ini diperkirakan mencapai 1,48 artinya nilai ekspor nila tidak menguap ke luar negeri, melainkan memutar roda industri pakan, permesinan, dan logistik dalam negeri.

Baca Juga  “Biji-biji Initiative” dan “Mereka” Perkuat Literasi AI Sekolah Microsoft Toolkit

“Ini bukan sekadar cerita produksi ikan. Ini cerita bagaimana marjin ekspor kembali ke desa, bukan menguap ke kantong segelintir pemodal di kota besar,” tegas Rico, merujuk pada proyeksi kenaikan Nilai Tukar Petani Ikan dan penurunan ketimpangan pendapatan di kawasan pesisir penghasil nila.

Namun Rico menekankan, transformasi sebesar ini mustahil dikerjakan sendirian. Ia mendorong model kolaborasi Quadruple-Helix yang melibatkan Empat Aktor Utama :

1. Pemerintah : melalui regulasi, zonasi, biosekuriti, dan fasilitasi sertifikasi ekspor.

2. Investor strategis : untuk pembangunan infrastruktur skala besar seperti hatchery, cold-chain, dan pengolahan fillet.

3. Koperasi modern : sebagai agregator pembudidaya rakyat agar memiliki skala ekonomi kompetitif.

4. Startup teknologi seperti FisTx : sebagai akselerator efisiensi dan inovasi operasional di tingkat kolam

Baca Juga  Dua Hari Angkutan Nataru 2025/2026, 29 ribu Pelanggan Gunakan Daop 2 Bandung

“Tanpa integrasi, kita hanya akan menghasilkan volume. Dengan integrasi, kita menciptakan nilai, dan nilai itulah yang mengangkat kesejahteraan pembudidaya nila di seluruh Indonesia,” pungkas Rico.

Gagasan Tilapianomic ini lahir dari pengamatan langsung FisTx Indonesia terhadap ribuan pembudidaya nila binaan di berbagai wilayah, dan diharapkan menjadi salah satu rujukan diskusi kebijakan akuakultur nasional ke depan. (Fistx)

Press Release ini juga tayang di VRITIMES

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link
What do you think?
Love0
Sad0
Happy0
Sleepy0
Angry0
Dead0
Wink0
Previous Article Hadapi Cost of Fund yang Masih Tinggi, BRI Finance Fokus pada Efisiensi Operasional
Next Article APINDO: ION, Solusi Percepat Digitalisasi UMKM
Leave a comment

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kategori

  • Daerah1,212
    • Agam14
    • Bukit Tinggi14
    • Limapuluh Kota428
    • Padang37
    • Payakumbuh267
    • Solok73
  • Ekonomi2,244
  • Headline408
  • Internasional82
  • Khazanah226
  • Lifestyle113
  • Nasional1,036
  • Olahraga80
  • Opini190
  • Pariwara Lipsus31
  • Politik270
  • Uncategorized295
  • Video15

Berita Lainnya

Rapat Kerja PAPPSI 2026: Perkuat Konsolidasi dan Sinergi Alumni
AKP Wildan Pimpin Sidak Dini Hari, Polisi Pastikan Penyaluran Bio Solar Subsidi Tepat Sasaran
Pemko Payakumbuh Bersama DPRD Menyepakati Arah Kebijakan Anggaran Tahun 2027
Wali Kota Zulmaeta Mendengarkan Pidato Kenegaraan Presiden Dalam Rangka HUT ke-81 Kemerdekaan RI Pada Rapat Paripurna DPRD

Berita Terkait

Ekonomi

Bitcoin Anjlok 17,9%, Transaksi Kripto RI Justru Tembus Rp28,58 Triliun

Agustus 14, 2026
Ekonomi

Rayakan Kemerdekaan di Fatmawati City Center Dengan Penawaran 17-8-45

Agustus 14, 2026
Ekonomi

Dari Pohon yang Ditanam hingga Green House yang Dibangun, TMMD Kodim 0726/Sukoharjo Hadirkan Manfaat Nyata

Agustus 14, 2026
Ekonomi

Aplikasi Kasir POST Bantu Tingkatkan Efisiensi Operasional Bisnis

Agustus 14, 2026
Show More
DigIndonews.comDigIndonews.com
Follow US
© DigIndonews.com 2024 | All Rights Reserved
  • Redaksi
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan
Sign in to your account

Lost your password?