DigIndonews.comDigIndonews.com
  • Nasional
  • Daerah
  • Politik
  • Khazanah
  • Opini
  • Ekonomi
  • Opini
  • Uncategorized
  • Redaksi
Reading: Bitcoin Berpeluang Menuju US$100.000, Jika Konflik AS-Iran Mereda?
Share
Font ResizerAa
DigIndonews.comDigIndonews.com
Font ResizerAa
  • Nasional
  • Daerah
  • Politik
  • Khazanah
  • Opini
  • Ekonomi
  • Opini
  • Uncategorized
  • Redaksi
Search
  • Nasional
  • Daerah
  • Politik
  • Khazanah
  • Opini
  • Ekonomi
  • Opini
  • Uncategorized
  • Redaksi
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan
© Sayangi.com 2022 | All Rights Reserved
DigIndonews.com > Ekonomi > Bitcoin Berpeluang Menuju US$100.000, Jika Konflik AS-Iran Mereda?
Ekonomi

Bitcoin Berpeluang Menuju US$100.000, Jika Konflik AS-Iran Mereda?

vrtitimes Published September 7, 2026
Share
SHARE

Digindonews.com – Harga Bitcoin (BTC) kembali berada di area krusial setelah diperdagangkan di kisaran US$77.000–US$78.000. Di tengah pergerakan harga yang relatif terbatas, perkembangan konflik Amerika Serikat (AS) dan Iran kini menjadi salah satu faktor eksternal yang mendapat perhatian pasar karena berpotensi memengaruhi harga energi, ekspektasi suku bunga, hingga minat investor terhadap aset berisiko.

Pada perdagangan Kamis (3/9), Bitcoin berada di sekitar US$77.759 dan masih bergerak di bawah level US$78.000. Pasar kripto juga masih menghadapi sentimen hati-hati akibat konflik AS-Iran dan perubahan ekspektasi terhadap arah kebijakan moneter Amerika Serikat.

Sejumlah analis teknikal melihat area US$78.000 sebagai salah satu level penting yang perlu ditembus Bitcoin untuk membuka ruang penguatan lebih lanjut. Apabila momentum positif mampu berlanjut, target psikologis US$100.000 kembali menjadi salah satu skenario yang diperhatikan pasar. Sebaliknya, pelemahan signifikan dan penutupan mingguan di bawah area US$70.000 berpotensi meningkatkan tekanan jual.

CEO & Founder FLOQ, Yudhono Rawis, mengatakan pergerakan Bitcoin dalam kondisi saat ini tidak dapat hanya dilihat melalui indikator teknikal. Perkembangan geopolitik dan dampaknya terhadap pasar energi menjadi faktor penting yang dapat menentukan perubahan sentimen investor secara lebih luas.

“Bitcoin saat ini berada di persimpangan antara faktor teknikal dan makro. Level resistance memang penting, tetapi katalis yang lebih besar bisa datang dari perubahan persepsi risiko global. Jika tensi geopolitik mereda, tekanan terhadap harga energi ikut berkurang dan sentimen risk-on kembali, Bitcoin berpotensi menjadi salah satu aset yang menerima aliran modal lebih cepat,” ujar Yudho.

Baca Juga  Misteri Satoshi Nakamoto Terpecahkan? Dokumenter Baru Ungkap Sosok di Balik Bitcoin

Meredanya Konflik Bisa Mengubah Sentimen Pasar

Spekulasi mengenai potensi meredanya konflik meningkat setelah Presiden AS, Donald Trump memberi sinyal bahwa gelombang serangan terbaru terhadap Iran kemungkinan tidak berlangsung lama. Pada saat bersamaan, laporan media menyebut Trump telah mendiskusikan dengan penasihat senior kemungkinan untuk secara resmi menyatakan konflik dengan Iran berakhir, meskipun belum ada keputusan final.

Namun, situasi di lapangan masih belum sepenuhnya mereda. AS dan Iran kembali bertukar serangan pada awal September setelah periode yang relatif lebih tenang. AS menyerang sejumlah fasilitas radar dan kemampuan penempatan ranjau Iran di sekitar wilayah pesisir selatan, sementara Iran membalas dengan serangan drone dan rudal terhadap posisi AS di kawasan Timur Tengah.

Ketidakpastian tersebut membuat pasar tetap sensitif terhadap setiap perkembangan baru. Bagi aset berisiko seperti saham dan kripto, meredanya konflik dapat mengurangi kebutuhan investor terhadap aset defensif dan membuka ruang bagi kembalinya risk appetite.

“Perlu diperhatikan bukan semata-mata apakah perang dinyatakan berakhir, tetapi efek berantainya. Jika eskalasi mereda, risiko gangguan pasokan energi dapat berkurang, harga minyak berpotensi terkoreksi, tekanan inflasi bisa lebih terkendali, dan ruang kebijakan bank sentral menjadi lebih fleksibel. Kombinasi faktor tersebut secara historis lebih kondusif bagi aset berisiko, termasuk kripto,” kata Yudho.

Harga Minyak Jadi Indikator Penting

Pasar minyak menjadi salah satu indikator utama dalam membaca dampak konflik tersebut. Harga Brent sempat turun ke sekitar US$95,20 per barel, sementara West Texas Intermediate (WTI) berada di sekitar US$90,77 per barel pada perdagangan Kamis pagi. Pergerakan itu terjadi setelah sesi yang sangat volatil akibat kekhawatiran terhadap gangguan pasokan dari Timur Tengah.

Baca Juga  BRI Region 6 dan YBM BRI Jakarta Berbagi Santunan Anak Yatim Muharam

Harga minyak yang tetap tinggi menjadi perhatian karena dapat kembali meningkatkan tekanan inflasi global. Kondisi tersebut berpotensi membatasi kemampuan bank sentral, terutama The Fed, untuk melonggarkan kebijakan moneter.

Sebaliknya, penurunan harga minyak yang konsisten akibat deeskalasi konflik dapat membantu meredakan kekhawatiran inflasi. Pada Kamis (3/9), harga minyak dan imbal hasil obligasi mulai turun setelah komentar Trump mengenai kemungkinan serangan terhadap Iran berlangsung singkat, sementara sebagian pasar saham Asia menguat.

Menurut Yudho, hubungan inilah yang membuat perkembangan konflik menjadi relevan bagi investor kripto.

“Pasar kripto semakin terhubung dengan dinamika likuiditas global. Karena itu, investor perlu melihat Bitcoin bukan sebagai aset yang bergerak sendiri, tetapi sebagai bagian dari ekosistem pasar global yang juga merespons minyak, inflasi, yield obligasi, dolar AS, dan ekspektasi suku bunga,” jelasnya.

US$100.000 Masih Skenario, Bukan Kepastian

Meski peluang Bitcoin kembali menuju US$100.000 dapat terbuka apabila kondisi makro membaik dan resistance teknikal berhasil ditembus, pelaku pasar tetap perlu memperhatikan tingginya ketidakpastian.

Konflik AS-Iran masih berlangsung, harga minyak tetap berada pada level tinggi, sementara arah kebijakan moneter AS terus menjadi perhatian investor. Kondisi tersebut membuat pergerakan Bitcoin berpotensi tetap volatil dalam jangka pendek.

Baca Juga  Keunggulan dan Aplikasi dari Fabrikasi CNC Custom untuk Industri

Yudho menilai investor sebaiknya tidak menjadikan satu peristiwa geopolitik sebagai satu-satunya dasar dalam mengambil keputusan.

“Target US$100.000 sebaiknya dipandang sebagai sebuah skenario, bukan kepastian. Deeskalasi geopolitik bisa menjadi katalis positif, tetapi pasar tetap membutuhkan konfirmasi dari pergerakan harga, likuiditas, kondisi makro, serta sentimen investor. Dalam situasi volatil seperti sekarang, manajemen risiko tetap menjadi hal yang utama,” tutup CEO FLOQ.

Tentang FLOQ

FLOQ adalah platform perdagangan aset digital yang berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). FLOQ berkomitmen untuk menghadirkan pengalaman investasi yang aman, transparan, dan mudah diakses oleh masyarakat. Dengan fokus pada inovasi, edukasi, serta kepatuhan terhadap regulasi, FLOQ bertujuan untuk mendukung pertumbuhan ekosistem aset digital di Indonesia.
FLOQ memiliki komunitas aktif dengan lebih dari 250.000 followers yang tersebar di tujuh platform media sosial, didukung oleh lebih dari 25.000 anggota komunitas aktif. FLOQ juga berkomitmen untuk meningkatkan literasi dan edukasi aset digital melalui FLOQ Akademi yang dapat diakses secara gratis oleh pengguna maupun masyarakat umum.
Hingga saat ini, FLOQ telah mencatat lebih dari 1,8 juta pengguna terdaftar dan lebih dari 2 juta unduhan aplikasi. Platform ini mendukung lebih dari 100 aset digital dan terus berfokus pada pengembangan ekosistem serta kolaborasi strategis untuk menghadirkan manfaat nyata bagi pengguna di era ekonomi digital.
Press Release ini juga sudah tayang di VRITIMES.

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link
What do you think?
Love0
Sad0
Happy0
Sleepy0
Angry0
Dead0
Wink0
Previous Article Soroti Kedaulatan Digital Pengusaha Perempuan di UN Women 2026 Asia-Pacific WEPs Awards, DA (Trainer & CEO) Tegaskan Komitmen Inklusif Sanggabiz
Next Article Asosiasi Chef Makanan Bergizi Riau Gelar Konsolidasi, Perkuat Organisasi
Leave a comment

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kategori

  • Daerah1,243
    • Agam14
    • Bukit Tinggi14
    • Limapuluh Kota431
    • Padang37
    • Payakumbuh288
    • Solok73
  • Ekonomi2,437
  • Headline409
  • Internasional82
  • Khazanah227
  • Lifestyle113
  • Nasional1,053
  • Olahraga80
  • Opini192
  • Pariwara Lipsus33
  • Politik270
  • Uncategorized297
  • Video15

Berita Lainnya

Asosiasi Chef Makanan Bergizi Riau Gelar Konsolidasi, Perkuat Organisasi
Bitcoin Berpeluang Menuju US$100.000, Jika Konflik AS-Iran Mereda?
Soroti Kedaulatan Digital Pengusaha Perempuan di UN Women 2026 Asia-Pacific WEPs Awards, DA (Trainer & CEO) Tegaskan Komitmen Inklusif Sanggabiz
Harga Emas Gagal Tembus 4.464, Akankah XAUUSD Jatuh ke 4.396?

Berita Terkait

Ekonomi

Kompetisi Nasional Pertama di Indonesia yang Mengangkat Oleh-Oleh sebagai Media Cerita Destinasi Umumkan Pemenang

September 6, 2026
Ekonomi

SMM Panel Indonesia Tonjolkan Legalitas dan Transparansi di Tengah Banyaknya Penyedia SMM Panel

September 6, 2026
Ekonomi

Barantum Pertegas Reputasi sebagai Penyedia CRM Indonesia

September 4, 2026
Ekonomi

Tingkatkan Minat Baca, KAI Logistik Salurkan 1.700 Buku melalui Program “Gerbong Literasi”

September 4, 2026
Show More
DigIndonews.comDigIndonews.com
Follow US
© DigIndonews.com 2024 | All Rights Reserved
  • Redaksi
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan
Sign in to your account

Lost your password?